
"Apakah kamu adalah malaikat?" tak ada jawaban dari pria itu dia hanya diam menyuruh Fiani untuk memilih apakah dia ingin tinggal ataukah dia akan pergi bersama dengan buah hatinya agar tidak ada seorang pun yang menganggu mereka tapi jika dia memilih untuk pergi lalu bagaimana dengan Faam Fiani juga tidak bisa meninggalkan suaminya sendirian.
Pantas saja Nur memaksanya untuk kembali ke tubuhnya ternyata jik dia terus menerus berada dalam keadaan seperti ini malaikat akan datang menjemputnya.
"Berikan aku waktu... Aku butuh waktu untuk berpamitan pada suamiku!" ungkap Fiani sembari berpikir.
"Baiklah sekarang ikut lah dengan ku, aku akan mengembalikan dirimu pada tubuhmu lagi setelah itu putuskan apakah kamu ingin tinggal atau pergi jika kamu ingin tinggal maka kamu akan kehilangan ingatan mu dan mendapat buah hatimu lagi dan jika kau memutuskan untuk pergi maka ikut lah dengan ku sekarang... " Fiani bingung jika dia pergi memang dia tidak akan merasakan sakit lagi tapi jika dia tinggal dia harus merelakan ingatannya.
"Apa nantinya aku tidak akan bisa mengingat suamiku?" Pria itu menggeleng pelan, menandakan jika yang di katakan pria itu memang benar adanya lalu apakah Faam akan menerima dirinya?
"Ikutlah denganku... " terang pria itu yang segera meninggalkan tempat itu bersama dengan Fiani.
Nampak Nur tengah memperhatikan seperti nya ada yang salah dengan malaikat maut itu? Mana ada malaikat maut yang mau di ajak kompromi? Nih pasti cecunguk gila itu yang membuat ulah, tapi pintar juga dia bisa dengan mudah membujuk Fiani. Aku ikuti saja lah dari pada penasaran.
Fiani sudah memandangi tubuhnya dia melihat Faam suaminya meneteskan air matanya apa yang sedang suaminya pikirkan?
__ADS_1
Fiani melihat Faam menggenggam tangannya erat, apa sebegitunya dia tidak ingin kehilangan dirinya?
"Tunggu sebelum kamu kembali biar aku menyembuhkan dirimu kali ini ingatan mu tidak akan menghilang tapi saat kamu nanti berpamitan barulah ingatan mu pada semua orang akan lenyap. Apakah kamu siap?"
Tak ada jawaban Pria itu segera mendorong Fiani agar masuk dalam tubuhnya.
"Maafkan aku karena mengecewakan dirimu... Sadarlah.... Ku mohon!!! Aku tidak akan memintamu untuk menggugurkan kandungan mu, aku menyayangi dirimu dan calon anak kita." Nur melihat betapa Faam sangat tidak ingin sampai Fiani terluka bagaimana mungkin dia tega memisahkan dua orang yang sedang jatuh cinta ini!
"Kamu nanti akan di permainkan takdir, semoga kamu dan Fiani akan tabah menjalaninya tenang aku akan selalu ada menemani kalian berdua aku juga akan berusaha membuat kalian hidup bahagia."
"Kau ini apa-apaan?" tanya Nur pada temannya uang tidak lain tukang biang onar kenapa nih jin satu bisa berada di tempat ini apa yang dia ingin lakukan? Apakah dia akan membuat masalah lagi? Ah jika iya awas saja nih jin tengil satu.
"Kamu ternyata sudah menemukan majikan mu, aku mencari mu kemana mana dan kamu ternyata sudah mendapatkan teman ya aku kerjain balik itung itung bantuin kamu Nur." Nur menggeleng pelan dasar nih jin satu tukang ngikutin jin lain aja seperti kurang kerjaan apa enggak sekalian buat akun youtube biar terkenal ya ndak 🤣.
"Bantuin sih ya bantuin tapi jangan membuat jin seperti diriku panik, eh tapi apakah yang tadi kamu bicarakan benar? Dia akan kehilangan ingatannya? Apa dia akan melupakan diriku juga.. " Jin satunya menggeleng dasar kenapa jin satu ini tidak pintar-pintar percuma hidup ratusan taun jika pinternya lemot🤧.
__ADS_1
"Takut banget nih jin satu ya enggak lah mana mungkin dia melupakan dirimu, tenang saja yang dia lupa adalah pasangannya dan ingatannya saja jika seperti kita mah dia akan ingat." Nur sedikit lega tapi bagaimana caranya membujuk Fiani agar tidak pergi????
"Tapi bagaimana caranya membujuk si Fiani agar tidak pergi!!" tanya Nur.
"Itu mah tugas lu, kenapa jadi kamu bertanya padaku tugasku itu rumit jika malaikat maut sampai tau nih bakalan di getok kepala ku sama tongkat panjangnya dan di lempar ke neraka.
" Hah sesadis itukah?"
"Malah nanya lagi! Yang jelas enggak tau karena belum pernah di lempar ke neraka." jelas pria itu yang segera menghilang tanpa jejak.
"Wes wes wes nek koyok ngeniki wes ngawe wong pikiran malah cae ngilang tanpo alesan jalok di hajar. Tuman!
" Sudah sudah sudah jika seperti ini sudah membuat orang kepikiran, malah dia menghilang tanpa alasan memang minta di hajar. Tuman!
Kasihan Nur ketemu jin Rese tenang dia adalah temannya Nur kok, ya dia agak rese sih tapi siapa ya namanya bingung aku😂
__ADS_1
Terimakasih yang sudah membaca dan mampir😊