
"Kamu?" Ana menatap wajah pria yang dia kenal nih buat apa juga dia datang apa dia tadi di ikuti oleh Yuda nih pria rese nyebelin banget.
"Dia malah, nanti kita bisa ketahuan oleh para orang-orang jahat itu mau kamu kena sandera?" tanya Yuda seraya berbicara pelan.
"Buat apa sih kamu ikut?" tanya Ana yang ingin tahu jika ada dia di suatu tempat pasti lah akan ada Yuda yang selalu mengikutinya dari belakang malas banget.
"Aku itu sebenarnya tidak mengikuti mu kali ini, aku berani bersumpah. Tadi itu aku lewat di daerah ini dan aku mendengar suara tangisan jadi aku masuk ke rumah ini dan aku mendengar ada beberapa orang yang tidak di kenal mengikat Pak Deden pemilik rumah ini. Dan aku juga melihat seseorang menyeret Ibu Mila ke luar dia sangat takut bahkan dia menangis sangat kencang. Aku dengar dari beberapa orang yang ada di tempat ini jika mereka bukan berniat untuk merampok namun ingin menghilangkan nyawa orang yang ada di tempat ini?" ucap Yuda yang menjelaskan secara rinci karena ia tidak ingin membuat Ana mencurigainya padahal dari tadi dia memang membuntuti mobil Faam yang berjalan sangat pelan.
"Kali ini kita harus satu tim, kita juga tidak tahu nanti ada apa di sana." ucap Wulan menengahi keduanya.
Jika tidak di tengahi nanti mereka nantinya akan ribut, ya seperti kali ini iya kan 😅.
"Kali ini saja, karena misi menyelamatkan nyawa orang." pekik Ana dengan nada seakan tidak suka.
Namun kedua rekannya tidak memperdulikan akan hal itu.
__ADS_1
Mereka hanya saling pandang, memikirkan cara agar penjahat itu terpancing dan meninggalkan Hikmal sendirian.
Tapi masalahnya itu satu, bagaimana caranya membuat para perampok itu lengah, ruangan itu di jaga sangat ketat tidak yakin jika mereka akan bisa menerobos masuk.
Mereka melihat suster itu yang keluar masuk tanpa di hadang oleh para orang yang memang tidak mengincar harta melainkan mengincar nyawa Hikmal.
"Lihatlah, bukankah itu suster yang aku lihat kemarin, dia itu suster yang di tugaskan untuk merawat Hikmal kenapa dia tidak di apa-apa kan. "tanya Wulan kebingungan sendiri.
Suster itu dengan seenaknya memerintah, apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin suster itu sakit hati karena perbuatan Tante Mila apa bagaimana?
" Kamu yakin jika itu suster yang kemarin?" tanya Ana memastikan.
"Iya aku yakin, aku pernah datang kemari dan melihat suster itu, jangan-jangan dia biang keroknya lagi." pekik Wulan menduga-duga. Karena para penjahat itu hanya menuruti apa yang di perintahkan suster itu.
"Mungkin bisa jadi, tapi apa yang membuat suster itu sakit hati,"
__ADS_1
"Lihatlah.. " pekik Ana yang melihat ternyata suster itu memakai sebuah topeng.
Wulan geleng-geleng kepala melihat siapa wanita yang memakai seragam suster itu tidak mungkin kan jika dia?
Flashback on
"Ayolah, kita pergi sekarang juga." pinta Sonia seraya merengek mengajak Hikmal untuk pergi.
Fiani hanya bisa diam saja melihat pacarnya yang malah jalan dengan wanita lain dan kelihatannya dia sangat lengket dengan pacarnya.
"Ayok, Fi kita tinggalkan tempat ini. Jika kita berlama-lama di sini yang ada nanti kita akan merecoki kedua pasangan muda mudi ini." ucap Wulan yang meminta agar Fiani tidak terlalu memperdulikan Hikmal lagi karena apa Hikmal bukan miliknya lagi.
"Tunggu.. " pekik Hikmal mencoba menghentikan langkah Fiani dan Wulan.
Flashback off
__ADS_1