
Fifi sangat sangat marah kenapa setelah sekian tahun Yusuf masih tidak mempercayai dirinya bukan kah dia juga sudah berjuang mati matian tapi apa yang di dapatkan hanyalah secuil harapan tanpa adanya cinta.
"Ada apa dengan dirimu, setiap datang kemari muka mu itu tidak pernah berubah, ada apa kamu bertengkar lagi dengan suami mu?" tanya pacar Fifi dengan sikap polosnya sekarang hanya tinggal menyingkirkan Fifi anak sudah dia dapat kan.
"Iya begitulah, aku juga merindukan anak ku, Saina, bagaimana kabar dirinya?" Pacarnya tersenyum.
"Kabar anak kita baik sekali, dia sedang jalan jalan seharusnya kamu ada waktu untuk nya loh. " Pacarnya mengingatkan.
"Seharusnya seperti itu tapi, bagaimana dengan Yusuf pasti dia mencurigai diriku kemarin saja dia sudah pergi meninggalkan diriku, biasa lah karena pertengkaran kecil, dia berangkat ke luar negeri."
"Apa kamu sudah meminta tanda tangan dari nya?" Fifi menggeleng bagaimana ingin meminta tanda tangan nya jika dia saja selalu saja menghindar dan menghindari dirinya.
"Sudah, memangnya kenapa,"
__ADS_1
"Aku kira kamu belum melakukan nya lalu kenapa kamu menggeleng."
"Aku hanya ingin hidup dengan mu saja, katakan kenapa sampai sekarang kamu tidak menikahi diriku?" Fifi ingin tahu apa alasan yang sebenarnya.
"Kenapa? Bukan kah kamu itu masih setatus istri orang, aku tidak bisa melakukan hal itu sudah lah lebih baik kamu kembali nanti ada yang mencurigai kita." Fifi terdiam bukan nya pacarnya ini merindukan dirinya? Kok aneh semakin lama dia semakin tidak bisa di ajak bertemu dia juga sangat ingin bertemu dengan Saina putri nya, saat Fifi lahiran Fifi mempunyai anak perempuan karena tidak ingin sampai rencana nya terbongkar jadi pacar dari Fifi menukar bayi itu.
Semua kebohongan ini sudah di sembunyikan bertahun tahun, tapi kali ini dia hanya ingin bertemu dengan anaknya tapi pacarnya seakan tidak ingin mempertemukan dirinya dengan darah dagingnya sendiri.
"Sayang aku hanya ingin bertemu dengan anak ku."
Sebenarnya dia tidak ingin mempertemukan dirinya dengan anak kandungnya tapi bagaimana lagi dia yang meminta ya sudah lah.
"Besok, aku akan mempertemukan dirimu dengan anak mu. Tapi bagaimana dengan anak laki-laki itu?" Fifi terdiam anak laki-laki yang di ambil dari panti asuhan itu, dia baik baik saja hanya saja kasih sayangnya berbeda ada rasa yang aneh setiap kali dia bersamanya.
__ADS_1
Tidak ada rasa kasih sayang terhadap dirinya, yang jelas rasanya ada yang hilang saja.
"Hey, kenapa?"
"Tidak aku tidak kenapa kenapa kok.... "
"Besok juga bertemu dengan dirinya, ya sudah aku pergi dulu... " Pacarnya meninggal kan dirinya.
Fifi melihat pacarnya yang masuk ke dalam mobil dan anehnya kenapa ada wanita yang masuk ke dalam mobil bersama suaminya apakah dia adalah adiknya tapi tidak mungkin jika itu adalah adiknya kan pacarnya tidak pernah mengatakan jika dia mempunyai seorang adik, apa jangan jangan?
Fifi sangat ingin tahu siapa perempuan ini namun sayangnya Fifi kalah cepat mobil itu sudah meninggal kan parkiran membuat Fifi semakin penasaran apa yang membuat pacarnya berubah setelah dia memberikan anak nya itu padanya.
"Sayang.... Apa kamu sudah berbicara dengan pacar mu, putus kan lah hubungan kalian bukan kah kita sudah mendapatkan anak dari dirinya?" Tidak ada jawaban dari laki-laki itu.
__ADS_1
"Kita memang sudah mendapat kan anak dari dirinya, tapi apa kamu tidak ingin yang lebih dari ini... " Istri nya bingung apa yang di maksud suaminya tapi yang jelas sejak kedatangan saina putri sambungnya hidup nya menjadi berwarna yang dia takut kan hanyalah pacar dari suaminya akan tahu kebenarannya.