
Di jet pribadi terjadi ketegangan setelah di beritahu kalau nyawa mereka dalam bahaya.
"Sejauh ini sudah sampai mana Fer?"Tanya Erland.
"Tadi pihak kepolisian memberitahu ada bala bantuan yang menjemput kita"Kata Ferdi masih keadaan tegang.
"Dengan cara apa mereka menjemput kita?setahu Saya di bawah adalah lautan yang sangat luas,apa kita harus meloncat dan masuk kedalam lautan itu?"Kata Erland cemas.
Sejati nya Dia bukan lah Pria pengecut,tapi keadaan seperti ini belum pernah Dia alami,Selama di New York Dia hanya menghadapi preman preman biasa,tapi kalau berhubungan bom Dia belum pernah mengalaminya.
Hubungan dengan bom terakhir Dia dengar waktu insiden penculikan Nenek nya,itu saja belum di ketahui siapa dalang nya.
Yang Erland tahu musuh kakeknya sangat banyak,Mungkin itu adalah saingan bisnis Kakek nya.
Tapi untuk saat ini hanya sedikit yang tahu kalau Dia adalah calon pewaris Erlangga group dan hanya lingkup keluarga terdekat,jadi siapakah orang di balik ini semua?
"Tuan muda pesawat yang membantu kita sudah mulai mendekat,bersiap lah"Kata Pengawal Erland.
"Apa bersiap?dengan cara apa mereka menolong kita?lihat lah di bawah sana lautan yang sangat luas apa kita suruh mati konyol "Kata Ferdi emosi,Dia tidak bisa memikirkan apa yang ada di otak penolong mereka datang membawa pesawat di atas lautan terus dengan cara apa penyelamatannya?dengan cara melompat?ga salah?kalau salah lompat pasti mereka akan jatuh.
"Saya juga tidak tahu Tuan?tadi dari pihak kepolisian mengintruksikan agar segera bersiap karena pesawat yang membantu kita sudah mendekat"Kata Pengawal Dia sendiri juga tidak tahu dengan cara apa pertolongan itu,karena selama ini mereka hanya di latih untuk menembak bukan untuk melompat dari pesawat.
Di tengah kekalutan pikiran masing masing,pintu pesawat terbuka dengan tiba tiba,CO pilot mendekati mereka.
"Hai..Marchel ini apa apa an?"Teriak Erland kaget karena tiba tiba angin masuk dan hampir menarik Dia keluar.
"Maaf Tuan..segera bersiaplah..kita akan melompat ke pesawat itu"Teriak Marchel karena suara nya terbawa angin.
"Lo gila Chel...kita harus melompat?"Kata Ferdi panik.
Di depan pintu jet mereka terdapat pesawat yang terbuka dan mereka melihat seseorang berdiri di depan pintu pesawat dan melambaikan tangannya.
Orang itu mengucapkan kata tapi mereka tidak mendengar apa yang di ucapkannya.
__ADS_1
Di pesawat Mayra mulai menggunakan tali untuk membantu orang orang di jet,Dia berusaha menginstruksi orang orang di Jet tersebut untuk menggunakan tali yang biasa di gunakan di dalam pesawat bila terjadi keadaan darurat.
"My..kaya nya mereka tidak paham atas instruksi kita,apa jangan jangan di dalam jet tidak ada alat alat darurat?kalau gitu mereka sangat ceroboh,yang di pikir hanya bisa terbang dan tepat waktu"Omel Kenza sambil membetulkan peralatannya.
"Terpaksa kita harus melompat kesana Za...kamu ambil alih kendali kemudi,biar Mommy yang membawa mereka"kata Mayra memberi aba aba.
"Tapi My mereka ber enam apa Mommy bisa tepat waktu?apa biar Kanza membantu nanti kalau sudah mulai giliran pilot nanti baru Kanza yang pegang kendali"Kata Kanza
"Ya sudah terserah kamu Za..tapi apa kamu bisa badan mereka besar besar,takut kalau ga kuat kamu"Kata Mayra agak berteriak karena suara mesin pesawat dan angin bersatu.
"Tenang aja My...Zaza kuat"teriak Kanza juga.
"Kapten apa aku juga perlu membantu di sana?"tanya Jordi setelah mendapat kesadaran penuh.
"Wah jangan paman,nanti bisa bisa nambah kerjaan kami,Paman di sini aja membantu menerima mereka di sini"Kata Kenza.
"Zo...kamu hidupkan alat pelacak untuk mengetahui dimana alat pemicu bom tersebut"Kata Mayra lewat aerpon nya.
"Sudah siap dari tadi Mi....apa perlu bantuan Kenzo?"
Tangga pesawat itu mulai keluar dan melayang ke bawah.
"Kamu arahkan ke depan pintu Jet Zo..biar Mommy meniti kesana?"Teriak Mayra.
Kenzo mulai mengatur tali tangga tersebut biar menjadi jembatan antar dua pesawat.
Jordi hanya melongo,sekilat tali tangga itu seperti jembatan yang menjulang,tapi Dia tidak bisa membayangkan untuk berjalan di sana karena bila tidak seimbang pasti akan jatuh di dasar lautan.
Jordi hanya merinding,walau Dia selalu mengikuti latihan di atas tebing dan meniti tapi Dia belum pernah melakukan dengan ketinggian beberapa ribu kilometer ini.
"Kenza melompat di punggung Mommy,cepat..."teriak Mayra.
'Tapi My Kenza bisa sendiri..."Kata Kenza masih keras kepala untuk meniti tangga tali itu.
__ADS_1
"Ga usah membantah..waktu kita tidak banyak,ini bukan bahan percobaan,nanti kamu akan meniti dengan membawa korban"Kata Mayra langsung mengangkat Kanza di punggung nya.
Mayra mulai meniti tali tangga,dengan sedikit berlari,jordi yang melihat adegan tersebut sangat miris melihat nya,Dia tidak bisa membayangkan kalau Mayra tidak bisa menjaga keseimbangan mereka akan jatuh ke laut.
Di jet Pribadi Erland dan anak buahnya pun terkejut karena melihat aksi dua orang itu.
"Gila mereka mau cari mati apa"Teriak Ferdi karena tidak bisa membayangkan kalau mereka berdua jatuh.
Erland pun tanpa mengedipkan mata juga merasa cemas,entah kenapa ada rasa takut dan cemas kalau tiba tiba mereka jatuh,padahal selama ini Dia tidak pernah memiliki empati sama sekali terhadap orang lain.
Tiba tiba laju jet agak oleng dan menimbulkan pergerakan di tangga tali itu.
Mayra sempat terkejut dan berusaha mempertahankan keseimbangannya.
"Astagfirullah...Za kamu tidak apa apa?"Tanya Mayra kepada Kenza.
"Zaza tidak apa apa My...Mommy masih bisa bertahan?"tanya Kenza.
"Mommy masih bisa bertahan,tenang aja..gimana kamu bisa melompat ga ke Dalam Jet pribadi tersebut?"Teriak Mayra sambil berusaha menjaga keseimbangan gara gara laju jet yang tiba tiba tidak stabil.
nanti kalau ketemu pilot itu gua biarin aja biar dia mampus kena bom?salah siapa hampir nyawa gua melayang.
"Zaza akan coba Mi..kaya nya jarak nya cukup untuk melompat"Kata Kanza sambil berusaha menjaga keseimbangan di atas punggung Mommy nya.
Untung Zaza sudah belajar banyak tentang ilmu beladiri selama di luar negeri,segala macam ilmu beladiri Dia kuasai,dan Dia mampu menggabungkan ilmu beladiri tersebut.
"Ok...Mommy beri hitungan sampai tiga kamu langsung melompat ya...'teriak Mayra berusaha bertahan agar tubuh nya bisa menjaga keseimbangan Kanza.
Padahal kalau di teliti telapak Kaki Mayra sudah terluka dan berdarah,Dia berusaha mencengkeram tali tangga itu dengan jari jari kaki nya.
Satu...
Dua...
__ADS_1
tiga....lompat...