Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Pasangan kasmaran


__ADS_3

Ardan dan Liana sudah berada di kontrakan, Ardan tampak malu-malu padahal biasanya dia akan bersikap santai tapi tidak dengan hari ini.


Liana tau pasti Ardan merasa tidak percaya jika cintanya akan di Terima olehnya.


"Semoga saja kau laki-laki yang tepat bagiku, semoga kau memperlakukan ku dengan baik dan jika tidak mungkin itu balasan karena aku sudah melukai banyak orang."


Ardan merasa aneh melihat Liana yang memandangi nya seperti tidak percaya kontrakan yang Ardan sewa tampak sangat besar lalu bagaimana dengan biaya bulanan nya kan tidak mungkin jika dia membayar dengan harga mahal karena saat ini dia belum memiliki cukup uang untuk membayar biaya kontrakan apalagi kontrakan yang sebesar ini.


"Em Sayang, bukankah kontrakan ini terlalu besar untukku lagi pula aku juga tinggal sendirian." Ardan tersenyum ternyata kekasihnya belum tau jika ini adalah rumahnya yang dia beli tanpa campur tangan dari Faham ini adalah rumah orang tuanya, setelah orang tuanya meninggal Ardan dan Rendra mendapatkan rumah ini namun keduanya tidak menempatinya karena mereka akan selalu ingat akan kenangan kedua orang tuanya jadi rumah ini di biarkan kosong.


"Sebenarnya ini adalah rumah kedua orang tuaku, mereka berdua sudah lama meninggal."


Liana merasa bersalah telah menanyakan hal yang tidak seharusnya dia tanyakan.


"Sudahlah, tidak apa-apa sayang, kau bisa tinggal di sini karena aku dan Rendra tidak menempatinya karena apa kami berdua sudah diberikan apartemen oleh Faam." terang Ardan tanpa kebohongan.


"Lalu apakah Faam tau tempat ini? Maaf jika aku bertanya?" Ardan membelai rambut Liana.


"Tidak apa-apa sayang, soal Faam dia tidak tau tempat ini jadi tidak akan ada yang menganggu kita kecuali ya adikku itu." Ucap Ardan wajahnya jadi masam jika mengingat adiknya itu.


"Hah, jadi kau dan Rendra itu adik kakak?" tanya Liana.


"Masa kau belum tau akan hal itu? Memang kita berdua adalah saudara, aku kira kau sudah mengetahuinya, ternyata belum ternyata. " ucap Ardan.


"Lah aku baru tau tentang hal itu, itu saja dari mu sayang. Jadi bagaimana apakah adik mu akan setuju dengan hubungan kita berdua?" tanya Liana ingin tau jika adiknya tidak menyetujui nya bagaimana?


"Soal hal itu sih dia akan setuju, dia bukan orang yang menentang ucapan ku dia adik yang sangat baik." Liana jadi ragu bagaimana caranya meyakinkan Rendra? Jika dia tidak menyetujui hubungan mereka berdua bagaimana?


"Tapi... "


"Begini saja biar aku coba menghubunginya ok." ucap Ardan yang segera mengambil ponselnya dan mencari nomor adiknya yang super bisa diandalkan ini.


"Halo." Ardan yang menelpon Liana yang panik sendiri.


"Kau lagi kau banyak kerjaan tauk, cepat katakan ada apa, aku masih mempunyai banyak hal yang harus aku selesaikan."


"Nih bocah aku menghubungimu bukan untuk bertengkar. "


"Lalu? Buat apa? Masih mencari Liana lagi? Katakan apa kau ingin menikahinya? Ya sudah menikah sono ngeselin mulu kau kak, ganggu adik mu ini terus."

__ADS_1


Ardan tersenyum mendengar ucapan Rendra ayang asal.


"Menikah? Apa kau akan menyetujuinya jika kakak mu ini menikah dengannya?"


"Hahaha mimpi kau kak, mana mungkin Liana akan menerima cintamu di lihat saja tidak hahaha.." tawa Rendra renyah saat Ardan sebenarnya ingin memastikan keseriusan dirinya dengan Liana.


"Sekarang hidupin vidio kau akan terkejut siapa yang akan kau lihat." Rendra pun menghidupkan panggilan vidio nya.


Rendra Abe gitu terkejut kenapa Kakak nya bersama dengan Liana.


"Halo calon adik ipar, apa ucapan mu tadi serius?" tanya Liana sambil tersenyum lebar.


"Apa aku ini tidak salah lihat, dia Liana bukan? Pada yang terjadi antara mereka? Apa ucapan Ardan tadi benar apa dia ingin menikah dengan Liana, hah tapi tidak apa-apa lah asal kakaknya bahagia dia pun akan bahagia."


"Lah nih bocah kau ini kakak mu ini ingin..."


"Baiklah kak terserah kau saja asal kakak bahagia adik mu yang rese ini pun akan ikut bahagia tapi jangan bertengkar ok." Rendra pun mematikan panggilan Vidio nya.


"Udah denger kan sayang, gini loh kan kau sudah dengar sendiri dari ucapan adikku jadi kau tidak boleh mencurigai ku yang tidak tidak-tidak. Aku hanya mencintai dirimu dari dulu." Liana tersenyum dua sangat bahagia karena mendapatkan laki-laki yang sangat mencintainya.


Padahal kelakuan nya sangat jahat apalagi dia sudah menyakiti hati Faam tapi entah kenapa Tuhan mengirimkan laki-laki sebaik Ardan.


"Kenapa lagi dia? Apa aku tadi salah bicara kenapa dia menangis lagi?" batin Ardan merasa bingung sendiri dengan dirinya.


"Kenapa kau menangis?" tanya Ardan ingin tahu.


"Kenapa? Kenapa Tuhan mengirimkan pria sebaik dirimu, sedangkan apa kau tau sendiri kan aku hanyalah wanita yang... " Ardan tidak ingin melihat Liana menangis lagi dia sangat mencintai Liana.


"Sayang... Aku mencintai mu apa adanya soal masa lalu mu jangan kau bicarakan lagi aku tidak ingin kau bersedih gara- gara masa lalu mu sekarang kau lebih baik memikirkan masa depan kita saja." terang Ardan.


"Sayang maafkan aku..."


"Kenapa jadi kau yang meminta maaf?" tanya Ardan malah bingung sendiri.


"Karena akun yang terlalu bodoh mencintai pria yang salah."


"Sekarang kau tidak perlu takut apalagi ragu dengan diriku, aku akan menjagamu dan tidak ingin jika kau disakiti." Liana tersenyum seharusnya dari dulu dia mencintai Ardan bukan Soni orang yang licik.


"Ya sekarang aku mempercayai mu sayang terima kasih." ucap Liana melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sayang aku boleh meminta sesuatu?" tanya Liana ragu kan Ardan tadi bilang jika dia tidak pernah berciuman. Bagaimana cara untuk mengatakannya? Apa dia mau melakukannya


dengannya?


"Sesuatu? Apa? Jika aku bisa aku akan melakukannya untukmu apapun itu." Liana bingung bagaimana caranya dia mengatakannya pasti dia tidak ingin melakukannya karena tidak terbiasa.


"Bolehkah aku mencium mu? Sebenarnya dari tadi aku sudah tidak tahan ingin melakukannya.. "


"Jadi dari tadi kau menahannya kenapa kau tidak bilang padaku dari awal?" tanya Ardan yang tidak ingin menolak selama tidak melakukan hubungan suami istri boleh lah asal Liana bahagia.


"Tadi kau mengatakan jika kau tidak pernah berciuman.'' ucap Liana cemberut.


" Lah bukan berarti aku tidak ingin melakukannya bukan apa lagi jika yang meminta adalah dirimu mana mungkin aku menolaknya. Sekarang katakan saja aku akan melakukannya untukmu asal jangan yang itu. "


"Tapi kata dokter aku tidak akan pernah bisa mempunyai anak, " ucap Liana.


"Kan kandungan kamu tidak di angkat sayang kau hanya keguguran saja. Kan susah punya anak belum tentu kau tidak mempunyai anak kan?"


"Tapi aku ingin melakukannya?"


"Baiklah seminggu lagi kau dan aku akan menikah kita buktikan saja jika kau pasti akan mempunyai anak darimu, dan jika tidak kita kan bisa mengangkat anak yang penting sayangku ini bahagia ok. Udah deh ini kapan mau nyium aku?" tanya Ardan malah seakan dianya yang mau.


Iya sih dia memang tidak pernah berciuman tapi sekarang kan ada seseorang yang akan melakukannya dengannya.


Cup


Ardan diam ketika Liana mulai bermain di lidahnya, rasanya aneh sangat geli, apalagi saat Liana menyentuh dengan lembut bagian bibir atas dan bawanya ah ternyata ini toh yang namanya berciuman?


Ardan mencoba untuk membalas ciuman panas dari kekasihnya pantas saja seseorang memanfaatkan dirinya dia saja bisa buas tanpa efek pil loh.


Liana semakin larut dalam cium Liana dan tidak sengaja menyentuh dua gundukan kembar milik Liana,


Ardan merebahkan tubuh Liana ke sofa, dia tidak tahan lagi dengan Liana yang bermain sangat buas sampai bisa merangsang adik kecil miliknya.


"Sayang... aku sudah tidak tahan lagi..." ucap Ardan sembari melihat Liana sedikit melepaskan salah satu kancingnya.


"Apa kau ingin melakukannya?" tanya Liana?


"Boleh nanti kau..." Liana terus ******* bibir Ardan membuat dia semakin tidak tahan lagi apalagi dua gundukan milik kekasihnya juga sangat besar dan terus menerus membuatnya tidak tahan ingin memegangnya. Ardan memang sengaja memegang gundukan besar itu dan meremas nya membuat Liana mendesah keenakan.

__ADS_1


__ADS_2