Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dia??


__ADS_3

"Kamu lagi?"


"Cepat katakan apa hubungannya wanita itu mencari keberadaan istriku?" Wulan nampak sebal di buatnya.


Padahal dari tadi dia sudah menceritakan nya dan sekarang dia datang dengan ekspresi kaget nih memang dasar pria nyebelin.


"Baiklah saya akan menceritakan apa yang dulu pernah terjadi." Faam mengangguk saja dia harus tau siapa mantan Fiani sampai dia malah membuat onar saat keadaan istrinya sedang lupa ingatan seperti ini.


"Tiga tahun yang lalu, Maaf ya sebelumnya ah tidak mungkin lebih dari tiga tahun yang lalu Fiani dan Hikmal mempunyai hubungan. Mereka berpacaran dan saling mencintai." Faham mendengar hal itu sangat amat kesal kenapa sih ada pengacau lagi.


"Terus... "


"Idih mukanya itu loh jangan nyeremin ngapa?" pekik Wulan sambil memandang Faam, Wulan tahu jika Faam pasti sedang kebakaran jenggot tapi jika dia tidak menceritakan nya pasti Fiani Sahabat nya akan mendapatkan masalah besar apalagi dia juga sedang berbadan dua.


"Ok ok." Faam merubah ekspresi wajahnya.


"Hem... Puas..!" ucap Faam sambil tersenyum walaupun terpaksa.


"Seperti anda sedang terpaksa melakukannya tuan," Faam menahan emosi memang benar nih wanita bisa membuat darah tinggi naik.


"Memang kamu banyak sekali alasan ya!" pekik Faam.


"Sabar sayang, kita dengarkan saja yang Wulan ingin katakan, kamu tidak mau kan jika terjadi sesuatu padaku apalagi aku sedang mengandung seperti ini." Faam mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Rasanya ingin sekali menghajar seseorang tapi saat dia ingat jika istrinya tengah mengandung jadi dia hanya bisa menahan emosinya.


"Hikmal dia tiba-tiba memutuskan hubungan dengan Fiani, dan dia menghilang entah kemana, dan beberapa tahun setelah kejadian itu dia kembali menanyakan kabar tentang Fiani padaku."


"Lalu kau menjawab apa?" tanya Faam ingin tahu.


"Waktu itu saya mendengar kabar jika Fiani ingin di jodohkan dengan seorang pengusaha."


"Apa kamu memberitahukan itu pada Hikmal?" tanya Faam ingin tahu.


"Mana mungkin saya memberitahu kan pada Hikmal jika Fiani sudah di jodohkan, dia menemui saya dan malah saya yang memarahinya saya juga sangat kecewa padanya bagaimana tidak karena perbuatan Hikmal Fiani menjadi sedih. Apalagi ibunya itu sukanya mengancam Fiani terus. Dulu Fiani juga di berikan beberapa gepok uang."


"Untuk apa?"


"Fiani di suruh untuk memutuskan hubungan antara dia dengan Hikmal. Tapi Fia, tidak mengambil uang itu ia malah menghilang dan suatu ketika Fiani sengaja membuat Hikmal marah. Hikmal memutuskan Fiani karena Hikmal mengira jika Fiani sama saja dengan wanita-wanita yang mendekatinya. Hanya karena uang."


Mungkin dulu dia tertekan karena ulah ibu tirinya.


Tunggu apalah ini ada kaitannya dengan ibu tirinya juga?


"Tapi tidak mungkin, Fiani menerima uang itu, apa mungkin ini ulah ibu tirinya?"


Fiani juga tidak ingat akan hal itu.

__ADS_1


"Masalah ibu tiri Fiani itu jangan lah di bahas, karena apa dia sudah menerima akibat dari perbuatannya. Dia sudah di jebloskan ke dalam penjara bersama dengan suaminya itu."


"Apa?" Wulan terkejut di jebloskan ke dalam penjara. Nih pasti dia tersangka nya tapi baguslah jika wanita itu sudah masuk ke dalam bui jadi dia tidak akan pernah bisa membuat sahabatnya menangis lagi.


"Apakah kamu yang sudah menjebloskan dia ke dalam penjara?" Faam terkekeh.


"Tidak, bukan aku yang menjebloskan nya tapi orang lain yang merasa di rugikan karena ulahnya. Tapi yang lebih penting sekarang kita harus mencari cara agar wanita itu tidak datang kemari." Baru juga mengatakan hal itu seseorang memanggil Faam.


"Tuan ada orang yang mencari Tuan Faam," Faam berpikir siapa orang yang lagi pagi sudah mencarinya?


"Ana, katakan saya tidak ingin menemuinya. " Ana menggaruk kepalanya yang tidak gatal haduh bagaimana caranya mengatakan jika ada seorang ibu ibu yang memohon untuk bertemu dengan Faam katanya ini menyangkut anaknya.


"Tapi tuan, ibu itu memaksa, dia tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan tuan." Faam membuang napas kasar.


Sepenting apakah tamu itu?


Faam berjalan bersama dengan dua orang wanita.


Dia ingin tahu siapa lagi yang mencarinya.


Wanita itu masih berdiri, dia masih memohon pada satpam untuk di bukakan pintu.


"Tolonglah buka gerbang nya, saya hanya ingin bertemu dengan pemilik rumah ini.. Buka gerbangnya.. " teriaknya membuat Wulan tidak asing lagi dengan suara itu.

__ADS_1


"Tunggu... " Teriak Wulan membuat Faam dan Fiani menghentikan langkahnya.


"Ada apa lagi?"


__ADS_2