
Leo sudah berada di kantor polisi menemui ibu dan juga nenek terlihat nenek nya sangat tidak percaya jika anak kandung nya bahkan bisa berbuat seperti ini padanya.
Apa yang membuat nya bisa seperti ini... Kenapa dia melakukan hal ini apa dia tidak tahu bahkan dia tidak tahu apa pun.
"Kenapa mama dan nenek bisa di penjara katakan nek ma. Apa yang kalian lakukan hingga membuat ayah marah seperti itu?" Fifi hanya tersenyum saja menang semua ini atas rencana nya tapi bukan kah ide ini itu adalah ide dari orang tua gila ini...
"Tanyakan saja pada nenek mu, mama hanya di suruh oleh nya. " Leo terkejut apa maksud nya dengan di suruh oleh nenek sebenarnya apa yang telah terjadi??
"Nek... coba katakan apa yang telah terjadi kenapa ayah seperti itu... " Dara tersenyum kecut memang dia lah yang menyuruh Fifi untuk menyingkirkan Cantika tapi Dara kira Fifi menyingkirkan itu tidak sampai membunuh dirinya dan ternyata Fifi menyingkirkan Cantika dengan cara yang kejam.
"Nenek mu dari awal memang tidak menyukai seseorang bahkan nenek mu ini tega menyuruh mama untuk membuat seseorang celaka. "
"Kenapa kau justru menyalahkan diriku, ini semua aku lakukan untuk membuat mu menikah dengan anak ku. "
Dara sangat terkejut ternyata menantu yang selama ini di idam kan nyatanya menjadikan dirinya bumerang saja. Semua ke salah han nya di limpahkan untuk nya.
__ADS_1
Seakan akan dia menjadi wanita paling jahat di dunia ini.
"Apa yang kamu katakan dara... Tidak seperti itu.... "
"Nek... Leo tidak menyangka jika dari awal nenek sudah merencanakan ini semua. Pantas sana Ayah sangat benci padaku. Ternyata ayah sudah tahu jika semua ini adalah perbuatan dari nenek dan ibu.
" Tunggu... tunggu dulu nenek bisa menjelaskan nya. " Teriak Dara yang melihat Leo sudah meninggal kan dirinya dengan rasa kecewa yang sangat amat dalam. Rupa nya semua yang dikatakan ayah nya memang benar pantas saja ayah sangat benci ke padanya.
Jadi ayah sudah tahu jika nenek bahkan mama nya sendiri menjadi dalang atas semua nya. Kenapa harus dia yang tidak tahu sejak awal. Kenapa hanya dia yang tidak mengerti apa alasan ayah nya membenci dirinya.
Dara menatap mata Fifi...
"Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu... "
"Tapi memang benar kok... Memang semua ini atas rencana mama kan. "
__ADS_1
"Tapi kamu juga yang memaksa mama. "
"Memaksa? Dari kapan? Dari kapan aku memaksa mama untuk membuat Yusuf jatuh cinta padaku. Namun hingga kini bukannya yusuf mencintai diriku dia malah semakin membenci diriku. "
"Kau.... "
"Kau seolah olah menyudutkan mama, kenapa kau jadi seperti ini?" Dara sangat kesal di buat nya ternyata menantu nya bukan hanya wanita yang licik melainkan dapat memanipulasi seseorang pantas saja dari awal Yusuf tidak menyukai nya.
Sejak saat itu seharusnya dia paham, bahwa Fifi ini memang sengaja membuat nya menjadi dalang di balik semua ini...
"Siapa yang menyudutkan mama? Tidak bahkan Fifi hanya mengatakan hal yang seharusnya Fifi lontar kan, kenapa mama ingin marah, apa mama ingin membandingkan aku dengan wanita itu lagi. Sudah cukup mama. Aku bukan lah wanita kampung itu yang bisanya hanya mengatur dan di atur. "
"Kenapa kau berubah Fi. "
"Berubah siapa yang berubah? Ma mama tidak menyadari jika selama ini mama itu terlalu bodoh. Mama itu terlalu bodoh lebih mendengar kan orang lain dari pada anak nya sendiri. Sekarang apa yang bisa mama lakukan? Tidak ada bukan?"
__ADS_1
"Kau.... "