
Lisa bingung harus mengatakan apa? Keadaan Fiani saat ini dalam keadaan yang sangat buruk apalagi dia juga enggan untuk menggugurkan kandungannya. Keadaannya sangat parah jika Fiani mendengarkan sarannya bisa di pastikan dia akan selamat namun sekarang lain cerita kondisinya sangat menghawatirkan.
"Lisa kenapa kau hanya diam bagaimana? Apa istriku baik-baik saja?" tanya Faam yang terlampau cemas.
Lisa masih belum menjawab dia hanya memandang satu persatu orang yang ada di sana. Saat semuanya memperhatikan Lisa Yuda menarik lengan Ana dan menarik Ana untuk menjauh.
Sedangkan ada banyak orang yang menantikan jawaban Lisa terutama Faam yang sangat mencemaskan keadaan istrinya.
"Yang sabar ya am.. Istrimu koma!" Faam tidak bisa berbuat apa-apa lagi kenapa ini bisa terjadi?
Faam segera meninggalkan beberapa pasang mata yang melihatnya.
Di sisi lain Yuda menatap Ana ia ingin ada kejelasan tentang hubungan ini, kejelasan apa bukan kah semuanya sudah jelas tidak ada yang perlu di jelaskan lagi.
"Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Ana yang sebenernya ingin sekali segera meninggalkan Yuda, kisah cintanya dengan pria ini sudah berakhir tapi kenapa dia masih saja mengejarnya.
"Tolong sekali saja kau mendengarkan penjelasan dariku!" Ana menggeleng, ia tidak bisa menerima penjelasan apa pun apalagi tentang hubungan mereka yang sudah berakhir itu.
__ADS_1
"Apa lagi yang kau ingin jelaskan padaku! Semuanya sudah jelas kau sudah di jodohkan dengan wanita lain lalu apa yang harus aku dengar lagi dari mu? Semuanya sudah jelas!" ucap Ana segera meninggalkan Yuda.
"Ana jangan pergi tolong beri satu kesempatan untukku menjelaskan semuanya." Ana berbalik memandang ke arah Yuda sebenarnya di dalam hatinya yaang paling dalam dia sangat mencintai Yuda namun Yuda bukanlah miliknya lagi dia sudah di jodohkan dengan keluarga kaya yang akan bisa membuat dia kecukupan dari pada bersamanya mungkin Yuda akan mendapat masalah dan mendapatkan kekecewaan karena memilihnya.
Ana berjalan ke arah Yuda entah kenapa hatinya menjadi tersentuh apalagi bukan hanya satu kali dia mengatakan hal ini padanya bahkan di depan orang tuanya sekali pun dia sampai memohon mohon. Ana hanya takut jika keluarga Yuda membuat masalah yang besar.
Ana duduk dan memandang Yuda dan memberikan kesempatan Yuda untuk menjelaskan semuanya.
"Katakan jika memang penjelasan mu sangat berarti." Yuda tersenyum ternyata Ana memang masih ada rasa walaupun rasa itu sudah lama menghilang dalam hatinya.
"Ana.... Maaf karena sudah membuat mu kecewa, aku sudah pergi dari rumah. Sejak kejadian itu," Ana hanya mendengarkan saja dia tidak berani mencari alasan untuk tidak mendengarkan Yuda.
"Maaf kan aku Yuda, kembalilah pada orang tuamu, jangan memperjuangkan diriku, kasta kita berbeda. Aku hanya orang miskin sedangkan kau adalah orang kaya derajat kita juga tidak seimbang jadi kau pulang saja." tegas Ana membuat Yuda menggeleng pelan.
"Tidak ,aku tidak mungkin kembali lagi ke rumah! Kenapa kau tidak menghargai perjuanganku?" Tanya Yuda sangat bingung padahal Yuda terus berjuang namun Ana selalu saja tidak menghargai semua perjuangannya.
"Kembalilah, kau hanya akan membuat ku dan keluargaku tersiksa, apa kau tau kemarin Ayahmu datang dia mengacak-acak rumah. aku mencari keberadaan mu karena kau harus segera menikah. Jadi pulanglah menikahlah dengan orang yang sudah di jodohkan oleh orang tuaku jangan mengganggu keluargaku lagi." Yuda hanya diam saja kenapa ayahnya sampai seperti itu.
__ADS_1
"Ayahku! Datang! Untuk apa?"
"Sebaiknya kau pulang dan tanyakan saja pada Ayahmu, dan menikahlah dengan orang yang di jodohkan. Aku tidak pantas menjadi kekasih apalagi istrimu." Ana segera meninggalkan Yuda. Yuda hanya bisa pasrah melihat kepergian dari Ana.
Lagi dan lagi ayahnya selalu mengacaukan rencananya.
Yuda pun berteriak karena sebal.
"Maafkan aku Yud! Aku memang sebenarnya masih mencintai mu tapi kau harus kembali pada kedua orang tuaku, aku ikhlas walau dalam hatiku seperti tertusuk ribuan pisau." batin Ana yang segera meninggalkan Yuda yang masih kalut karena sudah sekian kalo Yuda di tolak oleh Ana.
Di sudut sebuah ruangan nampak seorang pria memperhatikan, siapa lagi jika bukan Nur dia sudah bersama dengan Fiani. Nih dasar Fiani main minta keluar dari tubuhnya lagi mau apa sih sebenarnya ni bocah.
"Udah puas kan! Memangnya kau merencanakan apa lagi sih? Untung calon bayimu tidak apa-apa jika kau seperti ini. Hais" Dengus Nur membuat Fiani segera menampol Nur.
Cetak
"Hias kenapa lagi dengan kau... " dengus Nur merasa sebal permintaan sudah di kabulkan lah apa dia lagi yang kena.
__ADS_1
Fiani hanya tersenyum.
Maaf telat up 😊