Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Untunglah


__ADS_3

"Bos muda apa kabar bos?" Yusuf hanya mengangguk saja apa mungkin dia menceritakan tentang hilangnya istri dan anaknya pada Jery?


Tapi bagaimana jika. nanti dia meminta bayaran? Bagaimana caranya dia bisa membayar Jery?


"Tidak baik, aku kehilangan istri ku, Cantika di bawa pergi orang yang tidak di kenal aku mencoba untuk mencari nya, namun sampai sekarang aku tidak berhasil menemukan dirinya." Ah jadi ini yang membuat bos muda menjadi sedih kasihan sekali bos muda selain dia menjadi sasaran terus nih hidup nya pun sangat di atur oleh nyonya Dara kasihan.


Apakah dia harus menolong nya, tapi jika nanti dia keberatan bagaimana, bagaimana pun Bos mudanya ini banyak sekali membantu kehidupan nya.


"Apakah bos mau menerima bantuan dariku, jangan keberatan bos saya tidak akan meminta uang kok. Bos sudah banyak membantu diriku dan keluarga ku. Sekarang inilah yang bisa aku berikan untuk bos. " Yusuf sangat senang karena apa dia pun tidak bisa berbuat apapun hidupnya di atur oleh ibunya mencari keberadaan istrinya saja sangat susah sudah tiga bulan lamanya dia mencari namun tidak menimbulkan hasil apa-apa.


"Terima kasih, pertolongan dari mu akan aku ingat selalu." ucap Yusuf seraya memeluk Jery.

__ADS_1


"Bos, bukannya aku ini ingin menyinggung bos tapi menurut kabar bos menikah lagi dengan Fifi, kenapa bos?" Yusuf juga tidak ingin menikah dengan Fifi tapi bagaimana lagi dia di jebak, dia di jebak untuk menikah dengan Fifi, dia ingin brontak tapi bagaimana lagi ini semua sudah terlanjur.


Tapi yang dia pikir kan sekarang adalah bagaimanapun dia harus mendapatkan istrinya kembali.


"Tenang bos, aku akan mencari tahu keberadaan Cantika, tapi bos harus bersikap biasa saja, bos sudah menikah lebih dari tiga bukan loh tapi tuh muka masih lecek. "


"Hem.. Kau ini selalu saja mengejek diriku. " Jery tersenyum saja.


Di sisi lain Faam sudah sangat ribut dengan Fiani apa lagi tuh salah satu dari mereka sedang sakit.


"Dan dari tadi dia nangis terus, biasanya juga dia tidak seperti ini, mas bagaimana?" tanya Fiani yang panik membuat Faam juga ikutan panik juga.

__ADS_1


Rendra tersenyum memang dia sudah tahu pasti kedua pasangan muda ini membutuhkan bantuan, Ana memang di sana juga ada Ana tapi memenangkan tiga bocah kan butuh bantuan ekstra. Jika satu saja bisa di atasi.


"Bos bos... Nih dokter Nana dia adalah dokter anak," Faam mendengus nih anak biasanya menghilang tapi datangnya sudah tepat waktu kok.


Nana memeriksa keadaan Dilan memang dia baik baik saja hanya saja yang membuat panasnya tidak kunjung turun itu karena flu nya itu jadi dia akan memberikan obat flu nih memang rentan anak kecil jadi kedua orang tuanya harus lebih berhati-hati lagi.


"Bagaimana? Dilan tidak apa-apa kan?" tanya Fiani panik walau pun dia bukan ibu kandungnya kan dia juga wanita jika melihat anaknya yang sakit dia ya heboh.


" Tidak Dilan tidak apa-apa, sebaiknya Nona tidak terlalu mendekat kan Dilan ke orang yang sedang sakit Flu atau batuk nanti Dilan akan tertular." Fiani dan Faam saling pandang Kedua anaknya saja baik baik saja walau pun ada yang batuk atau flu keduanya tidak apa-apa kok, apa mungkin fisik Dilan ini lemah ya?


"Baiklah."

__ADS_1


"Ternyata tuan Faam mempunyai tiga anak dia anak laki-laki dan satu anak perempuan. Pantas saja jarang terlihat. "


"Orang sibuk na, sibuk ngurusin bocah maksud nya. " Nana tersenyum saja. Fiani membuang napas kasar ya bagaimana kan dia tidak tahu akan hal ini jadi dia merasa lega karena Dilan tidak apa-apa.


__ADS_2