
Hari ini Dilan tidak bersekolah, Fiani menjaga dirinya di rumah kedua adiknya bersekolah.
Padahal dia ingin sekali bersekolah, namun papanya melarang dirinya, entah apa yang akan di lakukan papanya pasti papa nya akan membuat tante itu keluar dari sekolah, kasihan tapi bagaimana lagi tante itu kan jahat orang jahat itu pantas di keluar kan tapi kasihan sekali.
"Ma, apa papa mengeluarkan tante Mega dari sekolah!" Fiani hanya tersenyum memang benar itulah resikonya. Jika dia benar dan anak nya lah yang salah maka Fiani yang akan marah pada Dilan tapi di sini Dilan tidak bersalah, sangat tidak baik jika ada kekerasan di dalam sekolah nya.
Wanita itu sudah seenaknya, kenapa ada orang yang begitu tega membuat anak kecil tidak ingin bersekolah di sekolah nya ya karena tangan nya yang sangat ringan itu.
Semua wali murid juga sudah mengadu berulang ulang kali tapi kali ini perbuatan nya tidak bisa di maaf kan yang jelas jalan satu satunya memang Mega harus di keluar kan dan itu akan mengundang banyak pihak tidak akan menampung Mega lagi di sekolah mana pun karena reputasi nya yang sudah di pandang buruk oleh semua guru.
__ADS_1
"Iya, karena tante Mega itu sudah membuat papa kecewa, kamu ingat kan apa kata papa, orang yang tidak bisa menghargai, menghormati dan tidak bisa melihat kebenaran maka orang itu bukan orang yang pantas untuk di pertahan kan.
" Jadi bagaimana ma, jika tante Mega di keluar kan nanti dia bekerja apa?" Fiani tersenyum padahal usianya sangat belia tapi pemikiran nya sangat dalam seperti orang dewasa.
"Kamu itu, sudah jangan memikirkan tentang tante Mega yang penting kamu beristirahat saja, lihat lah pipi mu itu masih lebam. Nak kamu harus tahu tidak ada orang tua yang akan menerima jika anaknya itu di. pukul oleh orang lain."
"Kenapa menang nya ma?"
"Tapi kan ma, seharusnya mama memukul Dilan karena Dilan gagal menjaga kedua adik Dilan, tapi.... Kenapa mama tidak melakukan nya, bukan nya Dilan salah ya ma?" Fiani sangat terkejut mendengar ucapan Dilan yang sangat polos itu, dia tidak salah kenapa. harus di pukul anak itu hanya membutuhkan kasih sayang bukan pukulan.
__ADS_1
Fiani menghela napas panjang memegang pipi Dilan.
"Semarah marahnya papa Dilan pada mama, lihat papa Dilan tidak pernah memukul mama, mungkin papa Dilan tahu jika mama marah tanpa sebab karena mama mempunyai alasan. Dan Dilan sudah menjaga kedua adik Dilan dengan baik jadi mama tidak marah." Dilan mengerti kenapa sebabnya papa jika mama marah hanya tersenyum saja.
"Tapi cobalah ma pukul Dilan." Fiani memeluk Dilan dasar anak ini memang pantas di sebut kesayangan suaminya ini mah lucunya kebangetan banget.
"Coba? Dilan mama tidak tahu memukul seseorang. " Dilan tersenyum nih mamanya sudah lupa kah bukan nya kemarin mamanya memukul tante Mega.
Kok bilang nya tidak bisa memukul sih!
__ADS_1
"Tapi ma... Bukan nya mama kemarin itu menampar Tante Mega?!!!
Fiani membuat itu mah kelepasan emosi.