Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Salah Paham


__ADS_3

Maaf telat up


Autornya lagi enggak enak badan😭


Liana segera bergegas meninggalkan kedua kakak beradik yang sedang bertengkar.


Liana mencari tau ruangan yang suster tadi katakan, Liana tidak melihat siapapun yang ada di luar, apa mungkin dia salah lihat apa bagaimana? Liana memberanikan diri untuk mengintip dan benar saja itu ada Fiani di dalam tapi di sana juga ada seorang wanita siapa wanita itu?


Apa mungkin Faam sengaja menyuruh wanita itu untuk menjaga Fiani tapi kan Fiani jago bela diri tapi kan sekarang Fiani sedang sakit ya maklum saja Fiani di jaga super ketat.


Tapi yang membuat Liana bertanya-tanya kemana perginya Faam kenapa dia tidak menunggu Fiani istrinya? Kenapa dia malah pergi?


Liana memberanikan diri untuk membuka pintu.


Ceklek


Ana yang menunggu Fiani pun menoleh dia bingung siapa gerangan yang datang apa mungkin Yuda tapi itu tidak mungkin Yuda tidak mungkin kembali mengingat Yuda harus menyelesaikan masalahnya dengan wanita itu.


Tapi itu tidak sesuai dengan prediksinya, yang datang bukannya Yuda melainkan seorang wanita, rasa-rasanya dia pernah melihat wanita ini sebelumnya namun di mana?

__ADS_1


"Maaf aku masuk dengan lancang, tapi kedatangan ku hanyalah untuk menemui Faam apakah kau melihatnya?" tanya Ana, Ana tidak lantas menjawab dia malah melihat wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Rasa-rasanya wanita itu bukanlah wanita yang baik apa mungkin dia ingin mencelakai Fiani mengingat musuh Faam sangat lah banyak dan terakhir kali dia pernah melihat wanita ini bertengkar dengan Nona mudanya pasti dia mempunyai rencana jahat untuk membuat Nona mudanya celaka.


"Bukankah kamu orang yang tempo hari bertengkar dengan Nona?" tanya Ana tanpa basa basi.


Liana baru ingat bukankah ini wanita yang mati-matian membela Fiani, apakah dia mencurigai ku karena tindakan ku dulu? Semoga saja tidak.


Bukankah ini wanita yang tempo hari menuduh Nona muda melakukan hal-hal yang tidak ia lakukan? Lalu buat apa dia datang kemari? Apa mungkin dia ingin menggambil kesempatan di saat Nona muda seperti ini? Awas saja jika itu memang benar!


"Iya, tapi tunggu kedatangan ku kemari hanya untuk mencari Faam, apa Faam ada?" tanya Liana dengan senyuman di wajahnya dia juga tau karena kesalahannya dulu sekarang orang tidak akan ada yang percaya jika dia sudah berubah. Pasti orang akan mengira dia akan melakukan hal jahat lagi padahal dia sekarang tidak akan pernah melakukannya.


Ya dia juga menyadari kesalahannya dulu seharusnya dia juga tau diri tidak mengharapkan orang yang telah dia buat sakit hati💔sekarang dia harus menerima akibat dari ulah nya dulu.


"Baiklah saya akan pergi, jika memang kedatangan saya ini mengganggu." terang Liana yang segera meninggalkan ruangan.


Ana nampak bingung bukankah wanita itu biasanya akan seenaknya sendiri tapi kenapa dia malah menurut saja apa ini memang rencana dia saja untuk mengelabuhi ku? Kamu harus hati-hati dengan Liana si licik itu nanti bisa-bisa jika aku lengah nanti Nona kenapa kenapa bisa gaswat.


Liana mendudukkan pantatnya ke tempat duduk, dia tidak ingin masuk lagi mengingat dia juga sudah kena usir dari asisten itu.

__ADS_1


Ardan dan Rendra sudah menemukan di mana ruangan Istri bosnya tapi kenapa Liana hanya duduk sambil melamun seperti itu? Dan kenapa dia tidak masuk saja?


"Sayang?" Liana yang mendengar ucapan dari Ardan pun menatap manik mata kekasihnya.


"Kenapa kamu tidak masuk?" tanya Ardan ingin tahu.


"Owh tadi aku sudah masuk tapi di usir." lanjut Liana sambil tersenyum.


"Pantes banget jika kamu di usir, lihat saja wajah mu itu sama seramnya dengan nenek sihir hahaha.. " pekik Rendra sambil tertawa tengengesan...


"Dek!!"


"Ups maaf bercanda calon kakak i ipar... " ucap Rendra yang segera masuk nanti bisa di cakar Liana jika sampai dia berada di antara mereka berdua.


"Kenapa dengan mu sayang?" tanya Ardan yang ingin tahu.


"Tidak kok, aku hanya menyesal saja kenapa dulu aku ini sangat jahat, sekarang setiap ada orang yang melihat ku pasti mereka akan curiga, mereka akan menganggap diriku akan mencelakai mereka."


"Jangan berprasangka buruk pada orang, kan sekarang kamu kan sudah berbeda. Kamu sekarang sudah menjadi orang yang baik." terang Ardan mencoba untuk membuat Liana tidak bersedih lagi.

__ADS_1


"Mereka itu hanya salah paham, nah sekarang kita masuk biar aku yang menjelaskan pada Ana." Liana pun segera ikut saja.


__ADS_2