
Aldo memandang bosnya untung saja mobil sudah dalam posisi berhenti jadi tidak akan nabrak jadinya.
"Bos serius?" tanya Aldo penasaran jarang jarang loh bosnya memberikan sesuatu padanya apalagi pasti bosnya sudah mempersiapkan acara yang romantis cocok lah ngajakin dedek cantik.
"Emang aku pernah bercanda, untuk kali ini serius pokoknya nanti datang ke sana ngajakin cewek kamu sana masa jomblo mulu." Ejek Faam sembari tersenyum di ujung bibir dan menatap wajah istrinya.
Faam segera turun begitu pun Fiani dia juga turun dan dasarnya Faam tidak sabaran jika harus menunggu Fiani sampai yang ada dia mah jalannya lama kan di dalam perutnya ada boy dan girl anaknya yang dia nantikan.
"Sayang turunkan," Fiani meronta dia malu jika semua orang nanti melihatnya.
"Diam lah jika aku harus menunggu mu yang ada nanti sampai besok, ah gini aja jika kamu tidak mau aku gendong ya sudah tunggu di sini biar aku ambilkan kursi roda, tunggu." Belum juga menurunkan istrinya Aldo sudah membawakan kursi roda.
__ADS_1
"Ini Tuanku," ucap Aldo sambil mendorong kursi rodanya.
"Tumben PEKA!" Pekik Faam memandang Aldo.
Faam segera menurunkan istrinya dan mendorong kursi roda yang sudah di naiki Fiani menuju dalam rumah sakit.
"Sudah kami tunggu di mobil." pinta Faam yang melihat Aldo mengikutinya sampai di halaman rumah sakit.
"Bos mu itu memberimu itu untuk ya supaya jari manis calon istrimu ada tandanya, paham kan Do!" Aldo menggeleng ah berarti dari tadi dianya saja yang gafok alias gagal fokus ah rupanya harus membelikan cincin yang bagus buat cais. Calon istri. Hah kenapa jadi gagal paham mulu, sudah sana cari cincin aku mungkin akan lama berada di sini." Aldo hanya mengangguk dan Faam segera memberikan segepok uang sangat tebal lebih tebal dari biasanya nih isinya berapa kira-kira ?
"Sudah sana beli kenapa malah bengong." Aldo segera pergi setelah menerima uang itu.
__ADS_1
"Sayang kenapa kamu memberinya lebih?" tanya Fiani yang ingin tahu kenapa.
"Adalah yang jelas itu juga tidak semua di pakai untuk melamar calon istrinya." Fiani berpikir tidak semuanya adi pakai untuk acara lamaran lalu?
"Apa yang di ketahui suaminya dan dia malah tidak mengetahuinya?"
Flashback on
"Iya rapatnya besok siang, ya kamu siapin lah Ren berkasnya. Kan kamu tahu Ardan itu sibuk ngurusin istrinya yang sedang hamil muda, jangan lah iri seperti itu nanti kamu juga ada saatnya kok. Pokoknya berkas besok harus siap ok." Faam segera mematikan ponselnya dan berjalan menuju dalam rumah namun dia melihat Aldo yang juga sedang telponan rapi dia tidak tahu dengan siapa.
"Iya buk, nanti aku kirim uang ya, ibu sabar nanti aku kasih uang, tapi jika sebesar itu Aldo tidak punya bu, nanti deh jika gajian mungkin Aldo tidak dapat gaji sama dua bulan ya sudah segitu dulu ya bu. Assalamu'alaikum." Faam ingin menghampiri Aldo namun Faam mengurungkan niatnya karena besok kan dia juga gajian sekalian bantu Aldo saja lah karena apa dia adalah supir yang sangat membantu selama dia tidak ada.
__ADS_1
Flashback off