
Mega menampar dengan keras pipi Dilan membuat dilan hanya berlinang air mata, dia tidak mengerti kenapa dia di pukul padahal dia tidak mengganggu siapa pun.
Anak nakal itu terlihat sangat amat puas dasar bisanya hanya mengadu pada orang tuanya.
"Memangnya orang tuamu tidak mengajarkan dirimu tentang bagaimana caranya tidak nakal. kah?" Dilan hanya diam teman teman nya sedikit mundur. Kali ini tidak ada yang membelanya karena ini jam istirahat sekolah, Faam melihat dari kejauhan nih wanita ini memang wanita yang tidak beres sudah tahi anaknya lah yang bersalah merebut mainan orang lain tapi ibunya malah memarahi seseorang yang jelas jelas tidak bersalah.
"Dengar ya aku ini adalah ketua dari yayasan, memang bukan pemilik tapi setidaknya jika ada siswa di sini yang nakal. pantas kan saya pukul?" Salah satu dari orang tua yang melihat keributan itu segera memanggil guru setidaknya dapat melerai dan mencari tahu apa masalah nya.
Setidaknya jangan asal mukul anak orang. Itu saja jika nanti. orang tuanya tidak menerima bagaimana? Ini wanita seperti ini tidak lah cocok jadi ketua yayasan cocok nya dia tidak perlu lagi ada di sekolah ini.
__ADS_1
Faam menelpon seseorang dia sudah geram ingin membuat perhitungan untuk wanita ini, mentang mentang dia ketua yayasan dia bisa berbuat semena mena dan itu anaknya lagi yang nakal. Dan kenapa. Dilan di salahkan?
"Wah rupanya ada yang ingin bermain main di sekolahan milik ku, baiklah akan aku buat anda menyesal nyonya." Faam segera pergi dan melihat keadaan anaknya.
"Ada apa nyonya kenapa anda sampai marah seperti ini." Tanya Faam membuat Mega membulatkan mata.
Mendengus kesal.
Seseorang berusaha untuk memberi tahu jangan membuat masalah dengan pria itu namun Mega tidak mendengar kan dia malah bersikukuh pokoknya yang menganggu anaknya harus mendapatkan hukuman darinya.
__ADS_1
"Jangan ikut campur, kamu tidak tahu apa apa? Anak ini sangat amat nakal saya akan datangkan keluarga nya dan memaksa dirinya untuk pindah dari sekolah ini." Mega sangat yakin jika ada yang menentangnya pasti dia akan mengancam untuk mengeluarkan siswa dari sekolah yang jelas nya kekuasaan telah membuat dirinya gila.
Hanya karena kekuasaan dirinya lupa siapa anak yang ditampar sampai pipinya lebam.
"Jangan semena-mena nyonya anda akan mendapat akibat dari perlakuan nyonya, apa nyonya tahu sikap anda akan menghancurkan hidup dan karir anda sendiri nyonya... " Mega berdecak pelan siapa dia hingga membuat dirinya di permalukan di depan orang banyak.
"Omong kosong, anda tahu saya adalah ketua dari yayasan ini." Faam hanya mengangguk sama tidak bisa di biarkan orang seperti ini jika dia di biarkan saja nanti tidak ada yang akan bersekolah di sekolah ini lagi dan ya masa depan anak bagaimana?
"Dan jika nyonya tahu siapa pemilik dari yayasan ini apa jadinya karir anda nyonya?, nada pasti akan di keluarkan dari yayasan ini. "
__ADS_1
"Siapa anda, apa anda berani mengadakan saya, tidak ada yang berani mengadukan saya karena apa saya adalah orang kepercayaan sari pemilik yayasan. " Seorang guru datang dan melihat betapa bodoh nya dirinya dan apa yang di lakukan Mega nih alhasil dia akan di pecat karena sikapnya ini.