
Setelah kejadian tadi malam Bastian memutuskan untuk tinggal kembali di tempat ia bekerja dulu untuk menenangkan diri jauh dari Lovia dan juga Dini sebelum ia memutuskan apa yang dilakukannya sudah tepat dan sesuai dengan hati kecilnya.
"Bas, aku ikut dengan mu! " Pinta Lovia ketika Bastian hendak pergi membawa kopernya menuju mobil. "Sebaiknya kau disini saja. " Terang Bastian.
"Tapi Bas, aku... " Ucapan Lovia menggantung diudara ketika mama Mita memotong ucapannya.
"Kau tidak bisa ikut bersamanya! Apa yang akan dikatakan orang nantinya. Jika ada yang harus ikut itu Dini bukan kau Lovia karna bagaimana pun juga Dini adalah istri sah dari Bastian dan sudah sewajarnya bukan jika istri tinggal di tempat yang sama dengan suaminya." Sindir mama Mita mencegah Lovia terus berada didekat putra bungsunya itu.
Sementara Dini yang juga berada disana hanya diam tidak berkata apa pun. Karena baginya kini tidak perduli lagi dengan apa yang dilakukan oleh Lovia yang hanya membuat dirinya muak.
Sudah jelas baginya jika Bastian tidak akan pernah memihaknya dan lebih baik ia menjaga jarak agar hatinya tidak semakin terluka lebih dalam lagi.
"Dini... Apa sebaiknya kau ikut saja bersama dengan Bastian? " Tanya mama Mita beralih menatap menantunya itu yang hanya diam sedari tadi.
"Tidak mah, Biarkan Bastian pergi sendiri mungkin ia butuh waktu untuk sendiri. " Sahut Dini melirik kearah Bastian yang masih berdiri disamping Lovia.
"Tapi sayang apa kau tidak mengkhawatirkan suami pergi dan tinggal disana sendirian?" Sekidik mama Mita mencoba mengompori Dini.
"Tidak mah, Bastian tidak membutuhkan apa pun dari ku. " Pekik Dini dengan santai. Sementara Bastian kini menatap tak suka kepada Dini, entah kenapa hatinya tidak terima dengan apa yang dikatakan Dini barusan dan membuat suasana hatinya tidak baik.
"Kalau begitu aku pergi dulu! " Pamit Bastian memasukkan koper miliknya kedalam bagasi mobil yang dibantu oleh Kevin dan setelah itu ia pun masuk kedalam mobil dan pergi dengan begitu saja tanpa memperdulikan semua orang yang menatap bingung akan kepergiannya.
"Ada apa dengannya? " Lovia yang tak tau dengan suasana hati Bastian berkata sambil menatap semua orang secara bergantian.
"Pikir aja sendiri! " Ketus Karin yang sedang menggendong Sio kemudian berbalik dan pergi dari sana yang disusul oleh Dini dan mama Mita.
"Sial! " Lovia kesal dengan ucapan Karin kepadanya yang selalu ketus jika sedang berbicara dengannya.
Kevin yang sedang mengendarai mobilnya melirik sekilas kepada Bastian yang duduk disebelahnya.
"Bas,, apa kau benar-benar tidak mengingat sedikit pun tentang Dini? " Kevin penasaran apa yang akan dikatakan oleh Bastian.
"Tidak! " Ucap Bastian singkat.
"Dan kau tidak berusaha untuk mengingat siapa Dini? " Kevin kembali bertanya.
"Aku tidak ingin membahas ini sekarang. Kepala ku pusing dengan keadaan sekarang ini. " Jelas Bastian.
"Baik lah aku mengerti tapi aku harap secepatnya kau dapat mengingat kembali. " Tegas Kevin tanpa menoleh kepada Bastian dan tetap mengemudi.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku tidak suka mendengar ucapan Dini yang tidak memperdulikan ku bahkan mam sudah memintanya untuk ikut bersama ku tapi dia menolak dengan begitu santainya. Apa dia memang benar-benar berniat untuk bercerai dengan ku atau hanya ingin menggertak ku saja? "
Bastian menerka-nerka akan pemikiran Dini dari reaksi yang dilihat dan didengarnya barusan.
__ADS_1
Tok tok
"Boleh aku masuk? " Ternyata Karin yang mengetuk pintu kamar Dini. "Masuklah! " Suruh Dini.
"Apa kau yakin dengan berpisah dengan Bastian semuanya akan baik-baik saja? "Tanya Karin kepada Dini tanpa basa basi terlebih dahulu.
Dini menatap Karin sebelum ia berbicara. "Apa jika aku terus seperti sekarang ini akan merubah keadaan? " Dini membalas pertanyaan Karin dengan bertanya juga.
Karin menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak! tapi setidaknya kau bertahanlah lebih lama lagi dan aku yakin wanita itu akan menyerah dengan sendirinya. " Terang Karin.
"Namun kenyataan nya tidak demikian mba Karin." Dini menarik nafas panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
"Aku pasti akan bertahan sampai akhir jika Bastian menginginkan ku untuk itu namun pada kenyataannya dia menerima usalan ku untuk bercerai dengan begitu gampangnya tanpa memikirkan sedikitpun bagaimana perasaan ku dan apa yang akan terjadi nantinya setelah kami resmi bercerai. " Lirih Dini berusaha kuat dan tegar didepan Karin.
"Aku kalah karna aku mau yang terbaik untuk orang yang aku cintai. Jika Bastian menemukan kebahagiaan nya dari Lovia maka aku dengan senang hati melakukannya membiarkan wanita itu berada disisi Bastian meskipun hati ku sakit dan tidak rela. " Jelas Dini dengan tatapan kosong dimatanya.
"Kau wanita yang tegar dan aku yakin kau akan mendapatkan yang lebih baik diluar sana. " Karin memeluk Dini untuk menguatkan wanita yang rapuh namun terlihat kuat di hadapan orang lain.
Tanpa sepengetahuan keduanya ternyata mama Mita mendengar semua pembicaraan mereka yang tak sengaja lewat dan melihat pintu kamar Dini tidak tertutup rapat.
"Kasihan kamu nak. Aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mu. " Lirih mama Mita kecewa kepada dirinya sendiri.
"Tante sedang apa? " Tiba-tiba Lovia muncul didepan mama Mita.
__ADS_1
"Tidak ada, kau sendiri sedang apa? "selidik Mita karena Lovia berjalan melewati kamarnya menuju kamar Dini.
"Aku hanya ingin menemui Dini tante, ada hal yang ingin aku bicara kan kepadanya. " Jelas Lovia.
"Sebaiknya jangan sekarang menemuinya karna dia sedang bersama dengan Karin didalam dan seperti nya mereka berdua sedang tidak ingin diganggu. " Terang Mita mencegah Lovia bertemu dengan Dini karna suasana hati Dini tidak sedang baik.
"Tapi tante.. " Lovia berusaha membujuk Mita.
"Sudah lah ayo kita pergi dari sini! " ajak Mita kepada Lovia. Namun belum lagi mereka berdua bergerak pintu kamar sudah dibuka dari dalam.
"Ada apa mah? " Karin keluar dari dalam kamar karna mendengar suara dari luar kamar yang ternyata mama Mita dan Lovia yang ada disana.
"Tidak ada apa-apa sayang. Kau temanilah Dini lebih dulu dia mungkin membutuhkan mu di sampingnya saat ini! " Suruh mama Mita kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dan membawa Lovia pergi bersamanya.
"Siapa? " tanya Dini begitu Karin kembali masuk kedalam kamar Dini.
"Mama dan Lovia. " Terang Karin kembali duduk bersama dengan Dini disisi tempat tidur milik Dini.
"Memangnya ada apa mba? " selidik Dini lagi.
"Aku tidak tau, mama sudah membawa Lovia pergi. Sudahlah mungkin tidak ada yang penting. Kalau memang ada yang perlu pasti mama akan masuk menghampiri kita. " Jelas Karin yang diikuti anggukan kepala oleh Dini.
Bersambung!!
__ADS_1