
Fifi sudah bersama dengan pacar nya di suatu tempat namun yang jelas pacar nya kali ini ngambek tidak jelas apa karena kemarin? Tapi bukan kah kemarin itu juga atas rencana dari dirinya sendiri.
"Ada apa dengan dirimu? Kenapa kamu diam seperti itu?" tanya Fifi namun tidak di indahkan oleh pacar nya.
Pria itu membuang muka, memang dia juga sudah mendapatkan jatah dari perempuan lain tapi setidaknya dia ingin jatah dari dirinya.
"Kapan," Fifi terkejut, kapan apanya?
"Apa maksud mu dengan kapan?" Pacarnya segera duduk bersebelahan dengan Fifi.
"Kapan kamu mendapatkan harta dari Yusuf?" Fifi juga ingin mendapatkan harta dari Yusuf tapi Dara itu memberikan syarat berupa harus mendapatkan cucu laki-laki.
__ADS_1
"Entahlah, karena aku harus mendapatkan anak laki-laki, jika aku tidak mendapat kan anak laki-laki aku akan di ceraikan dan tidak mendapat kan apa pun." Pacar dari Fifi pun mendapatkan ide lain ,
"Bagaimana jika kita membuat nya langsung, dengan cara ini kamu bisa mendapatkan alasan, jika itu anak kita terlahir perempuan bagaimana jika kita tukar saja di rumah sakit atau jika tidak aku saja yang merawat nya."
"Lalu bagaimana dengan anak laki-laki, kita dapat dari mana anak laki-laki itu?" Pacar dari Fifi terkekeh saja itu dapat di atur.
Pacar dari Fifi Jeky sudah merencanakan jika pacar nya mempunyai anak dari dirinya apapun itu laki-laki atau perempuan dia akan senang karena apa sebenarnya dia juga sudah menikah hanya saja istrinya tidak bisa mempunyai anak jadi istri dari Jeky bersedia saja jika suaminya mencari wanita lain yang terpenting mereka memiliki keturunan.
"Apakah kemarin kamu berhubungan selayaknya suami istri?" Fifi menggeleng karena dia tidak memberikan hak suaminya.
"Tidak, memang hasrat dari dirinya sangatlah kuat tapi aku itu hanya memberikan milik ku. pada mu. " Jeky terkekeh dan merencanakan satu kali lagi yang seperti itu yang jelas Fifi harus hamil anak dari dirinya.
__ADS_1
Mengambil anak itu dan membuat istrinya senang, karena sudah belasan tahun dia memimpikan mempunyai anak namun sampai sekarang istrinya tidak kunjung hamil istrinya juga pasrah saja jika suaminya memiliki anak dari wanita lain.
"Kenapa, bukan kah katamu suami mu juga mempunyai hasrat yang lebih kuat dari pada aku." Fifi juga tidak yakin jika nantinya dia akan bersama dengan suami nya semoga saja hubungan nya dengan Jeky membuahkan hasil yang dia harapkan.
"Sudah lah, bagaimana dengan rencana mu, apa setelah aku mendapatkan semuanya kamu akan menikah dengan diriku?" Menikah dengan Fifi yang benar saja itu tidak akan pernah terjadi istrinya mana mau di ceraikan lagi pula Fifi hanyalah alat untuk mendapatkan anak tidak lebih.
"Pastinya, pokoknya kamu harus mendapatkan harta dari Yusuf setelah itu kita menikah." Dusta Jeky pada Fifi. Fifi lantas percaya begitu saja akan kebohongan dari Jeky.
"Aku pastikan aku akan mendapatkan harta dari Yusuf yang jelas mertua ku itu sangat menyayangi diriku pasti akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan nya. Anak nya saja tidak di percayai."
"Pasti perkataan mu lah yang membuat mertua mu tertipu bukan?" Fifi tersenyum saja satu langkah lagi untuk mendapatkan harta dari keluarga Yusuf.
__ADS_1