Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Salah Bicara


__ADS_3

Nur yang panik malah melihat Fiani yang sudah berada di dekat dirinya, hah dia berada di sini jangan-jangan.


"Dia, kau kenapa kau ada di sini, kembalilah ke tubuhmu. Apa kau tidak kasihan melihat anakmu?" tanya Nur membuat Fiani malah tersenyum. Fiani malah melangkah menuju cahaya terang yang ada di dekatnya.


"Jangan Fia, kau tidak boleh meninggalkan tubuhmu, kembalilah." Nur segera menarik lengan Fiani namun Fiani masih terus melangkahkan kakinya menuju cahaya terang yang ada di depannya.


"Kau... Jangan melakukan ini Fia, kasihan Faam, Fia kau bisa mendengar ku tidak! Fia!"


"Heh Nur nih bocah malah melamun..." ucap Fiani yang melihat Nur yang melamun sendiri apa yang sedang dia pikirkan.


"Hah kau kembali?" tanya Nur yang mulai lega.


"Kembali apanya sih, kau itu melamun kan apa coba? Kau ini selalu saja seperti ini, katakan apa yang sedang kau lamunkan." Nur malah cengengesan sendiri ternyata dia hanya terbayang saja untunglah tadi tidak nyata jika iya Nur tidak bisa membayangkannya.

__ADS_1


"Untunglah tadi itu aku seperti melihat dirimu pergi meninggalkan aku, kau ini membuatku takut setiap saat apalagi mengenai penyakit ini dan sekarang kau sekarang juga sedang mengandung." Fiani malah tertawa mendengarnya.


"Jadi kau menghawatirkan diriku rupanya, tenanglah aku masih sanggup kok jadi jangan khawatir akan hal itu, walaupun setidak kuat nya aku aku akan mempertahankan janin ini." Nur mulai panik itu sama saja dengan menyerahkan nyawanya.


"Kenapa kau seakan tidak memikirkan tentang keselamatan mu sendiri sih! Apa kau memang berniat memintaku untuk mengurus anakmu itu?" Fiani mengangguk memang itu tujuannya. Fiani mendapat firasat bahwa Faam pasti akan menjaga dan melindungi anaknya.


Tapi tidak Faam nantinya akan membenci anak ini, bayi yang baru saja di lahirkan, Faam akan menyalahkan anaknya karena dia yang menjadi kan istrinya antara hidup dan mati.


"Jangan pergi ku mohon, apa kau nanti tidak akan menyesal jika Faam tidak menyanyangi anaknya kau akan menyesali nya Fia. Bertahanlah aku akan menyembuhkan mu dalam waktu yang cukup lama."


Nur menghilang dari hadapan Fiani Nur mencari cara agar bisa membuat Fiani sembuh dia tidak ingin kehilangan manusia yang begitu baik ini.


Faam melihat Fiani yang tersenyum kearahnya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Fiani memecah lamunan suaminya.


"Sayang kenapa kau bersikeras untuk mempertahankan bayi kita? Aku tidak ingin kehilangan dirimu" Ucap Faam pada Fiani.


"Tadi juga aku sudah membujuknya tapi dia terus saja ingin mempertahankan bayinya." jawab Nur membuat Faam yang merasakan ada kehadiran jin rese itu menatap ke arah wajahnya.


"Sayang, aku hanya ingin melahirkannya itu saja, dia tidak bersalah dan tidak berdosa. Apa kau tidak menyayangi dirinya seperti kau menyayangi diriku?" Faam tidak bisa menjawabnya jelas saja dia sangat mencintai dan menyanyangi istrinya kenapa istrinya bisa bilang seperti itu?


"Bu bukan seperti itu sayang bukan, aku hanya menghawatirkan keadaan mu itu saja. Aku bukannya tidak menyayangi mu sayang aku menyayangi mu tapi bukan maksudku untuk..." Fiani hanya diam saja. Faam tau jika ucapannya tadi pasti menyinggung perasaan istrinya karena sudah lama dia memikirkan tentang pernikahan dan membahas buah hatinya pantas lah dia sensitif dalam masalah ini.


"Sayang aku mau istirahat."


"Sayang aku bisa menjelaskannya, aku hanya menghawatirkan keadaan mu saja tolong dengarkan aku dulu." Fiani tidak menggubris ucapan suaminya dia terlanjur kecewa karena Faam tidak mendukungnya untuk mempertahankan buah hatinya, suaminya sama saja seperti mereka yang ingin merenggut buah hatinya. Kenapa? Apa alasan nya dia hanya ingin melahirkan bayinya, melihatnya dan memeluknya apakah itu salah? Kenapa bayinya harus di gugurkan? Semua orang sangat jahat dan tidak tau perasaannya.

__ADS_1


Maaf telat up🙏🙏


__ADS_2