
Dua puluh satu tahun telah berlalu sekarang Fania sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik, begitu pula dengan kedua kakak nya yang sangat menyayangi dirinya.
Kakak nya Dion sudah ingin berangkat namun nih Dilan entah kemana perginya pasti nih mamanya sangat khawatir pada dirinya.
Dion sudah menunggu Fania di luar namun Fania masih enak enakan makan bersama dengan papa dan mamanya.
Fania memang selalu menyibukkan diri dengan kedua orang tuanya sedangkan Dion dan Dilan mereka selalu keluyuran tidak jelas namun yang lebih parahnya lagi adalah Dilan yang perginya saja entah kemana dan pulang nya tiba-tiba sudah seperti hantu saja.
Fiani memandang ke arah anak gadis nya, nih anak pasti akan bertengkar lagi dengan Dion sedangkan Dilan pasti sedang keluyuran sekarang memang Dilan itu orangnya susah di tebak.
__ADS_1
Faam sudah ingin berangkat ke kantor namun putri kandungnya enak enakan makan bersama dirinya dan istri nya.
"Fania.... Bukan kah kamu harus masuk kuliah sekarang?" Fania yang sibuk melahap rotinya tidak menghiraukan nya karena hari ini tidak ada kelas pagi.
"Tidak, dosen tidak masuk hari ini ma, nanti siang baru ada mata kuliah. " Jawab Fania dengan mengambil satu potong roti mengoleskan roti itu dengan selain strawberry. kesuksesan nya.
"Kamu ini, apa kamu tidak kasihan tuh kakak kamu menunggu, " Fania memandang ke arah jendela malas deh jika harus berangkat bersama dengan kak Dion yang ada para gadis marah marah tidak jelas padanya.
Faam tersenyum mendengar nya owh ternyata ini adalah alasan kenapa Fania lebih suka berangkat kuliah dengan motor nya dari pada harus ikut dengan kakak nya. Fania Fania.
__ADS_1
"Papa kenapa papa tersenyum wajah Kak Dilan itu sangat tampan sehingga banyak di antara mereka semua malah memarahi dan memusuhi diriku, awas saja jika Kak Dilan pacaran dengan cewek salah satu di antara mereka bakal aku suruh putus tuh."
Fiani memandang ke arah suaminya memang anak itu sangat amat tampan apalagi Dilan memang kekompakan mereka sudah tidak bisa di tandingi lagi.
"Sayang seharusnya kamu sangat bahagia mendapatkan kakak dengan wajah tampan seperti mereka, " Fania yang mendengar akan hal itu terkejut bahagia? Bahagia apaan dari ujung ke ujung dia mendapatkan hadiah memang benar tapi hadiah untuk kakak nya hah kan kesal tapi ada untung nya kok tapi ya itu resiko mempunyai kakak tampan hah ribet deh ribet.
"Mama enak sih enak tapi tidak dengan mengatakan hal aneh tentang diriku juga kalik ma.. " Dion sudah berdiri dan memasang wajah juteknya nih adiknya kenapa sih dari tadi bukannya berangkat nah ini malah enak enakan duduk apa dia tidak tahu ini sudah hampir telat tahu.
"Terus dek pinter banget kamu ya, kakak ada kelas pagi tahu dan kenapa kamu malah enak enakan makan terus, cepetan... " Ucap Dion seraya menarik lengan adiknya yang super lelet mungkin siput lebih cepat di bandingkan dirinya.
__ADS_1
"Iya iya bawel. " Faam tersenyum begitu juga dengan Faam ketiga anak mereka sudah tumbuh dewasa dan apa dia juga harus kehilangan Dilan dalam hidup nya?