Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Cinta masa kecil


__ADS_3

Ardan tidak melanjutkan aksinya karena ia lupa jika Liana baru saja keguguran jadi tidak boleh melakukan hubungan suami istri.


Liana bengong kenapa kekasihnya diam saja apa yang dia pikirkan?


"Maaf sayang aku tidak bisa melakukannya, kan kau baru saja keguguran pasti masih sakit bukan? Sebaiknya kita istirahat saja, lagian aku juga tidak ingin menyakiti dirimu aku bukan orang yang beringas yang akan menyakiti wanitanya." Liana tersenyum ternyata Ardan sangat mencintainya padahal tadi dia memang sengaja memancingnya tapi tidak di lakukan padahal tadi dia bilang sudah ingin melakukannya namun dia tidak jadi karena dia lebih memilih menahan hasratnya dari pada harus menyakiti wanitanya.


"Aku janji sayang akan setia padamu, tapi kemungkinan apakah kau akan menolong ku jika aku sampai dikejar-kejar oleh seseorang. Terlebih pasti mereka akan menginginkan hal yang tidak ingin aku lakukan. " Ardan bingung bapa yang baru saja Liana ucapkan sepertinya dia tengah memberitahukan sesuatu tapi apa? Kenapa dia tidak dapat menebaknya? Apa jangan-jangan ini berhubungan dengan Soni? Pasti? Pasti ini beneran? Beneran berhubung dengan Soni, tapi apa yang harus dia tolong?


"Sebenarnya aku sudah di jual di laki-laki hidung belang, mereka akan mencari ku karena mereka sudah membayar ku." Ardan ternyata benar dalam menebak, dia harus menyelamatkan wanitanya, kurang ajar tuh Soni jika melihatnya langsung harus di beri pelajaran.


"Apa? Katakan siapa yang menjual mu? Apa dia Soni?" tanya Ardan.


"Benar, dia memperkerjakan diriku di tempat hiburan malam, tapi sumpah aku hanya dua kali melakukannya." terang Liana.


"Karena kebanyakan dari orang yang menyewa ku hanya ingin memuaskan hasrat mereka. Mereka tidak menginginkan mahkota ku melainkan hanya memuaskan hasrat saja." Ucap Liana jujur dia tidak ingin membohongi seseorang yang sudah tulus mencintai dirinya dia tidak ingin jika seseorang sampai menghasut nya dan dia di tinggalkan seorang diri.


Ardan mengepalkan tangan ternyata selama ini Liana di pekerjakan di tempat malam, dan Liana tidak bisa melakukan apa pun.


"Lalu kenapa, kenapa kau tidak kabur?" tanya Ardan masih mengepalkan tangannya ia tidak terima jika kekasihnya si perlakukan sesuka hati Soni.


"Saat aku ingin melarikan diri Soni mengancam ku jika aky tidak menurut maka semua impianku akan hancur dan sekarang berkat dia juga impianku sudah dihancurkan hingga menjadi butiran debu."

__ADS_1


"Sayang, aku akan menangkap Soni dan menjebloskan dia dalam penjara. Aku tidak ingin pria brengsek itu berkeliaran bebas setelah dia ingin membunuhmu dengan membuang dirimu di jalan apalagi setelah dia berhasil menggugurkan bayimu."


Liana memeluk Ardan kenapa dia terlambat menyadari jika Ardan mencintai dirinya dengan tulus dan tidak mengenal syarat apapun.


"Sudah lah, sekarang jangan pikirkan orang lain lagi sekarang kan aku sudah ada bersama mu jadi..."


"Kenapa kau bisa bilang begitu? Aku hampir kehilangan dirimu dan kau seakan tidak memperdulikan jika aku mencemaskan mu, kau tau apa jadinya jika aku mendengar kabar jika kau pergi untuk selamanya? Aku? Aku orang pertama yang akan hancur." ucap Ardan yang memeluk Liana dengan erat dia tidak bisa membayangkan orang yang ia sayang harus pergi meninggalkannya.


"Sayang jangan menangis, lihat aku baik-baik saja, sekarang aku sudah ada di pelukanmu kau tidak perlu takut akan hal itu. Sekarang lebih baik kau istirahat saja, pasti kau lelah terlebih lagi lusa kan kau sudah kerja pasti kau akan sibuk. "Liana tidak bisa memungkiri akan hal itu pasti kekasihnya akan meninggalkan nya sendirian tapi jika dia tidak bekerja bagaimana?


"Baik, aku kan istirahat tapi aku ingin memeluk dirimu, aku tidak ingin kau kenapa-napa." Liana melepaskan pelukan Ardan dan tertawa. Segitu besarnya cinta Ardan sampai tidur harus di temani oleh dirinya.


"Kenapa kau ingin tidur dengan ku, bukankah tadi kau tidak ingin melakukan hubungan suami istri? " tanya Liana berpikir kemana-mana.


Ardan membawa Liana ke kamar miliknya.


Liana melihat beberapa poto yang terpasang di dinding, bukankah ini adalah foto saat dia berada di taman, di kantor dan bahkan ada foto masa kecilnya anehnya dapat dari mana nih si Ardan memang kekasihnya sungguh di luar dugaan mencintainya.


"Ini kamar mu sayang? Kenapa banyak sekali fotoku di dinding dan lihat ternyata ada fotoku saat aku masih kecil bersama dengan seorang cowok rese namun aku mencintainya eh! " Ardan senyuman senyum tidak jelas saat Liana mengatakan jika cowok rese namun dia mencintainya apa dia tidak tau jika Foto itu adalah foto dirinya saat bersama Liana waktu mereka berdua masih kecil.


"Maaf ya sayang aku mau dikit cerita tentang dia, di adalah cowok yang aku cintai waktu itu aku pernah mengatakan padanya jika aku akan menikah dengan nya saat aku sudah besar, bagaimana ya bagaimana kabar dia saat ini, apakah dia masih mengingat duriku terlebih sudah hampir 13 tahun aku tidak bertemu dengannya. Tapi kenapa Foto ini ada bersama mu sayang?" tanya Liana yang heran kenapa Foto ini ada di kamar Ardan.

__ADS_1


"Dan apa kau masih ingin menikah dengannya?" tanya Ardan memancing pertanyaan.


Liana tidak bisa menjawab nya bagaimana mungkin dia menjawabnya pasti Ardan akan berpikir yang tidak-tidak Liana tidak ingin kehilangan Ardan sama seperti dirinya kehilangan anak laki-laki rese itu.


"Tidak, aku pasti memilihmu karena apa kau sudah dengan tulus menerima diriku, soal anak laki-laki itu pasti dia sudah menikah sekarang." terang Liana


"Kenapa? Kenapa kau bisa yakin? Pasti dia akan menunggu dirimu, dan tidak akan melepaskan dirimu seperti ini." Ardan memeluk Liana membuat Liana hanya bisa mematung tanpa bisa mengatakan apapun.


"Kenapa? Kenapa dia seperti ini apa dia kecewa dengan diriku?" batin Liana panik karena menurutnya dia salah bicara.


"Aku tidak akan melepaskan dirimu seperti saat itu, aku akan memenuhi janji kita berdua. Kita berdua akan menikah di dekat danau dengan berhiaskan bunga warna putih yang kau inginkan."


"Hah, Bunga warna putih bukankah itu ucapan.... "


"Kau? Apa itu kau?" tanya Liana menanyakan jika memang benar itu dia jadi selama ini cinta pertamanya sudah ada di dekatnya dan bodohnya dia tidak mengetahuinya dan justru menyia-nyiakan dirinya.


Kedua bola matanya berkaca-kaca ia tidak percaya jika di hadapannya adalah anak laki-laki yang tiga belas tahun lalu ia cintai.


"Ya ini aku, ini aku putri Lili ku," Ardan tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya.


"Maafkan aku karena aku tidak bisa mengenali dirimu," terang Liana langsung mendekap tubuh Ardan.

__ADS_1


"Tidak apa sayang, aku bahagia sekarang impian masa kecil kita akan terwujud, namun kau harus bersembunyi di sini untuk sementara waktu, soal makanan aku akan atur hal itu yang penting kau selamat dan tentunya aman." terang Ardan menjatuhkan badan nya ke kasur empuknya dan mendekap wanitanya erat.


"Aku akan menjagamu sayang, tak akan aku biarkan ada seseorang yang menyakiti mu termasuk Soni sekali pun aku akan memberikannya pelajaran setimpal karena gara-gara dia aku hampir saja kehilangan dirimu." batin Ardan yang memeluk tubuh Liana ia berjanji untuk selalu melindungi dirinya apapun yang terjadi.


__ADS_2