Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Yang lagi cemburu


__ADS_3

Mila memandang lekat sosok Hikmal anaknya, bertapa dulu dia sangat mencintai Fiani orang yang saat ini sudah bersuami.


Bagaimana dulu Hikmal anaknya memohon dengan sangat namun Mila tidak mengizinkan anaknya untuk mempersunting wanita yang dia cintai.


Betapa dulu dia sangat menentang hubungan anaknya dengan Fiani.


Mila justru lebih memilih untuk menikah kan anaknya dengan wanita lain yang pantas bersanding dengan anak semata wayangnya.


Namun sayangnya itulah awal mulanya, awal Mila bencana di keluarganya.


Mila mendapatkan kabar jika anak semata wayangnya mengalami kecelakaan.


Seandainya Mila dapat memutar waktu mungkin dulu wanita yang sudah bersetatus sebagai istri orang ini mungkin akan menjadi menantunya dan hal yang membuat hati nya teriris tidak akan mungkin terjadi.


"Saya hanya ingin melihat anak saya bahagia itu saja." Faam menggeleng kan kepala nya nasi sudah menjadi bubur baru sadar jika dia yang salah.


"Lalu mengapa anda dulu tidak membiarkan putra anda untuk menikah dengan wanita yang saat ini sudah menjadi milik saya?" Mila menjatuhkan air matanya.


Memang semua ini salahnya, karena ke egois dirinya dia tidak bisa membuat putra nya bahagia tidak bisa membuat anaknya tersadar kembali dari tidurnya.


"Karena... "


"Ya karena itu lah.... Sekarang Fiani sudah menjadi wanita yang paling saya cintai. Dan baiklah karena saya baik hati."


Fiani terkekeh mendengar ucapan suaminya baik hati dari mananya? Orang resenya kebangetan.


"Baik hati nya katanya!" dengus Fiani sedikit sebal dengan ucapan suaminya namun dia bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Saya memberikan dua kali bertemu dengan istri saya, dan kali ini tidak ada penawaran lain." Mila sangat berterima kasih karena ternyata Faam berbaik hati untuk menampung anak nya dan memberikan izin bagi anaknya bertemu dengan Fiani walau hanya dua kali saja.


"Bukankah itu sangat kejam tuan?" tanya Wulan malah menyela pembicaraan Faam.


"Tidak, saya sangat berterima kasih karena Tuan masih memberikan izin pada anak saya untuk bertemu dengan istri tuan. " terang Mila yang tersenyum.


"Baiklah, tugas ku di sini juga sudah selesai dan Yuda bisa bantu kan?" Yuda yang tadinya hanya diam saja malah melongo apa yang dirinya bisa bantu?


"Pasti ini soal angkat mengangkat." tebak Yuda


"Tepat sekali." Jawab Faam tersenyum di akhir kalimat.


"Bimo.... " teriak Yuda membuat seseorang yang tadinya menunggu di depan segera berlari menghampiri Yuda.


Pria berbadan tegap dan bertubuh besar segara memberikan salam dengan membungkuk kan badannya.


"Buset, kamu apakan nih anak orang? Bukankah dulu Bimo tidak sekekar ini?" Yuda terkekeh.


"Parah kamu Yud!" lanjut Faam sambil geleng-geleng kepala.


"Heh Bim, kamu di siksa ya sama cecunguk gila ini?" tanya Faam ngasal.


"Heh, jaga bicaramu sob, aku ini Tuan yang baik hati tau." Faam membuang napas kasar baik dari mananya?


"Tidak saya tidak di siksa saya hanya terlalu banyak berolah raga saja Tuan Faam." Faam membuatkan matanya tuh kan dasar Yuda memang deh jika dia mempunyai ambisi orang lain yang akan terkena akibatnya eh tapi kan bisa di manfaatkan juga hehe.


"Baiklah, Nyonya, sekarang ikut kami." pinta Faam yang segera mengantarkan Mila menuju mobil sekarang tinggal lah Hikmal yang sudah di gendong oleh Bimo.

__ADS_1


"Fia... " teriak Yuda membuat Faam memandang Yuda dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh sedangkan Ana membuatkan mata.


"Ngapain kamu panggil istriku? Minta di hajar kamu ya?" tanya Faam yang jengkel nih bocah sudah tau suaminya ada di sini masih juga menyapa istri orang.


"Santai, kita kan sahabat, aku hanya memastikan ke adaan istri kamu saja kok. Jangan lah marah nanti jika kamu marah cepat tua."


"Hais!! "


"Siapa ya?" tanya Fiani yang lupa dengan sosok Yuda yang dulunya di ajak Kong kali Kong namun gagal.


"Kok malah siapa sih, aku ini pahlawan mu tauk. " pekik Yuda membuat Faam naik pitam nih memang sengaja minta di tabok juga nih bocah.


"Pahlawan apanya?"


"Dulu aku yang selalu... "


"Sudah sudah mendengar ocehan mu telingaku menjadi panas tauk. Hah!!" pekik Faam yang segera menarik lengan Fiani agar menjauh dari sosok gila itu.


"Aneh, ada apa dengan diriku, Yuda hanya bercanda dengan Nona namun aku, aku ini kenapa sih apakah aku sedang cemburu? Aku cemburu ah tidak mungkin!" ucap Ana sambil menggeleng geleng kan kepalanya melihat betapa naif nya Yuda dan Faam malah terbakar cemburu.


"Nah loh ada yang kebakaran jenggot tuh hahaha." pekik Wulan membuat Ana tersenyum.


"Heh, Lan. Kenapa dengan Faam?" Wulan terkejut mendengar pertanyaan dari Yuda nih cowok malah nempel nempel segala.


"Kau ini, jangan ganggu orang yang sedang cemburu buta kan kena batunya." ucap Wulan namun Ana segera menerobos melewati keduanya.


"Eh... Kenapa dengan Ana?" tanya Wulan yang melihat Ana segera berlari meninggalkan keduanya yang ada di belakang.

__ADS_1


"Hah apakah dia cemburu ?? "


__ADS_2