Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 25. Kehadiranmu adalah bahagia ku


__ADS_3

Setelah satu tahun berlalu akhirnya ada titik terang mengenai keberadaan keluarga Bastian. Berkat usaha dari Kusumo, orang tua dari Lovia yang terus berusaha mencari tau tentang asal usul dari keluarga Bastian yang sampai saat ini masih belum pulih ingatannya akibat kecelakaan yang melibatkan putrinya Lovia.


Tak kunjung bisa mengingat siapa dirinya sebenarnya, Bastian selama ini di rawat oleh keluarga Kusumo dan Lovia yang terus berada di dekatnya menyimpan rasa ketertarikan nya terhadap Bastian yang biasa mereka panggil dengan sebutan Rian.


Lovia yang memberikan nama tersebut karena ia merasa seperti melihat kembali sahabat kecilnya sewaktu ia masih berada di bangku sekolah dasar yang kini tak tau dimana keberadaannya.


Bastian yang tak ingat apa pun tentang dirinya hanya menurut dengan nama yang diberikan oleh Lovia kepadanya.


Saat ini Bastian, Lovia dan juga Kusumo tengah berada di kediaman keluarga Nugroho untuk mempertemukan Bastian kepada keluarganya kembali.


Kedatangan mereka disambut baik oleh keluarga Nugroho, bahkan merka seperti tak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat sekarang. Putranya yang satu tahun lamanya berpisah dengan mereka tanpa tau kabar dan keberadaannya.


Mita berlari memeluk putranya yang selama ini ia rindukan, air mata Mita turun begitu saja tentu air mata kebahagiaan. Serasa tak percaya dengan kembalinya putranya itu sampai ia terus memeluk tubuh yang sudah lama ia rindukan itu.


Nugroho tak tinggal diam ia segera bergabung memeluk istri dan putranya tersebut. Sementara Bastian hanya diam mematung dengan perlakuan keduanya. Bingung harus bersikap seperti apa? hanya saja ia mencoba menerima pelukan itu sembari berpikir apakah kedua orang yang sedang memeluknya ini adalah benar orang tua kandungnya?


"Jika ia kenapa mereka tidak mencari ku selama ini?" gumam Bastian didalam hatinya.


"Kamu dari mana saja nak? " Mita bertanya kepada Bastian sambil melepaskan pelukannya dari tubuh putranya itu yang di ikuti juga oleh Nugroho melepas pelukannya kepada kedua nya.


Mita dan Nugroho menuntun Bastian duduk di sofa secara bersama-sama yang diikuti oleh Kusuma dan Lovia. "Maaf sebelumnya" Kusuma berucap dan Mita beserta Nugroho sontak menoleh kearahnya.


"Perkenalkan saya Kusuma dan ini putri saya Lovia. Maaf karna kami terlalu lama menemukan keberadaan keluarga anda. Dan baru sekarang kami bisa membawa putra anda kembali."


"Tidak apa tapi bagaimana ceritanya putra kami bisa bersama kalian?" selidik Nugroho.


"Sebenarnya satu tahun lalu putri saya Lovia terlibat kecelakan dengan Rian." Terang Kusuma.


"Rian?" Mita kebingungan dengan perkataan Kusuma.

__ADS_1


"Maksud saya putra Anda."


"Bastian. Namanya Bastian ucap Mita sambil menatap sosok putranya yang begitu ia rindukan.


"Maaf" lagi lagi Kusuma meminta maaf atas ketidak tahunnya itu.


"Tidak apa-apa pak Kusuma, tapi apa sebenarnya yang terjadi? kenapa putra kami seperti tidak antusias bertemu kami orang tuanya." Selidik Nugroho.


"Sebenarnya dia mengalami lupa ingatan dan hal itu juga lah yang menyulitkan kami untuk mengetahui identitasnya karena pada saat kejadian tidak ada identitas yang kami temukan saat itu."


"Terima kasih sudah merawat putra kami. " Pungkas Mita terharu mendengar kejadian yang dialami putranya itu dan masih ada orang begitu peduli dengan kondisi putranya itu serta merawat dan mencari keberadaan keluarganya.


Karin keluar dari kamarnya hendak membawa bayi Sio keluar hanya sekedar berkeliling rumah untuk menghilangkan rasa bosannya. Namun alangkah terkejutnya ia melihat keberadaan tamu yang tengah duduk disana bersama dua orang asing baginya.


Ia pun kemudian menghampiri dan seolah tak percaya ia terlihat bingung namun ada rasa bahagian melihat kembalinya Bastian yang sudah menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga selama ini.


"Ia sayang, Bastian kita telah kembali" Mita tersenyum bahagia. "Oya kamu bisa tolong panggilkan Dini kesini pasti dia akan senang dengan kedatangan suaminya ini."


"Baik, mah Karin panggilkan Dini dulu."


"Ia sayang!"


"SUAMI?" ulang Lovia bingung.


"Ia, Bastian ini sudah menikah dengan Dini, dan waktu itu mereka ke Bali untuk berbulan madu namun pada saat itu Bastian hilang tak tau kemana?


Bahkan kami tinggal selama satu minggu disana untuk menunggu kabar dari pihak kepolisian namun hasilnya nihil.


Tapi sekarang Bastian kami telah kembali lagi." Terang Mita dengan mata yang sudah berkaca-kaca mengingat kejadian itu.

__ADS_1


Bastian yang menatap Mita dengan tatapan yang tak bisa diartikan antara bingung, namun dari mata Mita ia dapat melihat bahwa wanita yang berada didepannya saat ini sepertinya benar-benar merindukan dirinya.


Sementara Lovia sudah harap-harap cemas menunggu kedatangan istri dari Bastian, betapa tidak ia cemas. Selama ini ia sudah menghabiskan waktunya untuk. merawat Bastian dan diam-diam menyukai Bastian.


Tapi saat ini dunianya seakan berhenti setelah mengetahui kebenaran bahwa Bastian sudah menikah. Jika ia tau hal ini sebelumnya pasti ia akan menahan Bastian untuk tidak bertemu dengan keluarga. Itulah yang ada dipikiran Lovia saat ini.


Tak lama kemudian muncullah Dini menuruni tangga menuju ruang tamu dengan menggendong bayi mungil itu di dekapannya. Bastian terus melihat gerak-geriknya seakan matanya tak mampu berpaling dari sosok yang tengah sibuk menggendong bayi mungil itu sambil terus menciumi pipi tembam bayi itu seakan tak memperhatikan keberadaan orang disekitarnya.


Dini memang selalu seperti itu jika sudah bersama Sio yang lagi imut-imutnya di usianya yang memasuki 5 bulan.


Bahkan Mita mengajaknya duduk disampingnya dengan menepuk sofa disebelahnya hanya menurut saja tanpa memutuskan interaksinya dengan Sio.


Sampai akhirnya ia mendongakkan kepalanya, barulah ia menyadari siapa yang berada dihadapannya kini. Seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pandangannya terus memandangi sosok yang ia rindukan itu. Sepersekian detik kemudian ia memiringkan kepalanya seakan berpikir sejenak, apakah ini hanya khayalan atau sungguh sedang terjadi seperti ini.


Mita melihat tatapan Dini yang begitu dalam dan air mata Dini sudah berada di pelupuk matanya yang kapan saja siap turun membasahi wajah itu.


"Bastian kita telah kembali" Mita berucap yang menghentikan pandangan mata Dini ke Bastian dan beralih menatap ke Mita ibu mertuanya itu kemudian beralih menatap Nugroho.


Nugroho yang mengerti tatapan Menantunya itu, menganggukkan kepalanya memberi jawaban atas tatapan Dini.


Dini memindahkan Sio dari pangkuannya ke Karin yang masih berada di dekatnya kemudian ia menghampiri Bastian, memeluk tubuh itu seraya melepaskan rasa rindu dan rasa sakit dihatinya setelah sekian lama berpisah dan tak tau keberadaan suaminya itu.


Pelukan itu semakin ia pererat dan isak tangisnya tak bisa ia bendung lagi. "aku sangat merindukan mu" singkat Dini tanpa melepaskan pelukan itu namun ada seseorang yang merasa sakit melihat pelukan itu.


Pelukan yang sangat membuat hatinya tak rela membenarkan itu terjadi namun ia tak punya hak untuk menghalangi pelukan itu, pasalnya yang dipeluk juga tidak menolak pelukan tersebut hanya saja ia terlihat ragu untuk membalas pelukan itu namun tetap ia membalas pelukan itu dengan rasa bingung dengan situasi itu.


"Cukup...!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2