
"Aduh...ada apa sih Mba..."Kata Rani berusaha menahan sakit agar temannya tidak tahu tentang lukanya.
Raut muka Rani yang menahan sakit tidak luput dari pandangan Erland.
"Itu ada CEO"Bisik Cindi.
Rani mengangkat kepala nya dan tidak sengaja matanya bertemu pandang dengan Erland.
Jantung nya mulai berdetak kencang dan rasanya ingin berlomba lomba keluar dari tubuh nya.
Rani berusaha menenangkan debaran jantungnya dan berusaha menunduk agar bisa mengatur semuanya.
Erland pun tidak luput dari getaran di hati nya yang tiba tiba ketika mata bertemu pandang dengan karyawannya.
"Pagi Pak..."ucap Rani setelah berhasil menenangkan debar jantungnya.
"Hmmm..."Jawab Erland sambil berlalu karena Dia tidak bisa mengatasi getaran hatinya dan Dia takut wibawanya jatuh di depan karyawannya.
Johan dan Ferdi mengikuti langkah Erland yang menuju lift khusus CEO.
"huft.....
Cindi mengeluarkan nafas panjang,dan mengelus dadanya.
Setelah Erland berlalu Rani pun duduk dan menyandarkan badannya sambil menutup matanya.
Ah...gua kira hati gua sudah penuh persiapan,karena cepat atau lambat gua bakal ketemu lo land...tapi ternyata hati gua goyah...kenapa hati gua tidak bisa seperti dulu land...yang penuh kebencian...kenapa hati gua jadi luluh ketika melihat mata mu,karena mata itu yang selalu ku lihat dari anak anak kita,apakah lo mengingat gua land...gadis yang lo benci bahkan gadis yang telah lo rusak masa depan nya.
Air mata Mayra tidak terasa menetes karena kegundahan hati nya.
Ah...kenapa gua jadi cengeng kaya gini untung ga ada si kembar dan tiga serangkai resek yang melihat gua di saat gua rapuh.
"Kamu ga apa apa Ran?kamu menangis?"tanya Cindi sambil melihat ke arah Rani.
"Eh...ga apa apa Cin..kaki Aku sakit tadi aku paksa pakai sepatu karena ada CEO takut kalau Dia marah"Jawab Rani sambil melepas kan sepatunya.
"Aku rasa kalau kamu jujur CEO tidak akan marah?"
__ADS_1
"Tapi Aku takut Cin..dan ga mau bertaruh lagian tadi kamu lihat kan CEO dingin banget dan tidak membalas sapaan kita ..sariawan mungkin ya"Kata Rani berusaha mencairkan ketegangan di hati nya.
"Kamu Ran..ada ada aja,dari kemarin Ceo memang begitu orang nya..mungkin sudah karakter nya kali"Kata Cindi.
"Bisa jadi...dan aku rasa asistennya sama sama aja,dan bisa di sebut triple man kulkas"Kata Rani.
"Apa itu...istilah baru ya..."
"Iya..tiga laki laki kulkas...ha...ha..."Rani dan Cindi tertawa bersama.
"Hei..apa apa an kamu ya...berisik ini di tempat kerja bukan di hutan..."Teriak Johan mengagetkan mereka.
"Dan kamu...saya dengar kata kata kamu,nanti Saya adu in ke Pak Bos"Kata Johan sambil.mrnunjuk ke arah Rani.
"Idih..pak Johan...datang datang nimbrung aja..menguping ya..nanti telinganya sebesar punya gajah lo kalau suka menguping...ternyata selain laki laki kulkas mulut pak Johan kaya cewek suka mengadu"Kata Rani masih menyandar di kursi nya.
"Kamu...awas lo ya..sudah sana kamu di panggil CEO.."Kata Johan sambil mengacak rambutnya karena menahan emosi,dari awal bertemu gadis ini selalu menguras emosi.
"Saya...pak...ga salah?emang saya melakukan kesalahan apa?apa gara gara tadi saya tidak menyambut dengan baik?tapi kan saya sudah menyapanya?atau kemarin karena saya ga masuk?apa Bapak tidak menjelaskan alasan saya?"Kata Rani terkejut dan langsung berdiri dari duduknya.
"E...tunggu Pak Johan...oh ya mbak Cin...itu sudah saya pisah yang perlu di bawa di beberapa divisi,tolong lanjutin lagi...saya ke ruang Ceo dulu ini menyangkut nasib saya disini"Kata Rani sambil berlari mengejar Johan.
"Iya..Ran tenang aja ,hati hati nanti kaki kamu sakit lagi"Teriak Cindi.
"Sip Mba..."Kata Rani.
untung di ingetin Cindi,gua hampir lupa kalau pura pura sakit di kaki..ah..gara gara lo Land..mau apa sih ketemu,baru saja bisa menenangkan jantung ini harus ketemu lagi.
Hai...jantungku yang baik tolong bisa bekerja sama ya...kita kan datu tim.
"Pak Johan tunggu...aduh..."Teriak Rani sambil tertatih tatih larinya biar totalitas akting nya.
"Kaki lo kenapa?"tanya Johan setelah tahu Rani susah berjalan.
"Masih nanya..kemarin kan sudah di bilang Saya habis kecelakaan la..ini hasilnya..Kaki saya sakit,lagian Bapak sih buru buru amat...Saya kan ga tahu kantornya CEO"Kata Rani sambil Berjalan tertatih menuju lift.
"Lantai 66?tinggi amat Pak..ga salah?ini gedung lantai berapa sih?"Tanya Rani terheran heran.
__ADS_1
"Kamu kerja di sini tidak tahu gedung ini lantai berapa?"Tanya Johan
"Ga...di mbah Google tidak menerangkan jumlah lantai nya"Kata Rani polos.
"E..tunggu Pak...saya masuk di lift ini?"Tanya Rani sambil menunjuk Lift CEO
"Iya kenapa?"Tanya Johan sambil menaikkan alis nya.
Rani mencium baju nya kanan kiri.
"Bau ga pak?"Tanya Rani sambil mendekatkan diri dengan Johan.
"Kamu...apa apa an sih.."Tanya Johan terkejut karena tiba tiba mendekatkan diri dan Johan mencium parfum yang pernah di pakai seseorang waktu penyelamatan Arini.
Parfum ini...
"Idih..pak Johan..apa apa an sih...bukan parfum yang saya maksud tapi badan saya bau ga?katanya Ceo ga suka orang yang bau"Kata Rani langsung mengundurkan diri karena menyadari Johan mengenal Parfum yang Dia pakai waktu di Bali.
Sitt...gua lupa kenapa harus pakai parfum ini sih...tadinya gua hanya fokus di parfum yang Erland kenal,tapi gua lupa kalau johan juga mengenal gua,wah kayanya otak gua memang butuh refreshing biar ga tulalit gini
"Ternyata selera lo rendah juga ya Han..."kata Seseorang yang tiba tiba di belakang mereka.
Rani menoleh dan melihat ke arah suara.
Setya...akhirnya...
"Selamat pagi Pak Setya..."Jawab Johan memberi hormat karena Dia tahu Setya adalah asisten pribadinya Tuan Besar jadi Dia tahu kalau kedudukannya masih di bawah nya.
"Saya dengar Tuan mu kembali?"Tanya Setya sambil masuk ke dalam Lift dan berusaha menghindar dari Rani,karena Dia merasa jijik dengan karyawan rendahan.
"Ya Tuan...kemarin malam"Jawab Johan.
"Apa Dia tidak apa apa?"Tanya Setya.
"Maksud Tuan?"Kata Johan sambil menatap Setya penuh curiga karena apa yang di alami Erland kemarin malam hanya orang orang tertentu yang tahu,tapi kenapa Setya bisa menanyakan itu.
"Maksud Saya apakah Dia sehat?ga kecapekan apa habis perjalanan jauh langsung masuk kantor?"Kata Setya memperbaiki perkataannya karena Dia menyadari kecurigaan johan
__ADS_1