Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Kecurangan


__ADS_3

"Sayang kau itu janganlah sadis pada adikmu," Sadis siapa yang dibilang sadis itu dia hanya bercanda saja bagaimana mungkin dia akan sadis pada adiknya sendiri mengingat saat ini hanya adiknya lah orang yang ia punya sebelum datangnya Liana dalam hidupnya.


"Aku mau tanya? " ucap Liana ingin tahu bukankah Rendra bukan adik kandung dari Ardan lalu mengapa dia sangat menyayangi adiknya itu?


"Tanya apa sayang katakan saja."


"Rendra itu bukan adik kandung mu tapi kenapa kau sangat sayang padanya? " tanya Liana ingin tahu mengenai Rendra si songong itu dulu tapi.


"Karena dari kecil ayah dan ibu tiri ku tidak pernah sekali pun membeda bedakan antara aku dan Rendra, orang tuaku menyayangi diriku tidak ada perselisihan antara aku dan Rendra setiap Rendra menginginkan sesuatu ayah terutama ibu tiri ku pun bertanya padaku apakah aku juga menginginkan sesuatu." Liana mengerti mungkin ayah dan ibu nya dulu sangat menyanyangi anak-anak dan tidak membeda bedakan anak pantas Ardan sangat sayang pada adiknya tapi kenapa dia sangat rese sekali?


"Ah pasti kalian keluarga yang sangat bahagia bukan?" tanya Liana.


"Iya tapi kenyataan pahit pun datang, ayah dan ibuku meninggal dalam perjalanan pulang dari luar negeri. Sejak saat itu aku berjanji untuk menjaga adikku ayah dan ibuku saja sangat menyayangi diriku lalu kenapa aku tidak menyanyangi adikku? Aku sangat menyayanginya tapi dia agak rese karena sejak kecil memang dia rese kok tapi jika dia salah dia kan mengakui perbuatannya terkadang aku sampe geleng-geleng kepala ketika aku bekerja dan ada seorang guru yang datang ke rumah katanya Rendra sangat nakal dan akhirnya dia di skors selama dua minggu. Ya saat aku bertanya baik-baik apa yang dia lakukan ternyata dia hanya lah korban dari fitnah temannya yang tidak ingin tersaingi karena saat itu ada pemilihan ketua OSIS. Aku tau kok pasti kau sangat risih jika ada dia bukan?" tanya Ardan.


"Tidak hanya saja jika ada dia kan aku dan kamu tidak bisa bermesraan itu saja kok." pekik Liana disambut senyuman dari Ardan, Ardan kira Liana akan marah apalagi saat Ardan lebih memperhatikan adiknya dari pada dirinya memang Liana sudah berubah bukan lah Liana yang dulu yang suka marah-marah tidak jelas sekarang dia justru lebih bisa mengambil sikap dan sering bercanda layaknya seorang kakak pada adik untunglah tidak ada perselisihan antara mereka jadi dia tidak perlu khawatir lagi jika suatu saat dia keluar kota pasti adiknya akan menjaga kakak iparnya dengan baik.

__ADS_1


"Aku kira kau cemburu?"


"Hah cemburu? Aku? Cemburu dengan adik mu kau ini lucu, aku akan cemburu jika ada wanita yang dekat apalagi tebar pesona dengan mu itu barulah aku akan cemburu lah ini cemburu pada adikmu tidak lah aku tau kok kau pasti sangat mencemaskan adikmu terlebih lagi adikmu kan susah untuk makan. Eh tapi aku bawakan makanan kok dia mau makan sih? "


"Adikku bukanlah orang yang susah untuk makan malah sebaliknya dia itu doyan makan hanya saja aku terlalu memaksanya untuk bekerja jadi dia sekarang terbiasa lupa untuk sarapan, seharusnya aku lebih memperhatikan dia bukan?" tanya Ardan pada Liana.


"Aku tau kok ini bukan salahmu, adikmu juga tidak ingin kau sakit bukan? Em bagaimana kalau setiap jam istirahat aku akan membawakan kalian berdua makanan aku tau kok sayang pasti kau sangat mencemaskan diriku apalagi di kantor ini pasti banyak yang masih mengira jika aku orang jahat kan santai aku tidak akan mengambil pusing hal itu aku akan bersikap biasa saja kau tenanglah. "


"Kau tau saja jika aku mencemaskan dirimu, lalu apa saat kau datang kemari apa kau sudah makan?" tanya Ardan ingin tahu.


"Sayang coba deh kau cek ini, kenapa selisih nol nya sangat banyak bukankah pengeluaran dan pemasukan bulan ini adalah sekian lalu kenapa bisa muncul sekian banyak ini dari mana dan kemana dana yang selebihnya?" ucap Liana membuat Ardan memandangi Liana dan tidak melanjutkan makanannya.


Memandangi kertas putih dan memandangi banyaknya angka dan nol.


"Hah, apa benar? Sini biar aku lihat." ucap Ardan yang segera mengambil alih beberapa lembar kertas ini semua sebenarnya bukan tugas nya tapi dia ingin mengecek saja karena sebelum Faam pergi Faam meminta untuk mengecek ulang semuanya.

__ADS_1


Dan ternyata benar perkiraan Faam ada kecurangan dan ini nominalnya sangat besar kurang ajar milik siapa proposal ini?


"Dia sangat licik, dia menghilangkan beberapa nol saat penjumlahan kurang ajar tapi pasti orang yang sama orang itu terus menerus merugikan perusahaan tapi kenapa Faam tidak memecatnya?" Liana baru ingat orang yang mengurus keuangan kantor adalah pria yang sama dia beralasan bahwa dia menggunakan uang itu untuk biaya berobat tapi sampai sekarang Liana masih belum percaya karena apa tidak mungkin kan setiap bulan dana mengucur sangat besar dan tidak mungkin biaya rumah sakit sebesar itu.


"Itu orang yang sama, aku juga dulu menyelidikinya aku tidak akan mengampuni dia lagi dia itu sengaja memanfaatkan keadaan untuk keuntungan dirinya sendiri." Rendra melihat beberapa nol di penjumlahan yang aneh itu.


"Apa kau juga mengetahuinya bagaimana jika kita cari tau apa sebenarnya yang terjadi sehingga Faam tidak menghukumnya dan tidak memecatnya aku bingung tauk." ucap Rendra di sambut gelengan kepala dari Ardan tuh bocah main ikut ikutan saja.


"Itu ide yang bagus, mengingat orang itu sangat licik bagaimana jika aku saja yang menyelidikinya masa setiap bulan data yang masuk dan keluar kita minus dua milyar itu bukan nominal yang kecil loh. Gila dasar penjilat tengik dia."


"Sudah lah sayang jangan marah seperti itu kau marah tapi kenapa kau melihat kearah ku seakan akan kau tengah memarahiku."


"Eh bukan kok sayang aku bukan memarahiku tapi aku gemas saja ada saja orang gajinya sudah besar dan dia hanya ingin memanfaatkan kebaikan dari bosnya kan dia sudah tidak layak bekerja lagi disini."


"Maka dari itu kita harus mencari tau akan hal ini mengingat dia adalah orang licik jadi kita pun harus licik juga, benar kan Ren!" Rendra mengangguk angguk saja jika menggeleng nanti dia akan terkena semprot jadi iya iyain aja dah cari aman.

__ADS_1


__ADS_2