
Mendengar aba aba Mayra..Kanza mulai melompat..dan
Hup....
Kanza mendarat dengan sempurna di dalam Jet.Erland menyaksikan semua kejadian terpaku dan tak bersuara.
Apalagi melihat kalau yang barusan melompat adalah seorang gadis kecil yang sangat familiar mukanya.
Ferdi dan yang lainnya juga sama sama melongo karena baru saja menyaksikan aksi gila gila an di udara,mereka tidak menyangka kalau orang yang di atas titian tadi salah satu nya adalah seorang gadis kecil dan...
Mommy.....
teriak Kenza setelah tahu kalau Mommy nya tidak ada di titian tali tangga.
Semua orang melihat ke arah luar dan di titian tangga sudah tidak ada orang kemanakah orang itu?
(Halo...My...)teriak Kenza di Aer pon nya dan berharap Mommy nya mendengar.
(Halo...Za ..kamu tidak apa apa..)teriak Kenzo di Aer pon nya.
(Zo...Mommy Zo...aku tidak lihat Mommy)teriak Zaza
(Kamu tenang dulu Za...zozo rasa Mommy baik baik aja..tidak mungkin Mommy meninggalkan kita,sudah yang terpenting misi kamu selesaikan dulu baru kita cari Mommy)
(Tapi Zo...kita cari Mommy di mana,kamu tahu sendiri di bawah adalah lautan yang sangat luas)
(Untuk saat ini kita fokus dulu menolong mereka...cepat Bom tinggal 10 menit ,kamu harus segera memindahkan mereka ,biar Paman Betrand mendekatkan pesawat nya)
(Tapi Zo...Mommy...)
(Kanza ..dengar masih ingat peraturan di tim kita?keadaan gimana pun kita harus merelakan nyawa kita untuk kepentingan misi kita...paham..jadi sekarang kamu harus bisa bersikap gimana kamu tahu sendiri)kata Kenzo tegas kemudian memberi aba aba betrand untuk mendekatkan pesawat mereka .
Kanza terdiam dan mulai menguasai hati nya,walaupun Dia terdidik dengan sangat dewasa tapi di sisi lain sisi kekanakannya akan terlihat.
Matanya berkaca kaca dan tidak bisa membayangkan kalau Mommy nya benar benar meninggalkan mereka.
Ya...Allah...
__ADS_1
Zaza tidak pernah meminta apa apa,tapi Zaza mohon jangan ambil Mommy Zaza.Selama ini Zaza tidak peduli tentang Poppy tapi Zaza hanya peduli dengan Mommy.
Zaza memejamkan mata dan berdoa untuk keselamatan Mommy nya.
Erland yang melihat sudut mata anak kecil di depannya berair,Dia merasa terharu.
Dia tidak bisa membayangkan kesedihan gadis itu,karena di tinggal ibu nya dan Ibunya meninggal di depan mata kepala sendiri.
Erland tadi juga sempat melihat aksi gila dari ibu nya yang berusaha berjalan di titian tali tangga antara kedua pesawat,tapi Dia juga tidak bisa melihat bagaimana Ibu gadis itu jatuh,karena kejadian cepat sekali,dan Dia hanya fokus pada lompatan gadis kecil itu.
Erland hanya bisa menarik nafas dalam dalam dan tidak tahu siapa yang akan di salahkan akan kematian Ibu gadis itu.
Erland menghampiri gadis kecil itu,mata mereka bertemu,Sontak Dia sangat terkejut karena tatapan dan wajah itu sangat familiar,siapakah Dia?
Kanza memandang wajah Erland,dan Dia pun sangat gugup ingin rasanya memeluk laki laki itu...dan memanggil "Poppy" tapi bibir terasa kelu.
Kanza berusaha mengontrol diri nya.
(Za..kamu sudah siap?pesawat mulai mendekat)teriak Kenzo di aer pon nya.
(Ya..ya..Aku sebentar lagi)jawab Kanza tersadar dari lamunannya.
(Baik...)Jawab Kanza sambil melempar parasut parasut yang sudah Dia siapkan di ransel nya yang tadi sempat di lempar Mommy nya bersama tubuh nya.
"Paman ..paman tolong kalian pakai parasut parasut ini Ya,waktu kita tidak banyak bom akan meledak dalam waktu delapan menit,jadi Saya tidak bisa membantu kalian satu persatu untuk pindah ke pesawat di depan sana,jadi dengan parasut ini kalian bisa pindah sendiri"
"Saya rasa kalian bisa kan melakukan sendiri?kalian para pengawal dan awak pesawat harusnya pernah melakukan pelatihan semacam ini"Kata Kanza sambil membagikan parasut parasut tersebut.
"Kami bisa Dik,tapi bagaimana Tuan kami?"Tanya pengawal .
"Paman pengawal diantara kalian siapa yang sudah berlatih menolong orang dengan parasut?"Tanya Kanza.
"Saya Dik..."Jawab Pengawal yang berbadan tinggi dan tegap.
Kalau di lihat pandangan Kanza Dia pengawal yang cukup berpengalaman.
"Okay...Paman pengawal bantu Paman yang pakai kemeja biru"Kata Kanza menunjuk ke arah Ferdi.
__ADS_1
"Kenapa Saya Dik?apa tidak Tuan muda Erland aja"Kata Ferdi karena Dia tahu Tuannya tidak bisa menggunakan parasut.
"Paman...badan Paman terlalu gemuk,jadi takutnya saya tidak bisa menjaga keseimbangan parasut ini,kalau Dia Saya masih bisa mengimbangi karena badannya yang tinggi aja"Kanza bingung mau panggil apa ke Erland.
"Dan untuk Paman Pilot tahu kan bagaimana mengunci pesawat biar tetap melayang"Teriak Kanza.
"Ya akan saya kunci kemudi nya"Teriak Pilot tersebut kemudian Dia berjalan ke arah orang orang yang sudah menggunakan parasut.
Kanza menyerahkan parasut ke Pilot ,dan Dia mulai memakai parasut nya kemudian memberi tali ke Erland untuk mengikatkan di pinggangnya.
Suara deru Pesawat mulai terdengar,dan Kanza mulai memberi aba aba untuk melompat dari Pesawat jet tersebut.
(Berhenti dodol....kalian mau cepat mati?stop jangan mendekat lagi)Teriak orang di Aer Pon Kanza dan Kenzo.
(Mommy...)
Orang orang di pesawat dan Jet melihat kearah Kenza dan Kenzo karena teriakan mereka.
Benarkah mereka mendengar suara Mommy nya...?
(Hai...Betrand..lo dodol apa?sudah di bilang berhenti!kalian lupa alat pemicu akan semakin cepat kalau terdengar suara mesin pesawat)Teriak Mayra di Aer pon.
Kenzo menyadari nya dan hampir lupa,kemudian Dia memberi perintah ke Betrand untuk menjauh.
"Paman ...cepat menjauh..."Teriak Kenzo kepada Betrand.
Kanza melongok keluar dan mencari keberadaan Mommy.
"Mommy di mana?"teriak Kanza.
Hening tidak ada suara di dalam jet itu,hanya terdengar suara detik detik Bom yang keras karena alat pemicu mulai aktif secara cepat akibat terdengar suara pesawat yang mendekat.
Semua orang di dalam Jet merasa tegang,dan tidak tahu tinggal berapa menit nyawa mereka akan melayang
Dobrak.....
Terdengar suara di ekor pesawat dan mereka sangat takut kalau bom tiba tiba meledak.
__ADS_1
Di tengah ketegangan mereka melihat bayangan hitam yang merayap di badan jet dan pelan pelan menuju ke arah pintu jet yang terbuka.
Di pintu Jet terlihat jari jari yang berlumuran darah dan tiba...tiba...ada sesuatu yang melongok dan menatap ke arah mereka .