
Yusuf seorang diri, merenung, dia sudah bingung dengan ibunya yang menginginkan cucu lagi apa alasannya sih.
"Sudah jangan memikirkan hal lain, ibumu memang selalu memaksakan diri, tapi jangan ambil pusing kamu kan sekarang sudah memiliki anak dan itu juga darah daging mu, kenapa dengan dirimu? Apa di dalam hatimu masih ada nama Cantika?" Yusuf mengangguk bagaimana mungkin dia tidak ingat, dia bahkan belum sempat melihat anak kandungnya.
Dan sampai sekarang dia masih belum menemukan apa yang dia cari Jery juga sampai sekarang tidak ada kabar.
"Yah, bagaimana aku tidak memikirkan tentang anak ku yah, aku sudah lama tidak bertemu dengan istri dan anak ku." Pria paruh baya itu juga tidak bisa mengatakan apapun. Yang jelas dia juga bingung harus bagaimana, istrinya bahkan jika di pikir pikir terlalu egois apalagi tidak memikirkan tentang anak kandungnya dan malah heboh dengan memikirkan cucu.
Dia juga bingung harus apa?
Tapi...
__ADS_1
Dia juga tidak bisa apapun, dia sudah mengatakan pada istrinya tidak perlu memaksakan kehendak nya tapi istrinya mana mau mendengarkan apa yang dia katakan
"Sampai sekarang keberadaan keduanya pun aku tidak tahu, dan apakah anak ku laki laki atau perempuan bahkan akun tidak tahu jenis kelaminnya, ini semua gara gara ibu... " Yusuf sangat kesal dia sudah tidak tahan lagi untuk tidak pergi dari sini yang jelas dia harus menemukan istrinya dan anak kandung nya apapun yang terjadi, soal ibu nanti dia akan membahasnya lain waktu.
"Yusuf kamu ingin kemana?" tanya ayahnya yang sangat bingung apa mungkin Yusuf tidak tahun lagi mengingat ibunya selalu saja memaksakan kehendak nya sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaan anak kandungnya sendiri.
"Yusuf harus mencari cantika, lima tahun lebih aku tidak mendengar kabar dari kedua orang yang paling aku sayangi." Ayahnya tidak bisa berbuat apapun.
"Yusuf..... " teriak Dara yang sebal.
"Jika kamu sampai meninggal kan rumah ini, ingat jangan kembali lagi... " Teriak Dara yang sangat emosi.
__ADS_1
Yusuf tidak menoleh dia tetap berlalu tanpa mengatakan satu kata pun.
"Ma!" teriak Kenta sangat sebal dengan istrinya kali ini dia sudah tidak tahan lagi dengan istrinya.
"Ada apa dengan dirimu, itu anak kita, kenapa kamu seperti ini, kau akan menyesal ma, akan menyesal karena kamu tidak mendengar kan suami mu dan lebih percaya dengan orang lain, kamu akan menyesal ma." Dara tidak Terima dengan ucapan suaminya nih kenapa sih selalu saja membela anaknya di bandingkan dirinya, wajar dong dia menginginkan cucu. Apa yang salah?
"Menyesal! Kamu mas yanga akan menyesal karena membiarkan anak kita pergi dari rumah ini." Dara juga sangat sebal.
"Aku! Kamu mengatakan jika aku yang bersalah, kamu seharusnya yang introspeksi diri, siapa yang membuat hati anak kita hancur, ingat ma itu kamu kamu yang membuat Yusuf seperti ini, kurang apa anak kita? Kamu minta Yusuf untuk menikah dengan Fifi orang yang tidak dia cintai lihat bahkan Yusuf menuruti dirimu. Coba kamu pikirkan kebahagiaan anak kita ma. Ingat dia adalah putra kita satu satunya."
Dara tidak tahu lagi nih suaminya kenapa tidak mengerti jika Yusuf mempunyai anak dari Fifi yang kedua pasti dia akan banyak mendapat kan warisan masa gitu juga harus di jelaskan.
__ADS_1
"Apa ma? Apa?" Dara sangat sebal kali ini dan berbalik.