
Dulu aku pernah ingin pergi,
Karena suatu hal,
Karena suatu alasan,
Bukan karena aku yang tidak ingin berjuang,
Bukan aku yang tidak ingin kembali untuk berharap,
Namun inginku kembali,
Ketika rasa yang aku dulu inginkan kembali, mengharapkan mimpi,
Mengharapkan mimpi yang hanya sekedar menjadi mimpi.
Aku tahu mimpi hanyalah bunga tidur,
Tapi ternyata Tuhan berkata lain
__ADS_1
Mimpi adalah kenyataan
Yang belum terlaksana.
Mimpi adalah masa depan
Yang terwujud ketika harapan terus menjadi harapan.
Hikmal melihat Wulan yang asik sekali menulis kenapa dia yang sekarang di kacangin sih.
"Wul, kenapa kamu malah membiarkan diriku sih?" tanya Hikmal merasa sebal sendiri dari tadi Hikmal melihat Wulan yang sibuk dengan buku diary nya.
"Apanya? Siapa yang membiarkan dirimu sih, jangan ngada-ngada, dulu juga aku tidak kamu perhatikan biasa saja kok." Hikmal memajukan mulutnya kenapa jadi sakit juga ya di acuhkan okeh Wulan hah.
"Ya lalu siapa lagi yang akan aku tulis, masa tuh Herman kah?" Hikmal jadi kesal sendiri kok sekarang malah bahas Herman sih ngaco.
"Mau baca?" Hikmal langsung menyahut buku diary itu seperti nya dia pernah melihat buku ini tapi dimana? Sudah lama dia melihat nya namun sekali pun dia tidak pernah bisa membacanya.
"Apa mungkin aku salah lihat, apa ingatanku yang bermasalah, bukankah seperti nya ini adalah diary yang dulu pernah aku pegang kan dan kamu memukul ku, jika tidak salah waktu SMP kan?" Wulan hanya tersenyum ya memang itu diary waktu SMP dulu memang ini adalah diary khusus untuk mencurahkan perasaan nya yang bimbang karena ketidak pekaan Hikmal.
__ADS_1
"Ingatan mu masih kuat rupanya, itu diary ya memang pernah kamu pegang dulu, bacalah aku mau mencarikan dirimu makan siang dulu." Hikmal hanya mengangguk apa isinya ya jadi penasaran.
Di lembaran pertama tidak ada kata kata
Di lembaran kedua ada sedikit kata mungkin artinya seperti ini
Kanggo wong seng tak sayang seng iseh sesandingan karo wong liyan.
"Untuk orang yang ku sayang, yang masih bersanding dengan orang lain."
Di lembaran ketiga tidak ada apapun yang tertulis, di lembaran ke empat ada kata kata yang membuat Hikmal teringat sesuatu.
Hari ini saat langit masih malu malu menampakkan wajahnya, angin berhembus menusuk pori-pori begitu dingin namun tidak sampai membuat hatiku beku, yang membuat diri ini bersemangat adalah melihat senyuman saat aku bertemu, orangnya sih masih sama tapi kenapa sedikit saja dia bahkan tidak memandang ke arahku. Ya aku tahu aku hanya di anggap sebagai seorang sahabat baik nya padahal aku berharap ada rasa selain rasa kakak adik atau sahabat. Aku menyadari diri ini masih akan sama hanya sekedar kakak dan adik tapi bisakah rasa itu lambat laun akan berubah."
Hikmal mengingat jika waktu itu saat SMP dia memang dekat dengan Wulan namun hanya sebatas sahabat saja, ya kan dia tidak tahu jika Wulan itu sebenarnya mempunyai rasa padanya.
Di lembaran ke enam tidak ada kata kata terucap hanya mungkin artinya demikian.
Ra mudeng aku karo ati mu, aku seng ngenteni dewek e seng dueni.
__ADS_1
"Tidak mengerti soal hatimu, aku yang menunggu dianya yang mendapatkan.
" Tunggu apa mungkin dia? Dia cemburu saat aku mengungkapkan perasaanku pada... Anak ini memang.... "