Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Mie ayam


__ADS_3

Dua episode terakhir di seasons 1 😄


Rendra terus mengawasi Nona mudanya, nih jelas jelas pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Tuan mudanya apakah ini menyangkut pria tua itu dasar tukang maksa.


Rendra memperhatikan sekeliling memang masnya sengaja mengundang para rekan kerja dan dia juga mencari tau bagaimana watak mereka, apakah mereka tipe yang berkhianat ataukah tipe rekan kerja yang setia.


"Kenapa kamu hanya memandangi ku bukannya makan?" tanya Fiani sambil melahap kue yang di tengah nya ada beraneka macam toping.


"Nona saja yang makan, Tuan menugaskan saya untuk menjaga Nona." tetang Rendra sedangkan Fiani sedikit sebaliknya mempunyai pria namun prianya entah kemana.


Tapi enggak apa-apalah yang penting kan dia bisa makan, tanpa ada gangguan.


"Nona ini banyak makan rupanya, tapi bukankah Nona muda benci dengan kueh dan hal hal manis kenapa Nona memakannya? Apakah Nona Fiani hamil anak perempuan?


Fiani memandangi anak buah suaminya nih orang hanya diam saja apakah tidak lapar?


Fiani menyodorkan kueh pada Rendra. Rendra sedikit ragu untuk menerima.


Memang Nona mudanya sangat aneh apalagi setelah keluar dari rumah sakit.


Rendra mengamati seseorang yang menatap mereka, memang benar ada yang tidak beres di sini. Namun belum juga Rendra berucap Fiani memintanya untuk menemaninya ke suatu tempat.

__ADS_1


Rendra pun hanya ikut dan tidak lupa mengirim pesan pada bos nya jika dirinya akan pergi meninggalkan pesta dan pergi ke suatu tempat.


Tidak ada balasan namun setidaknya Rendra sudah memberi tahu kan jika Nona aman bersamanya.


Keduanya sudah memasuki mobil.


"Ren, aku laper... " ucap Fiani dengan rengekannya seperti seorang anak kecil yang minta di belikan sesuatu.


"Hah! Yang benar saja! Masa laper lagi? Tadi saja maknanya banyak banget, tapi apa dia bilang laper? Hah dasar bumil jika tidak di turutin nanti anak bos ngiler dan siapa juga nanti yang kena marah pasti lah aku."


"Bukankah Nona tadi sudah makan?" tanya Rendra sedikit tersenyum.


"Itu kan tadi,"


"Nah sekarang Nona mau makan apa? Nanti saya akan coba cari untuk Nona." Fiani tersenyum dan segera berbisik ke telinga Rendra jika dirinya menginginkan makanan yang pedas eh apakah mie ayam level itu masih ada?


"Mie ayam level, haduh dimana aku mencarinya mbok yo nek njalok seng gampang gampang wae go😔, Mesti aku maneh iki mengko seng kenek wes lah nasep.


" Mie ayam level, haduh dimana aku mencarinya? Seharusnya jika meminta sesuatu itu yang mudah saja, 😔 Pasti aku lagi nanti yang akan kena, sudahlah nasib."


Rendra sudah memutari jalan namun tidak menemukan apa yang Nona minta, dia sedikit ragu untuk bertanya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak tau di mana keberadaan warung mie ayam level itu Ren?" Kali ini Fiani bertanya karena yang dia ingat bukan jaln ini yang biasa dia lewati.


Rendra menggeleng.


"Pantas saja, dari jalan ini kamu lurus, ada pertigaan lurus ada sekolah Dasar nanti kamu putar ke kanan." terang Fiani panjang lebar.


"Haduh kan, berulah lagi kenapa juga dia tidak bilang dari tadi? Sabar Ren! Cobaan."


"Rendra."


Rendra hanya melirik Nona nya dan segera mengikuti petunjuk yang di berikan Nona nya tadi.


"Kamu pernah mencoba mie ayam level?" Rendra menggeleng.


Makan mie ayam saja enggak pernah kok.


"Tidak Nona, saya tidak pernah makan mie ayam level."


"Mie ayam di sana enak loh, nanti kamu harus cobain."


"Harus kah memang nya Nona?" Fiani mengangguk.

__ADS_1


"Kan padahal kagak suka makanan pedas eh di suruh makan makanan pedas, haduh cobaan apa lagi ini Tuhan!!!! "


__ADS_2