
Keduanya sudah di penuhi hasrat yang menggebu terutama Faam yang melihat lekuk tubuh Fiani yang sangatlah indah.
Sebelum ia benar-benar melakukan nya, Faam kembali lagi mencium Fiani, entah kenapa mencium Fiani sekarang menjadi candu baginya.
Faam dan Fiani saling menatap Faam memajukan badannya ia menikmati setiap permainan yang ia ciptakan sedangkan Fiani tampan menikmatinya apalagi saat Faam memberikan tanda di lekuk lehernya.
Faam yang di penuhi dengan hasrat yang sudah tidak tertahankan lagi pun merangkul tubuh Fiani dan menjatuhkan nya ke ranjang.
Memainkan gundukan kembar yang sangat kenyal milik Fiani, Fiani mendesah baru pertama kali tubuhnya bergetar aneh seperti ini.
Faam mencari posisi yang nyaman untuk melakukannya, Faam terlihat sudah berada di atas tubuh Fiani.
"Kau tahan ya sayang karena ini akan sakit," jelas Faam dan Fiani hanya mengangguk.
"Ahk... " teriak Fiani setelah Faam berhasil menembus milik Fiani.
"Sayang ah.. Sakit..." teriak Fiani namun Faam terus melanjutkan aksinya dia semakin terus membuat Fiani mendesah sangat hebat.
Faam semakin bersemangat dan kembali menjatuhkan ciuman panasnya ke dada Fiani.
Uhhh
Malam itu menjadi saksi bisu kedua pasangan suami istri itu, mereka masih melanjutkan aksinya sampai pukul dua dini hari.
Keesokan harinya badan Fiani rasanya sangat sakit apalagi mengingat Faam yang liar di ranjang. Fiani hanya bisa berbaring ia tidak bisa berjalan rasanya sangat melelahkan tapi entah kenapa dia seakan ingin melakukannya lagi tapi tidak untuk hari ini.
"Sayang apa kau sudah bangun?" tanya Faam yang ingin tau.
"Iya... Kenapa?" tanya Fiani.
__ADS_1
"Maafkan aku ya," Fiani melirik Faam dengan tatapan tajam.
"Maaf untuk apa?" tanya Fiani ingin tahu.
"Ya karena memaksamu melakukannya tadi malam, apa masih sakit, jika iya bagaimana jika akun yang masak." tanya Faam menawarkan diri.
"Masak? Hahaha nanti pasti kau akan memesan makanan bukan?" Jawab Fiani dengan menggelengkan kepalanya dia tau jika suaminya bukanlah orang yang pandai dalam urusan dapur apalagi memasak gosong-gisong deh makanan nya.
"Ya itu maksudku, tapi sebelum itu kita mandi dulu, bagaimana jika kita mandi bersama," Fiani nyengir kuda, bilang saja jika dia ingin lagi kenapa juga harus beralasan.
"Mandi bersama? Bilang saja jika kau masih ingin melakukannya lagi. Iya kan?" Faam tersenyum ya apa salahnya kan suaminya sendiri masa harus sama orang lain sih.
"Itu tau.. hehe.." jawab Faam yang segera turun dari ranjang, ia pun segera menggendong Fiani agar ikut mandi bersamanya.
"Lepaskan.. Kau ini memang mencari kesempatan ya." ucap Fiani yang berontak namun sayangnya kekuatannya kalah besar dari suaminya dan dia sekarang hanya bisa pasrah jika suaminya meminta haknya di pagi yang cerah ini.
"Ya jelas.." Faam tersenyum dan segera ******* bibir Fiani, Fiani terdiam lagi dia bahkan kali ini membalas ciuman dari suaminya dan acara yang belum mereka selesaikan pun di selesaikan di kamar mandi. Dan untung saja kamar mereka kedap suara jadi tidak tetangga sebelah tidak akan mendengar suara aneh di pagi hari mereka.
...Kita tinggalkan dulu pasangan yang sedang kasmaran 😆...
Di tempat lain Yuda berencana untuk ke rumah orang tua Ana namun Bima meminta agar bosnya jangan selalu menyebut nama Ana lagi, pasti Ana akan mengusirnya.
"Bos!! Apa tidak sebaiknya kita kembali?" tanya Bima tidak ingin jika nanti Ana akan mengusirnya lagi.
"Apa? Kenapa kau menyuruhku untuk kembali? Aku hanya ingin melihat orang yang aku sayangi.." jelas Yuda merasa heran kenapa Yuda selalu saja memaksakan diri untuk bertemu dengan orang yang jelas-jelas menolaknya. Apa yang dia pikirkan seharusnya bosnya itu tau jika wanita menolak pasti dirinya tidak suka eh tapi tunggu tapi dulu kan mereka pernah dekat.
"Bos sudah berapa kali bos di tolak dan bis kenapa selalu saja mengejar dirinya. Ingat bos Ana itu sudah menolak bos." Yuda mengembuskan napas kasar.
"Dia menolak ku karena ayahku memarahinya dan mengusirnya dan bahkan menampar nya, aku tau jika ayahku itu sangat keterlaluan." Dengus Yuda sambil mengepalkan tangan.
__ADS_1
"Ayah bos melakukannya? Kenapa jangan bilang jika ini ada hubungannya dengan Sintia." Yuda mengembuskan napas kasar lagi lah siapa lagi jika bukan dirinya.
"Ya jelas memang ini berhubungan dengan wanita itu, kenapa sih ayah mempercayai dirinya padahal jika ayah tau pasti ayah akan memilih Ana dari pada Sintia, wanita itu hanya ingin menguasai harta keluarga ku saja."
Bima membulatkan matanya, Bima baru tau jika Sintia adalah wanita yang seperti itu.
"Bos tau dari mana?" tanya Bima yang fokus di kaca mobil dia saat ini tengah menyetir mobil Yuda dan Bima sengaja mengganti mobilnya karena semua ini perintah dari Yuda. Yuda tidak ingin memakai fasilitas yang ayahnya berikan. Dia memakai mobil yang dia beli dengan hasil keringatnya sendiri.
Dan yang jelas di temanin sama Bima tentunya asisten sekaligus tangan kanan, Bima bahkan tau semua hal tentang Yuda.
Dan Yuda tidak pernah tau jika Bima adalah orang yang sengaja menyamar dia adalah pesuruh dari ibunya Yuda.
Jadi kemana pun Yuda pergi ibunya akan selalu tau dimana Yuda sedang berada karena Yuda tidak pernah lepas dari Bima.
"Aku sengaja menyelidikinya ternyata wanita itu sangat licik, sama seperti ayahnya kau tau mereka bukanlah orang yang kaya mereka hanya orang yang berhalusinasi menjadi orang kaya dan memanfaatkan ayahku saja. Ruslan itu sangat lah licik aku harus mengungkap identitasnya di depan ayahku." Bima tersenyum simpul.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu? Memang ucapan ku tadi salah?" tanya Yuda yang ingin tau karena sedari tadi Bima senyum-senyum tidak jelas nih anak kenapa lagi coba?
"Bos ini lucu bos rela seperti ini hanya untuk Ana sedangkan Ana tidak pernah sedikitpun memandang bos layaknya orang yang sedang memperjuangkan cinta."
"Kau ini cerewet sekali fokus menyetir!" dengus Yuda ia merasa di tertawakan oleh asistennya sendiri kan Bima orangnya seperti ini.
"Hahaha bos marah, baiklah bos, jangan perdulikan ucapan saya bos saya hanya bercanda."
"Ya aku juga tau jika kau sedang bercanda dan kau seakan memintaku untuk meladeni dirimu dasar."
"Jangan marah lah bos!"
"Potong gaji biar tau rasa hahaha... " Yuda tertawa yang membuat Yuda betah dengan asistennya satu ini adalah selain dia orangnya aneh tapi sering kali bercanda itu yang membuat dirinya tidak jadi stres.
__ADS_1
"Kan mengancamnya selalu saja potong ngaji Jika bos menaikan gaji saya bagaimana? "
"Kau ini ngelunjak saja kerjaannya." lanjut Yuda masih dengan tawanya. Bima tersenyum benar kata orang jika cinta dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan apapun di luar batas kemampuan mereka tapi kan jangan gini juga nih sama saja dia mencari masalah apalagi ini ayahnya sudah tidak setuju.