
Yusuf sangat marah ternyata benar apa yang menjadi firasat nya, ibunya menang tidak benar-benar sakit, dia sudah di permainkan tidak hanya satu dua kali namun berulang kali, kali ini dia harus bisa kabur dan mencari keberadaan dari istri nya.
"Terima kasih karena kamu sudah mau menjadi suami ku. " Fifi tersenyum dan melingkar kan tangan nya di tangan Yusuf dan bersandar di bahunya.
Yusuf segera bangkit, sungguh wanita ****** ini tidak tahu malu, sudah tahu dia ini tidak pernah mengharapkan dirinya dengan percaya diri dia melingkar kan tangannya bahkan dirinya tidak akan pernah menganggap dirinya istri karena apa istri nya adalah Cantika.
Selama nya Fifi bukanlah siapapun di hidup nya.
"Aku tidak akan pernah sudi menjadi suami mu, dan aku tidak akan pernah menganggap dirimu siapa siapa." Fifi berdecak pelan dia sebenarnya hanya ingin menguasai harta nya saja. Toh jika dia di ceraikan maka dia akan mendapatkan harta gono gini. Jadi tidak masalah bukan?
__ADS_1
"Mas aku istri mu loh." ucap Fifi dengan nada serius seakan tidak menerima jika Yusuf selalu saja membela istri nya.
"Kamu itu bukan lah siapa siapa, jadi stop membuat hidup ku hancur, cari kesenangan mu sendiri." Fifi hanya diam kali ini memang dia diam. tapi setidaknya masih ada alat untuk dia manfaatkan siapa lagi jika bukan mertua nya yang bodoh itu, yang bisa di kibulin setiap saat.
"Mas aku juga mempunyai hak atas dirimu." Sonia bersikukuh. Namun lagi dan lagi Yusuf tidak menghiraukan ucapan Fifi yang hanay membual dia sudah tahu siapa. Fifi yang sebenarnya jadi kali ini dia tidak akan menganggap ucapan Fifi ini sebagai kebenaran.
"Hak, hak atas apa? Bahkan jika kamu ingin cerai dan mendapatkan harta ku silahkan... " Yusuf memang sangat sakit sudah kehilangan orang yang dia sayangi dan sekarang wanita yang ada di hadapan nya selalu membuat kepala nya sakit dan semakin sakit.
"Makannya kamu diam, aku ingin pergi."
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan mama, nanti mama marah bagaimana?"
"Itu urusan mu, bukan urusan ku." Fifi lagi lagi mendapatkan makian tapi tidak mengapa yang jelas dia sangat yakin jika dia terus mendekati Yusuf makan nanti dia akan mendapatkan bonus atas kebohongan nya.
Fifi merogoh ponsel di tas nya dan menghubungi seseorang pokoknya dia harus membuktikan sendiri jika Cantika itu sudah tewas dan dia tidak akan menganggu rumah tangga nya bersama dengan suaminya, jika hubungan nya dengan suaminya tidak berjalan baik setidaknya dia masih mempunyai hak atas harta gono gini itu.
"Bagus, yang jelas aku ingin memastikan wanita itu mati dan Yusuf tidak akan menemui dia lagi." Fifi terlihat bahagia dan segera pergi menemui seseorang siapa lagi jika bukan kekasih gelap nya.
Yusuf menemui Jery dia adalah tangan kanan nya semoga di akan mau membantu dirinya setidaknya tanpa mendapatkan upah tentunya, tapi baru juga berniat ingin menghubungi nya Jery sudah ada di samping nya ternyata dia memang sengaja datang ke rumah, apa mungkin ayah nya yang menyuruh nya datang ke mari apakah ada urusan perkerjaan?
__ADS_1
"Bos muda, lama tidak bertemu, kemarilah.... " Jery segera menarik lengan Yusuf untuk memberi tahu jika nantinya dia akan memberikan bantuan siapa lagi jika bukan suruhan ayahnya Yusuf dia adalah mata mata yang sangat di percaya oleh ayah dari Yusuf Pak Komo Adi Wijaya.