Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Aneh


__ADS_3

Tidak berasa sudah hampir sembilan bulan saja Sekarang perut Fiani sudah membesar dan lucunya Faam pun selalu aneh aneh saja.


"Sayang mau kemana?" tanya Faam yang sudah ada di depan pintu padahal istrinya sudah hamil besar dan berbadan tiga loh kenapa malah dia berpakaian sangat rapi memang bumil satu ini mau ngapain sih pagi pagi juga.


"Menemui Lisa, katanya beberapa hari lagi kan aku mah lahiran lupa kah?" Faam hanya bengong jadi dia yang lupa ya? Seharusnya memang hari ini dia kan mengantarkan Fiani untuk memeriksakan kehamilan hah dasar pelupa.


"Ya sudah aku yang salah, aku mandi dulu. Diam di sini." Faam pun segera berlari meninggalkan istrinya.


Fiani pun segera menyandarkan tubuhnya di sofa, memang semenjak hamil tua apalagi menjelang persalinan dia merasa sangat capek apalagi saat berjalan bahkan kakinya pun bengkak karena jarang jalan jalan pagi.


Ting


Pesan masuk dari Lisa.


"Belum bangun? Nanti jadwal mu memeriksa kan kandungan mu jangan lupa. Jam setengah sembilan datang aku tunggu."


"Dasar ibu dokter cerewet kenapa dia juga yang sibuk hah."

__ADS_1


Setelah sekian lama menunggu.


"Ayo sayang."


Fiani melihat penampilan suaminya malah tertawa nih suaminya memangnya mau pergi kemana kok rapi amat.


"Kok ketawa memangnya ada yang lucu?" tanya Faam yang memandangi dirinya sendiri dari atas sampai bawah.


"Tidak.Ayo pergi!" Faam segera menggendong Fiani nih bumil kasihan jika dia berjalan terus dia kan gampang capek.


"Eh... Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Fiani yang terkejut karena di gendong suaminya.


"Jika kamu nanti jalan, terus yang ada kamu kecapean. Sudah diam aku akan menggendong dirimu, diam lah sayang sekarang kenapa kamu begitu cerewet sih." Fiani tersenyum memang dianya sekarang cerewet kok tidak pernah melakukan apapun dan malah suaminya yang malah sudah seperti pembantu.


"Kamu itu bukan mirip suami tapi malah mirip pembantu suamiku, jadi... "


"Ya biarin lah kapan lagi aku mempunyai waktu untuk mu, ya biarkan aku menjaga dirimu kenapa sih, sudah diam kita akan segera menemui Lisa." Fiani menurut saja Faam pun menggendong Fiani sampai ke mobil.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan, kita ingin pergi ke mana?" tanya Aldo yang ingin tahu.


"Ke rumah sakit aku akan menemui Lisa di sana, sudahlah cepat jalan." Aldo pun menjalankan mobilnya.


"Sayang... Jangan gitu sama. Aldo dia itu sudah terlalu banyak kamu omelin mau anak kita malah mirip dengan Aldo?" Faam segera mencubit pipi istrinya doa nya kok gitu sih dasar istrinya.


"Amit amit masa mirip nih supir ganjen, tidak." Fiani malah tertawa mendengar ucapan suaminya.


"Tidak apa-apa jika mirip saya tuan kan saya tampan."


"Tampan darimana coba katakan? Kamu bilang kamu tampan sekali lagi aku akan memotong gaji mu." Aldo melirik dari kaca depan. Nih tuannya kenapa setiap dia ajak bercanda bawaannya potong gaji terus jika terus terusan gajinya di potong dia mah enggak makan dan tidak punya cadangan untuk nikah dong apes deh.


"Tuh baru juga di bercandain malah diem kamu itu jangan masukkan ke dalam hati aku tadi hanya bercanda,


Untunglah gaji ku bulan ini tidak jadi di potong hah jika di potong kan enggak bisa diner sama bebeb Lastri.


" Dan ya sebenarnya nanti malam itu aku sudah menyewa caffe untuk makan malam bersama istriku tapi aku ada acara lain kamu aja ya yang gantiin." Aldo membuat hah apa tuannya ini sedang bercanda?

__ADS_1


Hah kapan suamiku pernah membatalkan janji dengan diriku, pasti hanya alasan saja nih dasar suamiku.


__ADS_2