
Rasanya aku tidak ingin berharap pada awalnya tapi lambat laun rasa itu mulai timbul sekarang dia harus tega meninggalkan anak yang sangat tampan ini, dia juga tidak mungkin membawa nya ke rumah neneknya, rasanya dia tidak akan tega, pasti ibunya akan sangat kejam padanya.
"Kau memikirkan apa?" tanya Jery yang sudah mengemudikan mobilnya menjauh dari pekarangan hunian.
"Tidak, anak ku amat sangat tampan, hingga pada akhir nya aku harus merelakan dia bersama dengan orang lain, sejujurnya aku sangat menyayangi dia dan tidak ingin berpisah seperti ini namun bagaimana lagi jika hal ini akan membuat anak ku lebih aman aku akan melakukan cara apapun."
Jery masih belum mengetahui apa alasan Dara tidak menyukai Cantika?
__ADS_1
"Maaf sebelumnya, jika pertanyaan ini menyinggung dirimu, kenapa ibumu tidak menyukai istri mu dan lebih memilih menikah kan dirimu dengan Fifi?" tanya Jery namun dia hanya melirik dan segera fokus di jalan lagi.
"Cantika, dia orangnya sangat baik dan mampu meluluh kan hatiku yang kerasnya sudah layaknya baru ini, dia orang yang sangat sederhana dan cuek. Dia hidup sebatang kara waktu itu saat aku pertama kali melihat nya dia bekerja di swalayan. Kamu tahu wajah nya dan kepolosan nya lah yang membuatku tergila gila padanya namun.... Tidak dengan ibuku... Ibuku sangat menginginkan diriku menikah dengan wanita pilihan nya kamu tahu lah siapa?
"Tapi memang istri mu yang sekarang juga cantik kok hanya saja begitulah... "
"Dia pandai membuat ibuku percaya dengan semua ucapan nya, aku sangat takut suatu hari menanti yang di bela bela dari awal hanya akan merusak namanya saja, istri ku yang sekarang melihat pengemis saja tidak ada rada kasihan. Dia bahkan bisa mengusirnya dan melontarkan makian padanya, berbeda dengan Cantika dia sangat perduli walau hidup nya penuh dengan penderitaan dia masih juga memperdulikan orang lain."
__ADS_1
"Lalu sekarang kamu ingin pergi lagi?" tanya Jery Yusuf mengangguk tidak akan ada gunanya jika dia terus terusan berada di sini. Tidak akan membuatnya bahagia justru akan membuat nya tersiksa dengan ucapan ibunya itu bukan nya mendengar kan ibunya malah heboh dan membela menantunya.
"Tidak ada yang harus aku pertahanan kan lalu bagaimana lagi?" Jery merasa sangat bingung tidak ada lagi yang bisa di pertahanan kan bukan kah dia mempunyai seorang anak laki-laki dari istri nya itu.
"Bukan kah kamu itu memiliki anak, kenapa apa kamu tidak mencintai dirinya? Jangan begitu lah bro... Kamu memang membenci ibunya tapi jangan kamu benci anak kandung mu sendiri itu darah daging mu loh." Seharusnya tapi tidak ada rasa kasih sayang bahkan saat ada bersama anak itu tidak ada rasa seperti jika dia bersama dengan Dilan. Ada yang berbeda entah lah bahkan dia sendiri tidak mengerti.
"Aku juga bingung, aku seperti kosong tidak mendapat rasa apa apa jika bersama dengan anak ku, aku muak melihat dirinya apalagi ibunya."
__ADS_1
"Kamu salah, setidaknya jika kamu tidak menyukai istri mu setidaknya kamu jangan membuat anak mu itu merasa jika dia tidak mempunyai orang yang ia sayangi. Sayangi dia bro."
"Firasat ku dari awal aku sudah tidak yakin, lalu bagaimana aku pun merasa jika Fifi menyembunyikan sesuatu dari diriku sejak awal, maka dari itu akan aku serahkan tugas ini pokoknya kamu harus mencari tahu kelakuan istri ku." Jery mengangguk saja karena menjadi detektif aneh kan sangat menguntungkan bagi perusahaan nya 😊😊