
"Nona Fiani tidak mengenali ku?" tanya Ana yang bingung bagaimana caranya supaya Nona mudanya mengingatnya ya?
"Tidak, apa kamu juga orang suruhan pria yang mengaku sebagai suami ku itu!" Tanya Fiani pada Ana.
Ana menggaruk kepala nya yang tidak gatal memikirkan cara supaya Fiani mengingat dirinya lagi.
Pantas saja Tuna Muda terlihat sangat panik, tapi aku harus berusaha untuk mengingatkan Nona jika aku dan Tuan Muda bukanlah orang yang jahat yang akan mencelakai nya.
"Nona.... Apa Nona benar-benar tidak mengingat saya? Saya ini Ana asisten Nona yang di tugaskan Tuan Muda untuk menjaga Nona masa Nona lupa?
Fiani menggaruk kepalanya yang jelas bahkan dia tidak tau menahu soal hal ini. Nona muda apanya sih kenapa kepala ini sangat pusing ketika ingin mengingatnya.
" Aku sudah berpikir kerasa, dan aku sama sekali tidak mengingat apa pun. Semakin aku berpikir itu malah membuat diriku sakit kepala." terang Fiani pada Ana.
"Lalu apakah Nona mengingat nama Nona sendiri?" tanya Ana yang ingin tahu.
"Ya ingatlah masa nama sendiri lupa sih kamu ini bagaimana. " ucap Fiani sambil terkekeh tapi tunggu tapi dia juga bingung sebenarnya dia siapa!
__ADS_1
"Owh jika Nona memang mengingat nama Nona coba katakan siapa nama Nona?" tanya Ana yang ingin tahu.
"Em.... " Fiani berpikir keras lagi tapi semakin dia berpikir keras semakin dia tidak menemukan siapa namanya.
"Fi... "
" Fi siapa Nona?" tanya Ana yang semakin penasaran.
"Firasat ku mengatakan jika aku ini mempunyai nama namun aku sungguh tidak tau siapa nama ku!" jawab Fiani membuat Ana menghembuskan napas kasar, eh dia kira Fiani akan mengingat namanya eh ternyata tidak aduh....!!!!
"Nona Nona... "
"Nona!!! Saya ini asisten yang di tugaskan Tuan Faam untuk menemani Nona kenapa Nona tidak mempercayai saya!" Ana sedikit geram dengan sifat Nona Mudanya yang seperti ini membuat orang jealous saja.
"Baiklah aku akan mencoba mempercayai mu kali ini saja tapi.. " terang Fiani membuat Ana tersenyum setidaknya saat ini Nona mudah nya tidak menolak kehadiran dirinya.
Faam melangkah kan kakinya menuju ruangan Lisa, Namun belum sempat Faam sampai di ruangan Lisa, Lisa terlihat berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Faam!" tanya Lisa yang ingin tahu apa yang membuat Faam begitu tergesa-gesa.
"Kebetulan kamu ada di sini.. Ikut aku sebentar." Faam segera menarik tangan Lisa mengajaknya menuju ruangan tempat Fiani di rawat.
Yang dia pikirkan kenapa Nur benar, apa yang sebenarnya telah terjadi? Pasti ini ulah jin rese itu dasar!
Ana segera berdiri mana kala melihat Tuan muda nya bersama dengan Lisa.
"Tuan... "
Lisa tanpa berbasa basi segera memeriksa Fiani dan anehnya dia terlihat baik-baik saja dan bayinya pun juga sama.
"Apa yang kamu rasakan sekarang!" Lisa segera ingin tahu apa yang Fiani rasakan Fiani malah terkekeh bagaimana yang dia rasakan yang jelas semakin dia disini semakin bingung dia di buatnya.
"Aku baik-baik saja, memangnya kenapa? Jangan melihatku seperti itu." jawab Fiani membuat Lisa terkejut kenapa. dengan Fiani ini?
"Bagaimana Lis, apa yang terjadi pada istri ku, dari tadi dia tidak mengingatku!"
__ADS_1
"Menurut ku ini karena kemarin Fiani terbentur sangat keras, kamu lihat sendiri kan kemarin bagaimana yang terjadi? Sekarang aku akan memberikan dia obat saja. Dan kami tidak perlu khawatir tentang janin yang ada di dalam kandungan Istri mu. Dia tidak apa-apa." Mendengar hal itu Fiani membulat kan mata apa janin? Hah apa benar dia memang sedang hamil??? Jadi pria yang ada di depan nya ini benar-benar suaminya? Pria ini suaminya apakah dulu dia tidak salah orang! Mencintai pria seperti ini! Mungkin otaknya dulu sedang bermasalah kali ya! Apun deh kok bisa gitu loh!
"Sekarang kamu percaya kan padaku?"