Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Pria sejati


__ADS_3

"Tuan... " Faam berbalik karena mendengar Aldo bertanya padanya.


"Seperti nya Nona kelelahan hari ini Tuan." Faham juga mengetahui akan hal itu bagaimana mungkin wanita yang dia sayangi tidak kelelahan dia tadi saja bertarung dengan para penjahat yang tubuhnya sangat besar malah tiga kali lebih besar dari dirinya dan Faam saja hanya menghajar tiga orang penjahat dan di selesaikan pertarungan itu oleh sang istri.


Memang benar benar petarung sejati nih istrinya, dia jago silat sedang kan dia mana bisa silat jika Fiani tidak mengajarinya itupun di paksa istrinya.


"Kamu benar Al, dia memang wanita yang tangguh, aku bahkan tidak ingin membuat dirinya kecewa untuk kedua kalinya. Cukup aku memaksakan kehendak ku dan itu ternyata membuat Fiani menderita. " Aldo tahu memang Faam tuannya tidak akan pernah mengecewakan Nona tapi itu juga tidak kesalahan Tuan juga.


Saat itu kan Nona sakit, ya mana mau Tuannya kehilangan istrinya, lebih baik kan dia memilih istrinya tapi tuannya tidak tahu jika istrinya lebih ingin mempertahankan anak yang dia kandung.


"Semua itu bukan kesalahan dari Tuan kok, Tuan hanya mencoba melakukan hal yang terbaik bagi ke selamatan Nona saja." Faam tersenyum di ujung bibirnya.


Iya memang dia hanya ingin menyelamatkan istrinya hanya saja istrinya seakan ingin mempertahankan buah hatinya, memang dia bodoh sih memutuskan kehendaknya sendiri apalagi tidak memberitahu pada istrinya keputusan apa yang harus dia ambil.


Faam menyenderkan kepala Fiani ke pundaknya dan membelai lembut istri kesayangannya tidak ingin rasanya ia mengulangi hal yang sama melihat istrinya bisa kembali tersenyum saja sudah membuat dirinya sangat bahagia kok.


Harapannya hanya satu kebencian Fiani saat ini akan menjadi cinta untuk nya di kemudian hari. Ia tidak ingin melihat istrinya menjauhi dirinya hanya karena istrinya masih belum percaya jika dirinya adalah suaminya.


Sampai kapan kah istrinya akan menjauhi dirinya seperti ini? Tidur bahkan tidak sekamar, selalu meributkan hal yang selalu dia lakukan bersama, kapan Fiani akan sadar jika dialah satu-satunya wanita yang paling Faam cintai.


"Tuan kenapa?" tanya Aldo yang melihat dari kaca depan jika Tuan Faam tengah memikirkan sesuatu hal apa mungkin Tuan masih memikirkan Nona Fiani yang masih seperti orang lain?


Pasti Tuan Faam merindukan tingkah Nona yang sebelum nya, kini tingkah Nona semakin hari semakin parah saja. Nona memang mudah untuk di dekati namun tak jarang bahkan membuat orang yang ada di sekitar nya menggeleng kan kepalanya karena merasa bingung.


Mungkin Tuan Faam menyadari tingkah istrinya yang tidak ingat tentang dirinya.

__ADS_1


Pasti Tuan Faam merindukan Nona yang dulu sangat perhatian padanya. Dan kini sekarang Nona menjauh dan semakin membuat Tuan kebingungan jika memarahinya juga Tuan tidak akan mungkin bisa melakukannya.


Karena apa di satu sisi Tuan Fiani sedang mengandung dan di sisi lain istri kesayangan nya tengah amnesia jadi dia juga bingung harus melakukan apa.


"Tidak aku hanya memikirkan bahagia ya nanti jika aku mempunyai seorang anak, aku jadi penasaran tentang jenis kelamin anak pertamaku." Aldo tersenyum ternyata itu toh yang dipikirkan oleh Tuannya pantas dia melihat Nona sampai seperti itu.


"Sabar Tuan, tunggulah sampai usia kehamilan Nona tiga atau empat bulan nanti Tuan pasti akan mengetahui jenis kelamin anak Tuan." Faam kembali terkekeh memang benar juga dih kehamilan istrinya saja belum genap tiga bulan tapi kan nanti bisa di tanyakan pada dokter kan?


"Aku sungguh tidak sabar melihat si kecil ku." Faam memegang perut istrinya yang masih rata.


Di dalam perut istrinya ada anak yang membuat istrinya bisa bertahan sampai detik ini dan tidak meninggalkan dirinya seorang diri.


Entah apa jadinya jika Fiani tidak ada di sisinya pasti dia akan gila dibuatnya.


Dia akan kehilangan wanita yang paling dia sayang, wanita yang selalu di rindukan saat dia berkerja, tidak bisa tidur jika tidak di dekatnya.


"Tuan, maaf sebelumnya saya ingin bertanya tentang apa yang seharusnya tidak menjadi urusan saya." Faam mendengarkan.


"Apa alasan Tuan menyetujui syarat yang di berikan wanita tua itu?"tanya Aldo yang sedikit kepo.


" Entahlah, sebenarnya aku juga sangat jengkel dan sebal."


"Nah kan cemburu Tuan Faam, tapi kenapa jika dia cemburu Tuan masih mengizinkan Hikmal untuk di rawat di rumah sakit milik Nona Nadia? aneh ini benar-benar aneh.


" Tapi aku tidak boleh mengikuti rasa cemburuku, dia hanyalah masa lalu dari istriku dan dia juga tidak akan dapat memilikinya lagi, jadi aku tidak akan pernah khawatir. Yang menjadi pertanyaan ku adalah siapa yang bersekongkol dengan Sonia? Itu yang aku pikirkan. " Aldo juga memikirkan hal yang sama namun dia tidak bisa terlalu ikut campur masalah orang lain apa lagi menyangkut tentang wanita tua itu ngeri oi, nanti salah salah suaranya menggelegar mengalahkan guruh.

__ADS_1


"Ah seperti itu harusnya Tuan, menjadi laki-laki sejati, bagaimana Tuan sebentar lagi kita akan sampai ke tempat tujuan." ucap Aldo yang segera memarkirkan Mobilnya.


Ketiganya sudah sampai di rumah sakit milik Nadia.


Dan terlihat wanita itu menunggu Faam untuk turun.


Faam segera berjalan dan menghampiri sosok Hikmal yang masih ada di dalam mobil pribadinya.


Faam segera membuka pintu mobil dan segera menggendong Hikmal, sebenarnya dia sangat kasihan mengapa orang yang tidak tahu menahu tentang masalah keluarganya harus di ikut serta kan dengan masalah ini.


"Tuan, biar saya saja." ucap Bima yang menawarkan bantuan.


Hikmal saja sudah ada di punggung nya kepalang tanggung jika dia menaruhnya kembali.


"Tidak, aku yang akan membawanya sendiri. " Fiani tersenyum melihat tingkah suaminya dia bahkan tidak mempunyai rasa dendam atau apalah.


Bahkan dengan lapang dada dia menggendong mantan pacarnya yang tengah sakit.


Sosok yang pantas di banggakan.


"Fia, lihatlah suamimu, apa dia tidak merasa terbebani?" Fiani juga merasakan hal yang sama entahlah dia pun juga tidak tau mengapa suaminya sangat perhatian pada mantan pacarnya itu.


"Entahlah, tapi kasihan juga mantan pacar ku, lihatlah dia badannya sangat kurus dan tukang nya saja sampai terlihat." Wulan tersenyum kan Fiani juga masih perhatian dengan mantannya itu.


"Sudah lah Fia, jangan terus memandang mantan mu itu kamu harus ingat dia pernah membuat hatimu hancur sampai berkeping-keping. Lihatlah suamimu dengan lapang dada mengangkat tubuh Hikmal tanpa rasa takut jika nantinya Hikmal sadar dan bertanya tentang dirimu."

__ADS_1


Fiani membuang napas kasar


Memangnya apa hubungan dirinya dengan mantan pacarnya itu, mantan kan sudah mantan kenapa harus terus berhubungan dengan yang namanya mantan hah tidak mengerti deh.


__ADS_2