
Apa kamu tahu apa yang di sukai Fiani?" Wulan tertawa mendengar ucapan lucu Faam.
Nih suami gimana sih masa kesukaan istrinya saja dia tidak tahu?
Suami apaan itu!!
"Aku hanya ingin membuat ingatan istriku kembali lagi, aku juga bosan dengan tingkahnya itu? Masa dia menyuruh ku untuk tidur di ruangan lain." Wulan tertawa mendengar ucapannya.
"Hahaha kasihan enggak di kasih jatah, tapi memang si Fia suka seperti itu sih orang nya suka menyendiri kamu nya aja yang mungkin berubah, tidak ada waktu buat dirinya." Faam diam menang sih beberapa hari ini dia mana ada waktu untuk istrinya dia kan sibuk bekerja.
Dan saat dia pulang kerja Fiani saja sudah tidur ingin mendekati Faam menghentikan niatnya karena takut mengganggu.
Dia hanya bisa memandang istrinya kapankah dia bisa menyentuh perut istrinya?
Bagaimana anaknya di dalam perut istrinya ya.
"Nih malah diam saja." tanya Wulan.
"Ayolah kasih tahu aku bagaimana cara mendekati Fiani," Wulan terkekeh dan berbisik pada Faam.
"Harus gitu ya?" tanya Faam yang terkekeh tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Wulan tapi harus di coba nanti saat pulang di praktek kan.
"Kak... " ucap Nadia yang sudah keluar dari ruangannya.
"Bagaimana dengan keadaan Kakak mu?" tanya Faam pada Nadia.
Nadia menjewer telinga kakaknya.
"Aw.... " teriak Faam karena tiba-tiba Nadia menjewer telinga nya nih adiknya kenapa juga main tarik telinga seperti Fiani saja.
__ADS_1
"Kakak ini apakah tidak bisa menjaga kak Fiani apa bagaimana sih," ucap Nadia yang segera melepaskan telinga Faam dengan kasarnya.
Faam menggaruk kepalanya nih panas juga telinganya karena ulah adiknya apaan coba main tarik-tarik segala memangnya ada apa sih.
"Kakak tahu tidak kak Fiani ini lagi hamil!" Faam hanya mengangguk saja memangnya kenapa jika Fiani tengah hamil sih adiknya ini mah.
"Iya memang tahu, memangnya kenapa sih dek, sakit tahu ini telingaku." Nadia segera menginjak kaki Faam.
"Buset dah nih anak, kenapa main menginjak kakiku segala sih, apa coba, apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Fiani, mati aku.... " pekik Faam sembari mengacak-acak rambut hitamnya.
"Kak Fiani nangis tuh." ucap Nadia.
Faam duduk seraya mendengarkan saja, kenapa lagi dengan istrinya kok dia nangis sih bukannya tadi dia tidur ya?
"Hah nangis, memangnya tadi kamu ngapain dia sih?" tanya Faam penasaran.
"Laper! Kamu ini dek jangan bohong deh, tadi saat mau datang kemari aku dan kakak mu sudah makan loh." ucap Faam meyakinkan.
"Kakak apa kakak lupa? Kak Fiani itu tengah hamil jadi dia akan merasa lapar lagi lapar lagi masa kakak enggak PEKA?" Faam mengembuskan nafas kasar ternyata hanya karena makanan rupanya dia kira Fiani koleps lagi.
"Baiklah sekarang minta di beliin apa tuh Fia!" Tanya Faam membuat Nadia sedikit kesal nih kenapa dengan kakaknya biasanya juga dia tidak judes seperti ini.
"Sejak kapan kakak kok sikapnya aneh gini!" Faam sebenarnya terbawa suasana.
"Baiklah aku akan membelikan apa yang istriku mau, tapi dia minta apa? Masa aku beli tidak tau apa yang harus ku beli." Nadia tersenyum.
"Kata kak Fiani, dia minta Es buah, Jagung bakar tapi ada bumbu kacangnya." Faam menggaruk kepalanya yang tidak gatal nih es buah oke lah gampang yang jadi pertanyaan nya adalah dimana dia menemukan jagung bakar berbumbu kacang nih emang istrinya ngerjain apa bagaimana? Tapi tenang kan ini permintaan anak yang ada dalam kandungan istrinya jika tidak di turuti nanti ngiler bagaimana haduh bingung bingung, cari dimana ya?
"Dek, mana ada jagung bakar berbumbu, yang ada jagung bakar ya jagung bakar saja. Kamu ini ada ada saja, carinya dimana hayo bingung aku." ucap Faam membuat Nadia tersenyum ya dia saja tidak tahu mencarinya dimana kok.
__ADS_1
"Tapi sebelum aku mencari jagung bakar dan es buah nya aku ingin tahu bagaimana keadaan istriku." Nadia tersenyum lagi membuatmu Faam sangat curiga nih adiknya ada unek-unek lain nya kah, seperti nya sih iya beneran ini.
"Dia baik-baik saja sih dan ingat kakak harus mengingatkan Kak Fiani loh agar tidak lupa minum vitamin dan minum susu kehamilannya. Seperti nya salah satu anak kakak rese nya seperti kakak deh heran aku." Faam sejenak berpikir apa yang Nadia katakan tadi? Salah satu anaknya? He maksudnya anaknya kembar apa bagaimana nih?
"Tunggu, kamu bilang tadi apa salah satu diantara nya, jadi istriku itu...?"
"Iya, Kak Fiani mengandung dua anak ini hasil USG nya hehe cie yang jadi bapak dengan dua anak sekaligus."
Nih adiknya memang dasar suka ngerjain orang aja, dia akan mendapatkan dua anak sekaligus apa anak nya laki-laki dan perempuan?
"Yang sabar ya kak, dan kakak harus ekstra sabar dengan bumil kakak loh, bumil itu bisa gampang marah, gampang nangis dan gampang merajuk jadi pintar-pintarnya kakak loh. Dan yang aku takutkan ini yang anak perempuannya kakak seperti nya dia kurang mendapatkan perhatian deh."
Buset ada ada saja sih adiknya.
"Bicara apaan sih kamu, mereka berdua ini sepasang apa bagaimana? He jangan asal bicara ya dek aku selalu memperhatikan kakak mu loh.
" Bohong biasanya kak Fiani akan selalu datang bersama dengan Aldo kok, untuk mengecek kandungannya, kak jangan terlalu membiarkan Kak Fiani sendirian terus apalagi kak Fiani sedang amnesia bisa-bisa kak Fiani akan berpaling pada laki-laki lain loh, kalau yang di ingat kakak ok lah nah jika yang diingat orang lain siapa yang susah! Kakak juga apalagi kakak membawa mantan dari kak Fiani." Faam teringat benar juga masa istrinya malah mengingat orang lain haduh kenapa dia bisa melupakan hal itu ya ceroboh masa dia mengulangi kesalahan untuk yang ketiga kalinya? Tidak boleh Fiani harus ingat pada dirinya dan bukan orang lain.
Benar juga karena sibuk dia sampai melupakan orang yang paling ia sayangi, membiarkan dia sibuk dengan aktivitas nya di bandingkan bersama dengan dirinya. Bodohnya kamu Faam untunglah hal itu tidak keterusan.
"Wulan apa kamu tahu tempat jagung bakar berbumbu?" tanya Faam pada Wulan.
"Seingat ku memang ada,"
"Kamu tahu dimana tempatnya?" tanya Faam kali ini dengan nada serius dia tidak ingin jika istrinya malah mengingat pria lain.
Kemarin saja dia sudah sangat cemburu ketika istrinya merengek dan ingin bertemu dengan mantannya tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan dia harus bisa membuat istrinya mengingat dirinya.
Dan merubah istrinya menjadi sosok istri yang membuatnya tidak bisa marah, apa dianya saja yang berubah ya, hah bodoh sekali dia.
__ADS_1