
Fiani masih bingung senang kedua pria ini termasuk seseorang yang mengakui sebagai ayah dari Dilan.
Fiani masih tidak percaya tapi pria itu memiliki bukti jika wanita itu adalah istri nya.
"Jika anda memang ayah dari Dilan kenapa anda tidak mencari Dilan, dan kenapa anda datang setelah sekian lama?" Yusuf tidak tahu harus berkata apa.
"Hubungan ku dengan istri ku tidak di restui oleh ibu ku, ibuku selalu membuat hubungan antara aku dan istri ku renggang, ibu ku tidak suka karena istri ku adalah seorang anak yatim yang tidak memiliki orang tua dan tidak mempunyai harta yang berlimpah, ibu ku sangat kejam padanya hingga pada akhir nya aku dan istri ku, namanya Cantika pun pergi meninggal kan rumah. "
"Apa alasan anda, kenapa anda meninggal kan rumah anda? Apa kah anda tidak kasihan dengan ibu anda?" Yusuf menggeleng.
"Jika saya harus kasihan, saya kasihan dengan istri dan anak saya, istri saya sudah berulang kali mengandung tapi istri ku selalu saja keguguran sejujurnya aku merasa marah dengan sikap ibu ku."
"Saya tahu posisi anda, saya juga paham dengan apa. yang anda rasakan, tapi saya hanya minta jangan ambil Dilan biarkan Dilan bersama dengan Kami, anda percaya dengan saya bukan... " Yusuf bingung tapi apakah perempuan ini akan melarang dirinya bertemu dengan anaknya?
Ana berlari mengejar Dilan yang cepat sekali menghampiri Fiani, Fiani segera memeluk Dilan.
__ADS_1
"Maaf Nona, Dilan terlalu gesit... " Fiani hanya tersenyum mendengar alasan Ana.
"Ini adalah pak Yusuf, beri salam pada pak Yusuf Dilan." Dilan segera mencium punggung tangan Yusuf. Yusuf tersenyum melihat anak kandung nya yang sudah dewasa.
Seperti nya anak kandungnya berada di tangan yang tepat. Sayang sekali kali ini dia tidak bisa mengatakan jika. dia adalah ayah kandung nya, dia harus pergi untuk mencari tahu siapa orang yang mencelakai istrinya.
Yusuf enggan untuk memberi tahu siapa dirinya pada anaknya, pasti nanti anaknya akan mengerti. Kenapa dia tidak mencari nya selama ini, kenapa anaknya harus hidup bersama orang lain.
Karena satu alasan Yusuf tidak ingin anaknya sampai meninggal seperti ibunya.
"Siapa paman ini ma? Kenapa Dilan tidak pernah melihat nya?" tanya Dilan pada mamanya.
"Kemarin kamu bertanya kenapa kamu ke makam ibu kamu dan kamu tanya kan siapa ayah kamu? Ya dia... Dia ayah kamu nak. " Yusuf terkejut mendengar nya ternyata wanita ini sudah mengatakan yang sejujurnya pada Dilan.
Fiani mengulum kan senyuman.
__ADS_1
"Ayah...Dilan sangat rindu pada ayah... " Jery terkejut ternyata istri dari Faam ini tidak menyembunyikan sesuatu pada Dilan.
"Dari kecil Dilan tidak pernah dekat dengan siapa pun dia selalu bertanya padaku, di mana ayah dan ibunya, aku mengatakan jika ayah dan ibunya yaitu kami tapi dia tidak pernah percaya hingga suatu hari kami membuat keputusan yaitu mempertemukan Dilan dengan ibu kandungnya, walau pun itu hanyalah bantu nisan saja.
Entah lah saya sebagai orang tua angkat nya juga bingung, tapi yang jelas Dilan selalu menjaga putra dan putri kami."
"Ternyata kamu jagoan juga... " Dilan tersenyum.
"Lalu apa. yang terjadi dengan pipi nya kenapa pipinya Dilan lebam.
Dilan hanya tersenyum, dia sok jagoan sih jadi kena tampar hehe...
" Kok tersenyum... "
"Bukan kah jagoan sejati selalu membantu orang?" Mendengar hal itu Jery dan Yusuf tertawa, ternyata dia ingin jadi jagoan rupanya.
__ADS_1