Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 34. Memberi tahukan keluarga


__ADS_3

Di ruang tengah keluarga besar Bastian, ia mengumpulkan semua anggota keluarganya. Ketika Lovia sedang tidak berada dirumah ia menjadikan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan semua orang untuk memberi tahu keinginan Dini untuk mengakhiri ikatan keduanya.


"Ada kau memanggil kami semua? " Tanya Selo menatap Bastian penuh dengan curiga pasalnya tidak biasanya Bastian seperti itu.


"Aku ingin memberi tahu kalian jika aku dan Dini sudah sepakat untuk berpisah." Jelas Bastian tak berani menatap semua orang yang tengah mendengarkan ucapannya.


"Apa maksud mu? " Mita dan Nugroho secara bersamaan bingung sekaligus terkejut dengan apa yang mereka dengar dari mulut Bastian.


"Dini meminta ku untuk berpisah. " Terang Bastian ragu mengarahkan pandangannya menatap wanita yang tengah duduk dihadapannya itu dengan begitu tenang sampai Bastian sedikit bingung dengan sikap santai Dini pada saat suasana yang begitu menegangkan bagi Bastian. Dimana semua anggota keluarga manatap dirinya dengan tajam.


"Jadi kau menyetujui apa yang dia inginkan? " Suara berat Nugroho memekakkan telinga Bastian. "Aku hanya mengabulkan permintaannya karena ia terlihat serius dengan ucapannya. " Ucap Bastian tidak ingin dipersalahkan oleh anggota keluarganya. Dengan begitu ia berharap semua orang tidak akan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sudah menjadi pilihan keduanya.


"Apa ini ada hubungannya dengan Lovia? " Karin ikut bertanya menatap Bastian kemudian berganti manatap Dini dengan perasaan kasihan kepada wanita yang sudah seperti adik sekaligus sahabat baginya.


"Aku rasa tidak ada yang perlu aku jelaskan untuk saat ini karna keputusan ku sudah bulat. " Terang Dini memberanikan dirinya membuka suara menyadari kini semua orang sedang menunggu penjelasan darinya.


Mita mendekati menantunya tersebut dengan berpindah dari tempat duduknya ke disamping Dini. "Mama tidak ingin kalian mengambil jalan yang salah, jadi tolong pikirkan dengan baik keputusan mu itu. " Ucap mama Mita lembut sambil membelai rambut menantunya itu.


Sungguh Mita merasa gagal dalam mendidik anak bungsunya nya itu dan merasa bersalah kepada Dini yang harus menanggung semua beban karna Bastian tak kunjung mengingat siapa dirinya.


Mita tau betul jika saat itu menantunya itu sudah berada di titik sabar yang paling terakhir untuk mempertahankan hubungannya dengan Bastian.


"Mah, aku tidak berniat untuk membuat kalian semua kecewa namun aku juga harus memikirkan hidup ku sendiri. Aku yakin diluar sana ada kehidupan yang lebih baik dari ini. Jadi tolong kalian mengerti lah apa yang aku rasakan selama ini. " Nia mencurahkan isi hatinya yang selama ini ia pendam.


"Sampai kapan aku berada diantara mereka? aku tidak ingin mempersulit diri ku sendiri. " Lirih Dini menundukkan kepalanya.


"Bukan kau yang berada diantara mereka tapi wanita itulah yang berada diantara kalian dan menjadikan semua ini rumit. " Tegas Nugroho menatap tajam kepada Bastian.

__ADS_1


"Kenapa kalian begitu peduli dengannya dan seolah akulah yang bersalah disini?" Bastian tidak terima jika semua orang menyalahkannya dengan keputusan Dini.


"Karna kau memeng bersalah! " Ucap Selo memotong ucapan Bastian.


"Tapi dia yang ingin bercerai dengan ku dan aku hanya mengikuti semua keinginannya. " Bastian membela dirinya.


"Mungkin saja Dini sengaja mengatakan hal itu dan melihat bagaimana reaksi mu dan ternyata kau malah dengan senang hati untuk bercerai denganya. Kau sudah salah dalam mengambil keputusan. Dengan begitu Dini yakin jika sudah tidak ada harapan dan tempat baginya dihati mu yang sudah dibutakan oleh wanita yang baru kau kenal itu." Ucap Selo panjang lebar.


Bastian berpikir sejenak dengan perkataan Bastian kemudian menatap kearah Dini. "Apa benar yang dikatakan oleh Selo barusan? " Bastian bertanya kepada dirinya sendiri didalam hatinya.


"Sudahlah jika itu sudah menjadi keputusan kalian berdua, maka lakukanlah sesuai keinginan kalian. Kami tidak akan menghalanginya karna bagaimana pun juga Dini berhak untuk hidup bahagia tanpa dengan mu. " Kali ini Nugroho yang berbicara membuat semuanya tercengang.


"Tidak bisa seperti itu pah! " Mita tidak terima jika suaminya itu menyetujui niat dari anak dan menantunya tersebut.


"Mah, papa berkata seperti ini, itu semua karena papa sayang kepada Dini. Papa tidak ingin melihat Dini dalam kesedihan setiap hari karena ulah anak yang tidak tau diuntung ini." Nugroho manatap tajam kepada Bastian.


Bastian tidak bisa berkata apa pun setelah itu ia hanya bingung apa yang harus ia lakukan. Dan kini semua orang meninggalkan ruangan itu satu persatu menyisakan dua orang yang saling diam sana.


"Kau jangan khawatir mama dan papa tidak akan marah kepada mu. Ini hanya masalah waktu, aku yakin mereka akan merubah keputusan mereka. " Ucap Dini memulai pembicaraan diantara keduanya.


"Apa kau sungguh-sungguh dengan keputusan mu untuk berpisah? " Selidik Bastian.


"Dini tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Bastian. Aku yakin ini adalah jalan terbaik bagi kita berdua."


"Kenapa dia bisa tersenyum disaat seperti ini? apa dia benar-benar sudah menyerah untuk berada disisi ku? " Bastian mulai meragukan keputusannya sendiri.


"Aku harap setelah perceraian kita nanti, kau dan Lovia bisa hidup bahagia. " Terang Dini namun perkataannya membuat hati Bastian tidak terima jika wanita itu melepaskan dirinya dengan begitu mudah.

__ADS_1


Tap tap


Suara langkah kaki memasuki ruangan itu yang ternyata adalah Lovia.


"Kalian sedang apa berdua disini? " Selidik Lovia menatap tajam kepada Dini kemudian ikut duduk disamping Bastian.


"Dari mana saja kau? " Bastian balik bertanya sambil menatap jam tangan di pergelangan tangannya.


"Bas, aku tidak suka jika pertanyaan ku kau balas dengan sebuah pertanyaan! " Sorot mata Lovia menatap penuh amarah kepada Dini.


Dini menghela nafasnya panjang kemudian menggelengkan kepalanya melihat reaksi dan ucapan Lovia yang menurutnya berlebihan.


Dini bangkit dari duduknya hendak meninggalkan tempat itu yang sudah tidak nyaman baginya di situasi seperti itu.


"Tunggu! " Cegah Lovia menghentikan Dini yang hendak pergi.


Dini menatap Lovia tanpa berkata apa pun sembari menunggu Lovia ingin mengatakan apa kepadanya.


"Aku belum selesai bicara, sedang apa kalian disini apa kau diam-diam menjalankan rencana licik mu dibelakang ku? " Selidik lovia.


"Berhentilah berprasangka buruk terhadap ku! jika kau menunjukan sikap asli mu didepan Bastian kemungkinan ia akan berpaling dari mu. " Pekik Dini kemudian pergi begitu saja.


"Beraninya kau mengatakan seperti itu! " Ucap Lovia setengah berteriak. "Jaga ucapan mu semua orang tidak akan nyaman dengan suara mu itu. " Terang bastian ikut berdiri dari duduknya dan meninggalkan Lovia.


"Sial!! " Umpat Lovia dalam hati. "Kenapa dengan Bastian? apa yang terjadi Sebenarnya? apa ada hal yang tidak aku ketahui? "Serentetan pertanyaan muncul di dalam kepala Lovia.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2