
Sampai hari ini Fiani tidak mempercayai suaminya jangan kan percaya pada Faam jarak antara keduanya pun semakin rengggang saja.
Hari ini hari pernikahan antara Liana dan Ardan. Faam sudah berpakaian rapi dengan setelan kemeja dan jasnya namun di sisi lain istri nya masih saja berkurat di dapur memang sekarang dia lebih rese mungkin bawaan hamil ya begitulah.
"Sayang apa yang kamu lakukan? Sekarang ayo cepat siap-siap!" pinta Faam sambil memukul jamnya dengan jari telunjuk nya.
"Yang punya jam tangan baru janganlah sok soan pamer" jawab Fiani membuat Faam berdecak pelan.
"Buset, bukannya paham malah di kiranya aku ini pamer padanya. Haduh ampun!!"
"Sayang... Bukannya aku ini mau pamer padamu, tapi sekarang kamu harus bersiap aku akan mengajakmu untuk pergi ke pesta pernikahan."
Tidak ada jawaban dari Fiani membuat Faam segera menarik lengan Fiani membuat Fiani memandang tajam orang yang mengaku sebagai suaminya ini.
"Apa-apaan sih kamu??" teriak Fiani merasa kesal. Memangnya haruskah dia ikut yang ada nanti dia hanya akan memperlakukan pria rese ini.
Faam yang tidak sabaran meladeni istrinya yang super duper nyebelin ini pun segera menggendongnya.
"Aakhhh Apa apan sih kamu ini!" teriak Fiani metasa kesal sendiri nih pria rese asal menggendong orang saja tidak tau sopan santun.
__ADS_1
"Diam nggak! Jika. kamu tidak diam maka aku akan mencium mu." ancam Faam membuat Fiani membuang muka tapi mulutnya masih komat kamit karena kesal dengan pria yang sedang menggendongnya.
"Dasar pria mesum seenaknya saja main bawa orang seperti ini, jangan jangan dia ingin hah... Tidak mungkin kan jika dia akan.... "
"Bisa nggak mulut mu jangan komat kamit seperti itu, tutup mulut mu! Jika kamu masih seperti itu aku tidak segan segan mencium mu, aku bukan mengancam tapi aku serius kali ini." ucap Faam dengan nada datarnya.
Lumayan buat kucing-kucingan setiap hari istrinya bersikap seperti orang lain dan bertingkah sangat aneh tapi itu seru sih.
"Bodo!"
"Hey aku ini serius tauk, kamu masih tidak percaya padaku? Baiklah... "
"Akh... Jauhkan mukamu itu dasar pria mesum aneh!" teriak Fiani kali ini dia meronta tidak ingin di gendong oleh Faam tapi Faam tidak begitu saja melepaskan istrinya ini..
"Kamu memang susah di bilangin ya." nada suara Faam kini sudah mulai berubah. Tatapan matanya saja tidak seperti tengah bercanda kali ini.
"Cepat lepaskan aku!" pinta Fiani.
"Baiklah" Karena tidak ingin sampai anak yang ada dalam kandungan istrinya kenapa kenapa dia menurunkan Fiani dengan perlahan takut istrinya kenapa-kenapa.
__ADS_1
"Dasar pria mesum!"
"Hey!!! Aku bisa mendengar mu sayang.. "
"Sayang? Kapan aku jadi seseorang yang berarti dalam hidup mu!"
"Nih bocah, kamu lah orangnya malah nanya lagi, sudah diam sekarang kamu mandi." pinta Faam dengan suara lembut.
"Tidak mau!"
"Tidak mau kau yakin?" tanya Faam yang ingin tau apa jawaban Fiani.
"Yakin.. " Faam semakin mendekat bahkan jarak antara keduanya pun sangat dekat.
"A Apa yang ka kau ingin lakukan!!" tanya Fiani dengan terba.
"Kan tadi aku sudah bilang kamu saja yang rese!" ucap Faam yang mencubit pipi Fiani.
"Kau.... " Teriak Fiani membuat Faam segera mengecup bibir Fiani dari tadi rasanya sudah geram istrinya selalu saja seperti ini.
__ADS_1
Faam tidak ingin melepaskan kecupan nya, Fiani memberontak namun tangan Faam segera memegang tangan Fiani agar dia tidak memberontak.
"Dasar pria tidak tau malu..."