Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Terlambat Menyadari


__ADS_3

Hans mencari keberadaan anaknya, pasti dia berada di apartemennya bersama dengan Bima bagaimana pun caranya proyek besarnya tidak boleh sampai gagal, soal lain bisa di selesaikan nanti tapi ini soal proyek besar itu jika hubungan antara Ana dan Yuda tidak mendapatkan persetujuan maka dialah yang akan bangkrut.


Bima sudah bersiap kali ini bosnya entah akan kemana lagi yang jelas dia pasti akan menemui Ana tapi alasan apa yang akan bosnya katakan pada Ana?


"Bos, ada Tuan besar!" pekik Bima membuat Yuda yang sudah berdandan rapi pun menggelengkan kepala entah kenapa ayahnya selalu saja sibuk pasti kedatangannya hanya membuat ulah saja, nih kapan sih ayahnya akan sadar jika anaknya juga harus hidup bahagia dengan pilihannya sendiri, dia tidak ingin di atur apalagi masalah hidupnya dan terutama istrinya dia ingin menjalani hidup bahagia bersama dengan istri dan anaknya.


"Buat apa lagi pria itu datang, suruh masuk." Yuda yang tadinya bersemangat untuk mendapatkan hati Ana lagi jadi merasa kesal bahkan mud nya kali ini tidak bagus.


Yuda pun duduk di sofa menunggu kedatangan ayahnya.

__ADS_1


Pasti hanya ingin membahas tentang perjodohan lagi jika iya, maka dia akan benar-benar menolak seperti biasa nya. Dia tidak ingin di atur hidupnya ya hidupnya.


Hans memandang anaknya, bagaimana caranya mengatakan pada anaknya, pasti dia masih marah karena apa dulu dia dengan lantangnya mengusirnya dan kali ini tanpa ada rasa bersalah dia pun datang.


Hans duduk agak jauh dari putranya memang maksud kedatangannya kemari untuk membicarakan tentang hubungan Yuda dan Ana.


"Apa yang membuat ayah datang ke apartemenku?" Hans tersenyum kali ini pasti anaknya tidak akan marah, apa memang sebaiknya dia mengalah saja?


"Jangan marah nak, maksud dari kedatangan ayah kemari hanya ingin mengatakan jika ayah akan menyetujui setiap hal yang kamu lakukan termasuk akan menyetujui hubunganmu dengan Ana. Ayah datang hanya ingin mengatakan hal itu." Yuda hanya diam saja dia pun melangkah menuju ayahnya dan segera memeluk ayahnya dengan erat.

__ADS_1


"Terima kasih ayah," jawabnya dengan semangat.


"Anak ini, belum pernah aku melihat anak ku segembira ini, apa aku yang selama ini selalu menentang setiap hal yang Yuda kerjakan hingga aku pun tidak tahu ternyata anakku menderita seperti ini.


" Tapi ayah, ayah serius?" Hans mengangguk saja.


"Akhirnya, aku dapat menikah degan Ana... " teriaknya sembari berlalu meninggalkan ayahnya yang hanya memandang saja.


"Tuan, akhirnya tuan berubah pikiran juga, Terima kasih tuan, karena tuan sudah membuat bos Yuda bahagia. Setelah sekian lama bos Yuda menderita tuan. Apa tuan tidak tahu bos Yuda sudah mencintai Nona Ana sejak lama namun Nona Ana selalu saja menjaga jarak dengan bos, pernah bos mengatakan ada apa namun Nona Ana hanya mengatakan perbedaan derajat dan itu membuat bos Yuda sedih. Tampaknya Nona Ana masih ingat apa yang dikatakan Tuan dulu." Bima berlalu meninggalkan Hans yang baru menyadari ternyata dirinya selama ini terlalu memikirkan hatinya saja, tidak memikirkan tentang anaknya, dia terlalu egois sampai ingin merebut kebahagiaan putranya.

__ADS_1


"Pantas saja Tuan Faam mengancam ingin membatalkan kontrak kerja itu ternyata dia pun mengetahui akan hal ini. Dan ini juga salahku karena aku terlalu egois padanya namun kali ini ayah tidak akan melarang mu kamu pantas bahagia nak."


Flashback off


__ADS_2