
"Tapi kenapa? Kenapa kau tidak mengatakan apa pun padaku sayang?" tanya Fiani ingin tahu sebenarnya Faam tidak ingin memberitahukan nya dari awal karena mungkin Fiani juga tidak ingin tahu mengingat bagaimana perlakuan ayahnya yang membuat Fiani membenci ayahnya.
"Bukankah kau tidak ingin tau tentang keluargamu lagi, tapi kenapa kau sekarang seolah perduli?" tanya Faam ingin tahu apakah Fiani sudah memaafkan om Danar mengingat sekarang om Danar banyak berubah setelah pesta pernikahan dirinya dan Fiani.
"Aku hanya ingin tahu kenapa ibu tiri ku ingin membunuh ayah, apa dia tidak terima atas pembagian harta itu?" Fiani menebak mungkin juga pasti masalah itu, mengingat ibu tirinya menginginkan harta dari ayah apa bagiannya kurang besar?
"Mungkin apalagi sekarang ayahmu tau jika yang ingin mencelakai ibumu dulu adalah istri keduanya." Fiani membulatkan matanya, dari mana ayah sampai tau apa suaminya yang memberi tahukannya mengingat hanya dia lah yang tau semua bukti tentang kejahatan dari ibu tirinya. Lalu bagaimana dengan adiknya apakah dia juga tau tentang bagaimana ibunya tapi sudah sejak lama Vino membenci ibunya dan lebih dekat dengan ibu tirinya apa jangan-jangan dia tau semuanya dan menceritakannya pada ayah? Tapi ayah bukan orang yang mudah percaya terutama pada anaknya sendiri,
"Apa semua ini ulah mu sayang?" tanya Fiani ingin tahu mengingat Faam bisa melakukan hal sesuka hati nya.
"Ulahku? Bahkan aku tidak tau akan hal ini, kan aku bersama mu dan semua urusan perusahaan aku serahkan pada Rendra, apa mungkin Rendra yang melakukan nya, nanti aku tanya padanya ok tenanglah." Ucap Faam.
"Kenapa kau menyuruhku untuk tenang, memangnya aku sedih gitu? Aku hanya ingin tau apa rencana ibu tiri ku selanjutnya di situ ular licik yang bisa melakukan apapun yang ia inginkan dan dengan mudahnya justru menyalahkan orang lain." terang Fiani.
"Ah apa kau takut sayang? Tenanglah ibu tiri mu dan suaminya sudah di tangkap." Fiani tidak mengerti Suami siapa yang suaminya maksudkan bukankah Ibu tirinya menikah dengan ayahnya lalu suami yang mana yang di maksud kan?
"Suami ayah maksudnya bukan kah ayah yang akan di celakai?" Faam tersenyum lagi lagi Fiani tidak tau apa dia berpura-pura tau mengingat banyak hal yang Fiani sembunyikan dan justru Faam yang tidak mengetahui akan hal itu.
"Bentar maksud mu Soni? Ah orang rese itu lagi dia juga yang selalu ingin mencelakai ku, tapi sekarang biar tau rasa mereka sudah di jebloskan dalam penjara dan apa kau juga yang melakukannya?"
"Tidak!! "
"Lalu siapa?" tanya Fiani ingin tahu.
"Jika bukan suamiku yang menjebloskan mereka ke dalam penjara lalu siapa? Apa ibu tiri ku mempunyai musuh juga? Lah tapi kenapa aku harus perduli mereka bahkan tega-teganya mencelakai ibuku lalu kenapa aku harus menghawatirkan mereka?"
Faam juga memikirkan hal yang sama siapa yang menjebloskan mereka ke dalam penjara mengingat dia bukanlah orang yang melakukannya.
__ADS_1
Di tempat lain Ardan sudah ada di kantor polisi bersama dengan Liana dia ingin melihat dia orang yang tidak tau di untung itu terutama Soni yang sudah tega ingin membunuh Liana.
Soni sudah duduk begitupun dengan Liana dan Soni begitu terkejut melihat Liana yang masih hidup bukan kah dia harusnya sudah mati karena pendarahan kenapa sekarang dia bersama dengan orang lain.
"Seharusnya aku melakukan hal ini dari dulu," ucap Liana tanpa berbasa-basi pada Soni.
Soni tersenyum ia tampak tenang di atau bagaimana caranya mengatasi Liana pasti di akan seger adi bebaskan kan Liana mencintai dirinya dengan kebodohannya.
"Sayang apa kau marah padaku?" tanya Soni dengan sifatnya yang di manja-manjakan seakan mereka adalah pasangan kekasih.
Ardan merasa muak dengan pria yang ada di hadapannya begitu menjijikkan masih ada ya orang seperti ini! Tidak tau diri.
Liana diam ingin rasanya dia menampar orang yang sudah membuat anaknya meninggal.
"Apa kau masih marah padaku? Maafkan aku aku khilaf aku juga bingung harus berbuat apa jadi...." Soni tidak melanjutkan ucapannya karena Liana memandangi Soni dengan tatapan kecewa.
"Jadi kau membuang ku setelah apa yang kau lakukan padaku dan anakku iya, pasti kau terkejut karena aku masih hidup bukan?" tanya Lisna, Soni bersikap biasa saja dia tidak ingin jika Liana sampai benar-benar memenjarakannya dan dia tidak akan mempunyai uang lagi dan hidup di penjara seumur hidupnya tidak ia tidak ingin hal itu sampai terjadi.
"Apa kau begitu marah padaku sampai kau tidak ingin aku menyentuh mu, baiklah mungkin aku salah aku minta maaf," ucap Soni.
PLAKK
Tamparan keras mendarat di pipi Soni, Liana tidak tahan lagi melihat wajah orang yang membunuh anaknya.
"Kenapa kau menamparku sayang." tanya Soni yang menahan amarahnya bahkan terlihat ia mengepalkan tangannya sangat erat.
Ardan hanya melihat nya saja mengawasi jika Soni akan berbuat sesuatu pada kekasihnya.
__ADS_1
"Itu belum cukup karena kau sudah membunuh anakku!" teriak Liana yang segera melangkah pergi namun Soni mengejarnya dan memegang tangan Liana.
Ardan segera melepaskan tangan kotor Soni dari pergelangan tangan Liana.
"Tidak tau diri seharusnya kau sadar dengan perbuatan mu bahkan kau itu sudah tidak pantas lagi di sebut sebagai manusia, kau harus tau aku akan memastikan jika kau akan membusuk di penjara bersama dengan istrimu itu."
"Kurang ajar!" Soni ingin memukul Ardan namun Ardan memegang pergelangan tangan Soni dan membuangnya kasar hingga membuat kesabaran Soni tidak bisa tertahankan lagi.
"Berani kau mencelakai Liana lagi maka kau akan berurusan dengan ku." ancam Ardan serius.
"Apa urusan mu? Kau kekasihnya dan kau tidak perlu ikut campur dengan urusan ku."
"Sekarang dia masih menganggap Liana sengaja kekasihnya dasar tidak tau diri!"
"Kekasih mu, kekasih mana yang tega ingin membunuh kekasihnya sendiri kau tau saat Liana sadar pertama kali yang di tanyakan adalah anaknya dan kau tanpa perduli membuat anak ah maaf anak mu mati karena ulah mu sadar kan siapa yang pantas di sebut B*JING*N ITU?
"Kau... "Soni ingin menghajar Ardan namun polisi segera membawa Soni masuk ke dalam selnya lagi.
Ardan segera mengejar Liana yang berlari keluar.
Pasti saat ini dia sangat sedih.
Ardan mencari keberadaan Liana namun tidak di temukan ternyata kekasihnya sedang duduk dan menangis sesunggukan sendirian.
Ardan melangkah kan kakinya dan segera memeluk kekasihnya itu. Ardan membiarkan Liana menangis di pelukannya karena tidak mudah memaafkan orang yang telah membuat anaknya meninggal.
Maaf telat up
__ADS_1
Makasih yang sudah mampir 🥰
Selamat membaca 😄😄