Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bukan aku tapi dia


__ADS_3

"Silahkan masuk... " pinta Faam membuat Fiani tidak meliriknys dia segera memasuki mobil dan duduk di depan.


Tak lupa dia menggunakan sabuk pengaman.


"Marahan tuh," pekik Nur yang cengengesan di belakang Fiani.


"Janganlah marah terus..... Buat apa kamu marah pada suamimu.. Fia kamu itu harus ingat kamu sedang mengandung jadi jangan berpikir yang tidak-tidak." ucap Nur pada Fiani.


Fiani tak lantas mendengarkan dia hanya diam saja.


Faam melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Sesekali melirik istrinya yang diam saja apakah ada yang salah lagi?


"Dari tadi kita hanya berputar putar memangnya siapa yang ingin kamu temui?" tanya Fiani yang ingin tahu karena dari tadi dia belum sampai ke tujuannya.


"Kita akan menghadiri pernikahan Liana dan Ardan." terang Faam tidak melihat wajah istrinya dia masih fokus menyetir.


"Teman mu?" tanya Fiani yang ingin tahu.


Kan sudah mulai lagi ke kepoan nya.


"Tangan kanan alias orang kepercayaan ku, dan Liana itu mantan tunangan ku. Memangnya kenapa?" tanya Faam yang ingin tahu.

__ADS_1


"Apa yang barusan dia bilang mantan tunangan katanya? Kenapa bisa jadi mantan? Apakah nih cowok rese penyebabnya pasti beneran pasti nih cowok yang suka main gonta-ganti pasangan pantas saja siapa tadi namanya meninggalkan dirinya.


" Kenapa?" tanya Faam mengira jika istrinya sedang cemburu padanya padahal Fiani malah berpikir lain tentang suaminya.


"Apa kamu cemburu?" tanya Faam yang mencoba menggoda istrinya.


Faam sengaja menggoda Fiani apakah istrinya akan cemburu ataukah tidak, kalau memang Fiani yang dulu sih mana ada cemburu, tapi Fiani yang ini apakah cemburuan orangnya? Atau datar seperti dulu?


*Ada apa dengan diriku, rasanya sebal sekali ketika nih pria rese menyebut nama wanita lain di depan ku, rasanya aneh.


Apakah aku sedang cemburu sekarang?


Tapi mana mungkin?


Apa mungkin nih perasaan ku saja*!


"Cemburu?"


"Aku cemburu?


" Padamu?"

__ADS_1


"Hah! Yang benar saja." Sangkal Fiani padahal dari tadi ia rasanya ingin marah pada Faam, kenapa dia malah menyebut nama wanita lain sih sebal.


Faam tau jika Fiani tengah cemburu, padanya Faam melirik sosok istrinya yang wajahnya sangat lucu karena tidak bisa menjawab dan malah menyangkal perasaan nya sendiri.


"Bilang saja kamu cemburu, gitu aja repot."


"Mana mungkin aku cemburu padamu, jangan ke ge eran deh jadi cowok." bantah Fiani pada Faam.


"Kau tunangan sama dia lalu kenapa kamu memilihku?" Faam menepikan mobilnya.


Faam membuang napas kasar dan memandang wajah istrinya.


"Karena kamu itu baik orangnya, tidak aneh aneh, dan kamu itu tidak seperti kebanyakan wanita yang ingin beli ini dan itu. Kamu sangat berbeda."


"Alasan kamu putus dengan tunangan mu apa?" tanya Fiani malah membuat Faam tersenyum.


Siapa yang putus orang di adi tinggal pas lagi benar-benar jatuh cinta padanya, dia memilih pria lain. Dan meninggalkan kenangan pahit untuknya.


"Aku bukannya memutuskan dirinya tapi dialah yang meninggalkan diriku, ya mungkin karena aku kurang segalanya, aku sudah memberikan yang terbaik namun dia mencari yang lebih baik. Lalu aku yang salah gitu?" Fiani terkekeh dia tidak percaya jika Faam di tinggalkan oleh tangannya pasti Faam lah yang mungkin ketahuan selingkuh.


"Apakah itu hanya alasan?" tanya Fiani membuat Faam segera mencupit pipi tembem Fiani. Nih istrinya bikin orang gemas saja sih.

__ADS_1


"Awww...! Lepaskan tanganmu dari pipiku!!!" teriak Fiani membuat Faam tertawa.


__ADS_2