
Cantika sudah memasak di dapur, dia melihat suaminya yang biasa saja, padahal dia sudah mendapatkan kabar jika sang ibu sakit dan ibunya menyuruh yusuf untuk pergi menjenguk ibunya.
Yusuf bukannya tidak ingin menjenguk ibu kandung nya, tapi ibunya itu terlalu sering berbohong sampai dia bahkan tidak percaya jika ibunya sedang sakit pasti ini hanya tipu muslihat nya saja.
"Suamiku? Kenapa kamu masih tetap di rumah, bagaimana jika kamu itu menjenguk ibumu?" Yusuf bukannya tidak ingin menjenguk tapi ya bagaimana? Ibunya itu nanti akan menyakiti dirinya lagi terlebih dia akan mempunyai anak.
"Biarlah, kamu jangan terlalu mencemaskan ibuku, susah cukup kamu di sakiti oleh ibuku, lihat bahkan dulu kamu sampai keguguran, itu semua karena ulah siapa? Ulah ibu ku, jadi kita tidak perlu memperdulikan ibuku lagi kita sudah bahagia sayang." Cantika hanya tersenyum memandang ke arah suaminya.
Namanya juga ibu mertua, dia tidak ingin anak laki-laki nya itu menderita, apalagi dia itu hanyalah orang yang tidak berada, dan dia itu juga sadar siapa dia sebelumnya, tidak akan pernah dia bisa menyaingi Fifi wanita yang sangat di sayangi mertua nya.
__ADS_1
"Tapi ibu mu itu sedang sakit, apalagi kamu itu anaknya, jadi lebih baik kamu temui saja ibu mu, aku bisa jaga diri baik-baik kok." Yusuf mempunyai firasat yang tidak enak. jadi dia tidak bisa meninggal kan istrinya.
"Aku mempunyai firasat yang sangat tidak enak, seperti akan ada hal yang akan terjadi, jadi lebih baik aku di rumah saja. " Cantika tidak bisa memaksakan kehendak suaminya jadi dia diam saja.
"Baiklah, lebih baik mas makan, aku sudah memasak untuk mas, tapi mas maaf ya kopinya habis jadi aku tidak bisa membuatkan kopi untuk mas." Yusuf tersenyum dan membelai rambut istrinya.
"Tidak mengapa sayang, jika tidak ada gula, masih ada garam kan? Pakai garam saja sedikit, pokoknya jika kamu yang buat pasti lah enak. " Cantika tersenyum dan membelai lembut perutnya yang sudah hampir sembilan bulan, beberapa saat lagi dia kan melahirkan buah cinta mereka.
"Sudah lah, nanti kan aku akan membelikan mu gula, bagaimana apa kamu menitip sesuatu? Aku harus pergi sekarang sayang, aku ngojek dulu. Ingat jangan membuka pintu jika kamu tidak mengenal orangnya. " Cantika tersenyum saja.
__ADS_1
Cantika segera mengambil kopi dan menambahkan garam karena gula yang ada di dapur sudah habis.
"Memang kopi buatan istriku paling uenak... " Cantika seakan ingin menangis seharusnya dia itu tidak membiarkan orang yang mencintainya hidup menderita bersamanya.
Benar kata ibu mertua nya, lebih baik dirinya merelakan suaminya bersanding dengan wanita lain, dia juga harus bahagia walau tidak bersama dengan dirinya.
"Hey kenapa? Apa yang kamu pikirkan sampai membuat dirimu menangis seperti ini. " Cantika menghapus air matanya, memandang wajah suaminya.
"Kenapa kamu mempertahankan diri ku mas, kenapa kamu tidak mendengarkan apa kata ibu kandung mu?" Yusuf membisu, kenapa dengan istri nya kenapa kamu mengatakan hal seperti itu,
__ADS_1
"Kenapa kamu mengatakan hal yang seperti itu? Fifi memang cantik, tapi hatinya sangat berbanding terbalik dengan dirimu, cantikan dirimu kok, dia memang mempunyai segalanya tapi tidak untuk hatinya.