
"Maaf selain pasien dilarang masuk, " jelas suster membuat Faam mencoba untuk menerobos masuk ia sangat menghawatirkan istrinya terlebih lagi saat dia tau pasti Dia ni tengah menyembunyikan sesuatu tapi, tapi kenapa kenapa dia tidak boleh tau akan hal ini?
"Tapi Sus, saya suaminya." tegas Faam memohon agar suster dapat mengizinkannya untuk masuk namun tetap saja suster tidak mengizinkan Faam untuk masuk.
"Maaf Pak, tidak bisa, sebaiknya anda menunggu saja biar pasien bisa lebih cepat di tangani." Faam tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Faam takut jika sesuatu terjadi mengingat Fiani sela) harus mengatakan apa pasti suaminya Fiani sangat cemas apalagi saat mengetahui jika istrinya sedang sakit parah.
"Maaf saya harus menangani pasien terlebih dahulu," terang Lisa sebenarnya dia tidak sanggup mengatakan hal yang sejujurnya, apalagi dia juga sudah berjanji untuk tidak mengatakan hal yang sejujurnya.
"Sayang sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Faam sambil menitihkan air mata kenapa dia tidak tau tentang penyakit yang di derita istrinya pantas saja istrinya mudah kecapean dan selalu mengeluh padanya. Ternyata karena ini? Seandainya dia tau pasti dia juga akan lebih memanjakannya.
Faam menunggu di depan ruang ICU. Perasaan nya jadi tidak menentu memikirkan tentang keadaan istrinya sebenarnya apa yang dia tidak ketahui selama ini? Kenapa hanya dia yang tidak di beritahu.
Flashback on
"Mukamu itu di tekuk terus kenapa sekali-kali senyum." ucap Faam mencoba membuat Fiani tersenyum namun bukannya tersenyum tapi Fiani malah marah-marah.
"Bodo amat! Sudah jangan ngurusin hidup orang. Urusin sono urusan mu sendiri!" dengus Fiani merasa sangat kesal.
"Jika kau semakin marah, kau semakin cantik loh." ucap Faam masih mencoba merayu Fiani.
"Dasar buaya!" pekik Fiani kesal kenapa dia selalu saja di ikuti orang tidak jelas seperti DIA kan males.
"Sayang... Aku ini calon suami mu loh masa iya di samain sama buaya?" tanya Faam geli sendiri.
"Emang jika bukan buaya apaan? Kau itu sama sama seperti cowok-cowok di luaran sana. Ogah banget." ucap Fiani membuat Faam bukannya kesal tapi malah cengengesan tisak jelas.
"Sayang aku ini orang yang sangat sayang sama kamu masa kau tidak pernah mempercayai ucapan ku?" tanya Faam sambil mengedipkan matanya.
"Bodo!" dengus Fiani sambil meninggalkan Faam yang masih duduk belum beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Sayang aku hanya mengatakan isi hatiku akun ini sayang sama kamu masa kau tidak mempercayai ku sedikitpun?" tanya Faam namun tidak di hiraukan okeh Fiani.
"Kan dia seperti itu lagi tapi dia menggemaskan bagaimana mungkin aku bisa membencinya yang ada jika kau main kucing-kucing an seperti ini yang ada aku akan semakin mengejar mu." batin Faam tertawa sendiri.
Flesbek off
"Fia, sebenarnya apa yang terjadi padamu dari awal kau memang selalu saja membuat ku menjauh, apa karena ini? Kenapa, kenapa saat kau mulai membuka hatimu padaku kau melakukan hal ini?" Faam tidak bisa menahan air matanya dia sangat sedih tidak tau harus bagaimana.
"Aku sangat senang saat kau mulai mengatakan jika kau ingin secepatnya untuk menikah dan kau mulai manja-manjaan padaku, dan ternyata pada akhirnya saat aku sangat-sangat mencintaimu kau dengan teganya membuatku sedih seperti ini, kau benar-benar tega." ucap Faam sambil menundukkan wajahnya.
"Maaf sebelumnya apakah kau yang bernama Faam, sebaiknya anda ikut dengan saya." ucap Lisa membuat Faam ragu meninggalkan istrinya yang belum juga sadar.
Faam melihat dari kaca langkahnya sangat berat apalagi saat melihat istrinya yang terbaring lemah tak berdaya apakah istrinya akan baik-baik saja.
Faam mengikuti langkah Lisa, sekarang mereka sudah berada ruangan, Faam segera bertanya tentang kondisi Fiani.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya?" Lis adanya diam bagaimana mungkin dia menceritakan semuanya apalagi saat Fiani juga melarangnya untuk berbicara.
"Sebenarnya Fiani sering datang bersama dengan temanmu untuk melakukan terapi namun terapi ataupun obat pun sepertinya tidak berpengaruh lagi.Fiani terlihat sangat pasrah akan keadaannya sebenarnya dari awal memang dia sengaja menjaga jarak darimu, dia takut jika kau benar-benar jatuh cinta dengannya sedangkan penyakit yang si deritanya sudah parah dan tidak mungkin untuk disembuhkan." terang Lisa yang sebenarnya tidak ingin mengatakannya.
"Temanku siapa? Yuda kah?" tanya Faam menebaknya.
"Benar, Yuda juga bingung sebenarnya ia tidak ingin menyembunyikan apapun darimu tapi Faini sengaja ingin membuat kau cemburu dan membencinya."
Faam tidak kuasa menahan tangisnya saat orang lain ternyata tau apa alasan Fiani selalu menjauh dari dirinya dan sifatnya itu yang selalu ingin membuatnya sebal.
"Dan sebaiknya kau berpura-pura tidak tau apa-apa. Dan bahagiakan dia sebelum kau benar-benar kehilangan dia untuk selamanya."
"Apakah tidak ada cara lain untuk membuat istriku sembuh?" tanya Faam.
__ADS_1
"Untuk saat ini tidak ada cara lain, tenang lah jika kau seperti ini yang ada Fiani akan curiga padamu kau tidak ingin kan sampai Fiani sedih.
" Baiklah aku akan berpura-pura tidak tau tapi kau harus menghubungiku jika Fiani kenapa-kenapa."
Lisa mengangguk, akhirnya tidak ada yang di sembunyikan oleh dirinya lagi.
Faam pun keluar dari ruangan mengerut Uki dirinya sendiri kenapa dari awal dia tidak peka akan kesehatan istrinya.
Kenapa dari awal dia tidak tau jika Fiani melakukan semua ini karena Fiani takut jika sampai dirinya terlalu mencintainya.
"Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakan dirimu dan bahkan kau ingin berpisah hanya karena kau ingin melihat aku bahagia dengan orang lain, aku hanya ingin dirimu kenapa kau melakukan hal ini karena kau sakit." ucap Faam kesal sendiri.
"Kenapa kau masih disini?" tanya Lisa membuat lamunan Faam berakhir.
"Temui lah istrimu, pasti dia mencari dirimu."
"Apa aku ini pantas di sebut sebagai seorang suami? Sedangkan istriku sakit dan bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya," tapi apakah hanya aku yang tidak tau tentang penyakit istrinya?
"Kau tidak salah dalam hal ini, Fiani yang memang dari awal ingin merahasiakan penyakitnya karena agar saat dia pergi kau tidak mencarinya dan membencinya karena kau anggap sebagai wanita yang jahat yang tega menghianati janji pernikahan."
"Kenapa kenapa dia ingin membuat aku membencinya? Apa dia tidak tau akan ada rasa kecewa dalam diriku jika sebenarnya aku tau jika dia melakukan ini hanya karena ingin melihat aku bahagia dengan orang lain? Salah itu adalah salah besar. Aku akan selalu mencintainya walaupun dia tidak cantik lagi kenapa dia berkata seperti itu."
"Sudah lah temui dia, jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti itu." Faam pun berpikir keras jika dia masuk maka dia akan menangis melihat istrinya tapi jika dia tidak masuk maka istrinya pasti akan mencari dirinya.
Faam melangkahkan kakinya langkahnya sangat berat apalagi saat melihat istrinya yang masih terbaring lemah. Apa yang bisa dia lakukan sekarang?
"Sayang..." ucap Fiani lirih.
Faam tidak kuasa menahan air matanya, air matanya jatuh dengan sendirinya kenapa dia tidak bisa tegar menghadapi ini semua?
__ADS_1
"Kenapa kau menangis, " Faam hanya mengalihkan pandangan tak bisa melihat istrinya yang wajahnya pucat seperti itu.