Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bab 56.Ingin kembali


__ADS_3

Di belahan bumi lain nya terlihat Pria separuh baya tapi masih kelihatan gagah dan sedang memandangi dokumen di atas meja nya.


Di belakang nya seorang asisten yang seumuran setia menunggu perintahnya.


"David apa kamu sudah menemukan Dia?"Kata Pria itu.


"Belum Tuan,tapi kami sudah menemukan Nona Melisa Dia sekarang ada di Jakarta dan bekerja di Rumah sakit Erlangga "Kata David asisten Pria itu.


"Ok..tolong siapkan untuk kembali ke Jakarta!"


"Tuan yakin?apakah tidak di pikir kembali?"


"Saya yakin Vid..sepertinya sudah cukup lama saya sembunyi di sini,sedangkan saya tidak tahu nasib anak Istri di sana?sudah hampir dua puluh tahun lebih saya jadi pengecut,jadi untuk saat ini saya harus siap untuk menghadapi konsekuensi nya"


"Terus bagaimana dengan Tuan besar Tuan?"


"Saya rasa Papa sudah melupakan soal anak yang terbuang,apalagi sekarang Dia lebih percaya sama anak haram itu"Jawab Pria itu.


"Tapi Tuan..kalau Tuan bertemu dengan Tuan Wirawan gimana?"


"Biar kan saja,sudah saat nya Dia tahu tak semudah itu Dia melenyapkan seorang Herman Wicaksono "Kata Pria yang di panggil Tuan muda.


"Menurut berita Tuan Setya menyalah gunakan kepercayaan Tuan Besar dan menjadi ketua Mafia yang di takuti di Benua Eropa"Kata David.


"Kamu tenang aja Vid...walaupun anggota kita bukan anggota Mafia,tapi kita semua sudah berbekal dan bisa mensejajarkan para mafia,apalagi kekuasaan kita hampir sama rata dengan mereka,walau kita tidak pernah unjuk gigi,cuma saya masih penasaran dengan tim khusus yang di bentuk di Jerman dan katanya mereka juga sedang memburu para mafia"Kata Herman sambil minum teh nya dan memandangi foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum.


"Untuk tim itu kita belum tahu Tuan dan semua benar benar misterius"Kata David sambil menuangkan teh Tuan nya kembali.


"Sampai di Jakarta apakah kita langsung ke Vila Green hill atau gimana Tuan?"

__ADS_1


"Kita jangan kesana dulu,untuk sementara Saya harus menutup identitas,biar Saya menjalankan bisnis untuk sementara,sebagai bekal anak istri setelah di pertemukan"


"Apakah sudah kamu teliti bisnis apa yang harus saya di kembangkan di sana?"


"Untuk saat ini mungkin ke bisnis properti,kuliner dan kesehatan,cuma untuk daerah Jakarta sepertinya sudah banyak pesaing,lebih baik kita menargetkan ke pelosok pelosok yang disana masih alami,dan hanya satu dua perusahaan yang berani melangkah membangun bisnis di sana"


"Boleh juga ide kamu,tapi kalau ke pelosok apa Saya bisa bertemu mereka?sedangkan kata kamu Melisa di Jakarta?"


"Untuk sementara kita tinggal di Jakarta sekalian mencari info yang akurat tentang Nyonya muda,sekalian kita mencari lokasi yang bisa kita kembangkan untuk bisnis kita"Kata David sambil membuka dokumen yang baru Saja di tanda tangani Tuan Herman.


"Ok...kamu persiapkan keberangkatan kita Vid,dan pastikan di sini kamu serahkan kepada orang yang bisa di percaya,dan untuk ke Indonesia kami persiapkan Vila yang jauh dari kota besar,serta tempatkan pengawal bayangan,untuk sementara saya harus menutup identitas sebenarnya"Kata Herman lagi.


"Oh..ya..coba atur jadwal untuk pertemuan dengan Perusahaan Erlangga,Saya rasa itu awal dari usaha kita"Kata Herman sambil memegang foto di depannya.


"Baik Tuan...saya akan persiapkan semua nya"Kata David sambil membungkuk badan dan keluar dari kantor Tuan Herman.


"Apa kabar kamu Lisa dan bagaimana dengan anak kita?"Gumam Herman sambil memejamkan mata dan memeluk foto yang Dia pegang.


Di kantor Erlangga


"Pagi...mbak"Sapa Rani di meja resepsionis.


"Pagi Rani ..lo katanya kamu kecelakaan?ini kok sudah berangkat?"Tanya Cindi sambil memperhatikan Rani dari atas ke bawah.


"Luka ga seberapa mbak,cuma lecet lecet juga memar sedikit,tidak enak kalau libur kerja terus,baru masuk satu hari sudah ijin libur"Kata Rani sambil membereskan mejanya.


"Ya ga apa apa Ran..namanya terkena musibah,oh..ya kemarin CEO baru sangat terkesan dengan dekorasi kamu,dan Pak Johan mencari kamu"


"Untuk apa Mbak pak Johan mencari Saya?"

__ADS_1


"Saya ga tahu Ran..mungkin CEO ingin tahu siapa yang punya ide dekorasi nya"


"Ga usah percaya omongan Dia cewek udik,bisa jadi CEO tidak suka dengan gaya dekorasi mu yang norak dan ingin memecat kamu,untung kemarin kamu ga masuk?dengar dengar kamu kecelakaan ya?kenapa ga mati saja"Kata Laura tiba tiba berdiri di depan resepsionis.


"Laura..maksud kamu apa?"Teriak Cindi tidak terima ucapan Laura.


"Lo..apa yang salah...gua kira Dia kecelakaan terluka parah sampai ga masuk kerja,kenapa ga mati aja sekalian bikin sakit mata aja ada orang udik kaya Dia"Kata Laura sinis sambil berlalu di meja resepsionis dan menuju lift karyawan.


"Jangan Di ambil hati kata Laura ya Ran...Dia memang seperti itu,mungkin Dia iri karena dekorasi kamu di terima Pak Johan,sedangkan Dekorasi Laura tidak di terima sedangkan Laura notabene seorang desainer di kantor ini dan Dia merasa malu karena kalah dengan seorang resepsionis pegawai rendahan seperti kita ini"Kata Cindi sambil mengelus pundak Rani.


"Ga apa apa Cin...santai aja anggap aja angin ribut yang hanya lewat"Kata Rani sambil membuka komputer nya.


Dia mulai sibuk dengan tugas tugas nya yang sempat menumpuk karena kemarin tidak masuk kerja,dan Cindi merasa kewalahan dengan tugas nya.


"Maaf Ran..pekerjaan menumpuk,kemarin banyak telpon masuk ingin membuat janji dengan CEO baru,kaya nya semua perusahaan sangat berharap ingin kerja sama dengan perusahaan kita,untung tidak banyak perusahaan asing yang telpon,bisa bisa aku mati kutu dengan bahasa mereka"Kata Cindi.


"Kok mati kutu,kan bahasa inggris kamu bagus lo..."


"ya kalau mereka menggunakan bahasa inggris,kalau menggunakan bahasa planet kaya kemarin?bisa bisa aku di pecat secara mendadak karena ga ngerti bahasa mereka"Kata Cindi.


"Emang dulu tidak ada dari perusahaan luar?"


"Ya ada tapi mereka rata rata menggunakan bahas inggris,ga kaya kemarin ada orang planet nyangkut di telpon kita"Kata Cindi sambil mengecek berkas.


Rani juga sibuk di komputer,Dia memisahkan yang perlu di antar ke Bu sandra.


Karena keasyikan di dalam komputer Dia tidak menyadari kalau ada tatapan yang tidak berkedip melihat Dia.


"Pagi Pak..."Ucap Cindi sambil berdiri setelah tahu Siapa yang ada di depannya dan berusaha menarik lengan baju Rani dan tidak sengaja menyentuh luka di lengannya.

__ADS_1


__ADS_2