Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Salah???


__ADS_3

"Apa maksud mu sayang dengan mendapatkan segalanya?" Istrinya semakin tidak mengerti yang jelas yang dia tahu Fifi menyerahkan anaknya dengan cuma cuma dan di ganti kan degan anak yang berasal dari panti asuhan.


"Sebentar lagi kita akan mendapatkan apa yang kita mau."Istrinya bingung apa yang dia mau apa bukan kah mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pergi dari sini membawa serta Saina bersama dengan mereka dan meninggalkan pelakor itu.


"Sudah lah sayang lebih baik kita pergi dari sini, kita tidak membutuhkan dirinya lagi, apa kamu mau anak kita di ambil dari tangan kita." jelas suaminya pun tidak ingin jika hal itu sampai terjadi dia sangat menyayangi Saina begitupun sebaliknya.


"Lalu bagaimana rencana mu, apa yang harus kita lakukan?" Istri hanya memberikan ide untuk meninggalkan tempat ini dan tidak berhubungan dengan wanita itu lagi karena sudah cukup dia menahan sakitnya di duakan. Menahan rasa ego yang begitu tinggi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan seorang anak yang akan selalu menemani mereka.


"Kita pergi dari sini... Kita pulang saja.. Agar dia tidak akan pernah bisa menemukan kita berdua. " Suaminya setuju dan segera menancap gas meninggalkan daerah itu.


Fifi sudah kembali Dara melihat menantunya yang sangat sedih, Dara menghibur nya.

__ADS_1


"Nak, sudah jangan bersedih seperti itu.... Mama yakin jika Yusuf akan pulang, anaknya memang seperti itu tidak mungkin jika dia akan meninggalkan dirimu." Fifi hanya diam dan melangkah pergi.


"Yusuf anak itu sangat keterlaluan, apa. dia tidak melihat betapa Fifi sangat mencintai dirinya kenapa. dia tega membuat istri nya sendiri seperti itu?."


"Ada apa. kenapa kamu melihat menantu mu seperti itu, apa kamu baru menyadari sekarang, itu semua berkat keserakahan dirimu lihat lah anak kita sekarang meninggalkan kita." Dara kesal kenapa. suaminya ini sangat amat imut campur urusan nya kenapa dia tidak membantu menyelesaikan masalah rumah tangga anaknya.


"Kenapa kau selalu menyalahkan diriku mas, bukan nya membantu ini malah menyalahkan terus, pasti kamu ingin membahas menantu tidak berharga itu bukan?" Suaminya tidak mengerti lagi kenapa istri nya tidak dapat menghargai Cantika padahal anak itu sangat baik dan sangat cantik hanya saja dia tumbuh sudah mendapatkan cambukan dunia sekarang anaknya lah yang terkena akibat dari keserakahan istri nya sendiri.


Dara memijat pelipisnya kenapa dia yang selalu salah yang pantas di salahkan adalah wanita itu, kenapa dia datang pada waktu yang tidak tepat, ah menyebabkan sekali.


Dari tadi Fifi terus menelpon pacar nya bukan nya di angkat dia malah tidak bisa menghubungi nya.

__ADS_1


Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba seperti ini.


Fifi mencoba lagi dia hanya ingin menanyakan kabar anak kandungnya saja selama ini dia tidak pernah bertemu hanya di berikan foto saja sekarang setelah bertahun lain lamanya dia hanya ingin bersama dengan anak kandungnya. Bertemu saja sekarang sudah sekali.


Seorang anak laki-laki menghampiri nya.


"Mama mama kenapa?" Fifi berpura-pura tersenyum anak ini adalah anak laki-laki yang di bawa dari panti usianya menginjak empat tahun. Dia sangat pintar namun dayang nya dia bukan darah daging nya sendiri.


"Tidak nak, mama hanya sedih saja." Anak kecil itu mendekat dan memeluk mamanya.


"Mama jangan sedih ada aku yanga kan selalu di samping mama." Fifi membelai rambut putra nya dan mencium kening nya seharusnya dari awal dia mendapatkan kasih sayang dari suaminya dan ini dia malah bersedih karena apa bahkan suaminya kasih enggan Berdekatan dengan nya walau hanya duduk berdekatan.

__ADS_1


__ADS_2