
"Sayang tapi satunya itu anak siapa? Kenapa kamu bilang pada ibu jika bayi itu akan kamu adopsi? " Faam menggaruk kepalanya yang tidak gatal memang dia merasa sangat kasihan dengan bayi itu jadi Faam meminta suster untuk mengajaknya keluar karena suster bilang bayi ini sudah satu minggu berada di sini, tidak ada yang merawat dan mengasuhnya.
Rumah sakit mengatakan akan membawa bayi ini ke panti asuhan.
"Iya memang aku akan mengadopsi nya menjadi anak ku dan anak mu sayang, kamu harus tahu bayi ini sangat kasihan baru lahir sudah yatin piatu ibunya meninggal saat dia baru di lahir kan apa kamu tidak kasihan sayang?" tanya Faam pada istrinya.
"Lalu apa alasan mu ingin mengasuh nya karena jika kamu melihatnya kamu akan merasa sangat kasihan, baiklah Semoga dia akan menjadi kakak yang baik. " Faam memeluk istrinya Faam kira istrinya akan marah ternyata dia bahkan tidak marah dan mengizinkannya.
"Terima kasih kamu sangat amat baik sayang, tapi kata suster dia sakit apa mungkin gara gara kurang asi?" Faam pun bingung dia juga tidak tahu akan hal itu.
"Sayang, dari tadi kenapa kamu hanya diam saja tuh Azan in dong, malah bengong. Dan setelah itu kamu harus memberi nama pada mereka. " Faam tersenyum.
Faam pun mengumandangkan azan di setiap telinga ketiga anak kecil itu.
Setelah Itu Faam mengambil ponselnya dan menyuruh Ana untuk mengambil gambar.
__ADS_1
Trio ini sangat menggemaskan dua pria dan satu wanita.
"Keluarga kita sudah lengkap dengan kehadiran anak kita berdua sayang." Fiani pun merasa jika kebahagiaan mereka memang sudah di dapatkan.
"Yang perempuan aku beri nama Fania gabungan dari nama kita Faam dan Fiani." Fiani terkekeh lah suaminya hanya memberi nama pada anak perempuannya saja?
Lalu kedua boy itu bagaimana???
"Lalu apa nama kedua anak kita yang cowok?" Faam terkekeh.
"Bagaimana jika Dilan dan Danil?" tanya Faam pada istrinya.
"Selamat ya Nona," Ana segera memeluk nona mudanya.
"Iya iya.. Eh lalu bagaimana dengan itu tuh udah baikan apa bagiamana?" tanya Fiani pada Ana.
__ADS_1
Ana malu malu untuk mengatakan seberapa jauh hubungan nya antara Yuda dan dirinya.
"Ah Nona, yang pasti kedua orang tua Yuda mengizinkan kami untuk menikah sedangkan Yuda sangat bahagia sekaki karena ayah dan ibunya telah menyetujui hubungan kami, makasih ya Nona berkat tuan dan Nona akhirnya hubungan ku dengan orang yang aku sayangi pun tidak ada masalah lagi. "Fiani mengangguk.
"Dan dua bulan lagi pernikahan antara, saya dengan Yuda Nona harus datang ya?" Ana memeluk Fiani.
"Nona tampan nya siapa namanya uuu.... " ucap Ana sambil memegang pipi bayi mungil yang pipinya seperti bakpau.
"Danil dan yang ada di pelukan mama itu Dilan, itu tuh anak nya juga sangat lucu loh. Tapi kasihan dia mempunyai penyakit dalam. " Nona yang memberitahu siapa?
"Bedes Nur rese, katanya dia hanyalah korban, ibunya di bunuh dan anak yang ada di dekapan ibu mertua ku itu juga menjadi korbannya aku takut jika sampai mereka tahu pasti nyawa bayi itu dalam bahaya. "
"Memang dari keluarga mana dia Nona?"
"Entahlah, pokoknya dia itu akan menjadi pria yang tangguh setangguh ayahnya tapi sayang nya bapaknya enak di bunuh saja. Karena dia sindikat penjualan anak."
__ADS_1
"Jadi diam lah, jika kamu tahu pun jangan beri tahu siapa pun. " terang Fiani.
"Apa mungkin itu adalah anak dari.... Tidak pasti hanya kebetulan kan!!!"