Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dua Jin Rese Berulah Lagi


__ADS_3

"Kamu ini, buat apa kau membawa diriku ke tempat ini, sudah jadi obat nyamuk, tukang nguping nih kita mau jadi tukang apa lagi?" Tanya Ahmad memandang wajah Nur.


Ini nih jika punya teman tidak sejalan dengan dirinya maka nanya terus nanya terus nanya terus begitu sampai a jadi z.


"Sabar, kita itu harus membantu Yuda dan Ana ingat." Ahmad mengangguk jika itu ya dia sudah tahu tapi yang jadi pertanyaan nya adalah bagaimana cara membantu Yuda dan Ana? Yuda dan Ana saja sudah untuk di tebak perasaan nya.


"Iya, tahu, aku tahu sangat tahu, tapi membantu apa? Apa yang bisa di bantu?" Ahmad kembali berucap yang jelas dia bahkan tidak tahu apa yang dia lakukan di tempat ini yang ada dia malah kebingungan karena tidak tahu menahu tapi asal ikut saja.


"Kita datang ke mari untuk menyatukan Yuda dan Ana lagi, kita kan tidak ingin mengganggu Fisni dan Faam kan nah ini cara kita membantu Yuda dan Ana saja. Mereka kan sebenarnya saling mempunyai rasa hanya saja cinta mereka terhalang oleh restu orang tua saja kan? Kita sudah mengungkap kebusukan wanita itu dan sekarang kita hanya perlu memancing Yuda dan Ana untuk bisa berdekatan lagi." Yang di buat bingung nih Ahmad bagaimana caranya memancing mereka supaya baikan nih mereka hanya jin loh, melihat mereka saja tidak bisa bagaimana caranya coba?

__ADS_1


"Semakin aku mendengarkan ucapan darimu aku semakin bingung saja."


"Nih nih, kenapa kamu tidak pintar pintar sih jadi jin? Kita kan bisa berubah wujud bagaimana jika kita berdua berubah menjadi Fiani dan Faam tapi bagaimana jika Ana curiga ya? Ah aku tahu sini aku bisikin... " Ahmad mendengarkan ide Nur yang kebangetan rese nya tapi bisa juga sih bisa di coba.


"Tapi jika ketahuan dengan Ana bagaimana?" Nur bahkan bisa mengantisipasi akan hal itu.


"Yang terpenting kamu harus senatural mungkin saat penyamaran kita, kamu siapkan menjadi Fiani?" Ahmad sih antara siap tidak siap bagaimana mungkin siap ini baru kali pertamanya menggunakan kekuatannya yang di pelajari nya selama ini bahkan dia tidak menggunakannya karena ya begitulah takut jika ada seseorang yang menyedot nya.


" Ana... Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Fiani eh bukan Ahmad yang menyamar sebagai Fiani.

__ADS_1


Ana yang terkejut pun langsung mempersilakan Nona mudanya, nona muda abal-abal maksudnya untuk duduk bahkan dia tidak menyadari jika dia bukanlah Fiani namun jin rese peliharaan Fiani, nih jika rese kerangkeng saja hahaha..


"Nona Fiani ada di sini? Kenapa jauh-jauh untuk datang, bukankah seharusnya Nona liburan bersama Tuan?" Fiani abal-abal itu tersenyum.


"Ah kami berdua liburan kok, hanya saja kebetulan kami ada di sekitar sini eh kebetulan ada kamu, bagaimana kejelasan hubungan mu dengan Yuda?" Ana bingung harus menjawab apa? Kejelasan bahkan hubungan mereka saja tidak jelas terhalang restu dari orang tua yang jelas sama sama mengerti lah.


"Tidak ada kejelasan Nona, memang kenapa? " tanya Ana yang ingin tahu.


"Ah tidak aku hanya bertanya karena kemarin saat Yuda mengantarkan Wulan kenapa kamu langsung pergi? Apa kamu cemburu pada Yuda? Apa mungkin kamu masih mempunyai perasaan pada Yuda?" Sudah tidak perlu di ragukan jika memang benar Ana masih mencintai Yuda begitu pun sebaliknya tapi karena restu itulah hubungan mereka terpaksa harus di hentikan.

__ADS_1


Dia tidak ingin ada selisih paham di antara kedua keluarga jadi dia hanya bisa pasrah lah.


"Kamu ingin balikan dengan Yuda?" Ana diam mendengar ucapan dari Nona Mudanya itu.


__ADS_2