
Mayra mengulurkan tangan dan merebut foto di tangan Roni.
"Astaghfirullah...."Teriak Mayra sambil menutup mulut nya karena melihat gambar kalung nya di dalam foto.
pantas tu orang ngotot juga dan ga percaya kalau data yang di sodorkan Jack itu akurat karena Dia punya kalung gua.
Huff...
Mayra mengacak rambut nya karena merasa frustasi,Dia melihat ke arah Roni yang kelihatan gemetaran.
"Kenapa lo Ron...kaya orang kesambet?habis lihat hantu?"Tanya Mayra sambil mengernyitkan kening nya.
"Iya..Dia lihat hantu,dan hantu nya lo"Kata Jack karena Dia tahu ketakutan Roni sekarang.
"Gua...emang gua seseram itu to?tapi ...apa ga salah gua kan hantu tercantik...lihat..."Kata Mayra sambil memegang pipinya dan berusaha tersenyum menampilkan tampang cantik nya yang membuat kaum adam klepek klepek.
"Narsis lo May....."Kata Jack sambil memukul bantal di muka Mayra.
"Kaya gitu kita ga boleh punya otak mesum,lo aja memancing jiwa ke lakian gua"Kata Jack sambil mengalihkan pandangan nya di berkas yang di bawa Roni
"Rese..lo Jack..."Kata Mayra sambil merebut berkas di tangan Jack.
"Hish...lo..May..ganggu konsentrasi gua aja"Ucap Jack dongkol.
"Kenapa..ga usah mengalih perhatian dengan berkas ini...paling paling lo ga akan konsen dengan isi nya"Kata Mayra sambil membaca berkas tersebut.
"What...ini bener ada sangkut paut nya dengan Mr Ghost"Teriak Mayra.
"Buset dah...tu suara bikin gendang telinga pecah aja,kecilin napa?"
"Bawel...."Kata Mayra sambil mencari sesuatu
"Cari apa lo?"Tanya Jack karena tahu dari tadi mata Mayra bergerak kesana kemari.
"Cari pulpen gua ....mana ya?"kata Mayra
"Makanya punya pulpen satu jangan suka di lempar,nih...gua pinjamin"Kata Jack sambil memberikan pulpen nya.
"suka suka gua ..."Kata Mayra tanpa bersalah sambil menerima pulpen yang dari Jack dan mencoret coret bagian yang penting.
__ADS_1
"Nih...gua lingkarin bagian yang penting,jadi mulai sekarang kalian harus semakin hati hati karena ternyata ini semua ada campur tangan Mr Ghost,dan sampai sekarang gua belum tahu siapa Dia"Kata Mayra.
"Dah sana gua pingin istirahat nanti jam empat gua mau pulang,tolong jemput anak anak ya..."Kata Mayra sambil berjalan menuju bed nya.
"Soal kalung itu gimana May?"Tanya Jack.
"Kalung apa an?"Tanya Mayra gugup dan berusaha menutupi kegundahan nya
"Kalung di foto,kaya nya gua pernah lihat di mana gua lupa"Kata Jack sambil berusaha mengingat kalung itu karena merasa familiar dengan kalung itu.
"Sudah sana hush...hush..gua mau istirahat,soal kalung itu biarin aja ga penting....nanti kalau ada yang merasa kehilangan pasti laporan di kantor kan?nah habis itu baru lo bilangin kalau kalung nya di orang itu"Kata Mayra pura memejamkan matanya supaya Jack segera meninggalkan kamar nya karena Mayra takut kalau Jack akan ingat tentang kalung itu.
Karena kalung itu sudah lama bertengger di leher Kenza dan baru kemarin pagi Mayra pakai karena Kenza mengalami ruam di leher nya secara tiba tiba,dan takut kalau gara gara kalung itu yang membuat Kenza alergi.
Semenjak kedatangan gua di Indonesia ada aja masalah..gua benar benar apes...apa mungkin memang gua di takdirkan tidak boleh tinggal di Tanah kelahiran yang selalu membawa luka,tapi kalau gua ga kembali bagaimana gua bisa mengambil alih Rumah sakit milik Kakek.
...****************...
Di ruang CEO "Erlangga Corp" Erland melihat email yang sudah di kirim Mayra di mana Dia sebagai penanggung jawab audit yang di percaya David.
Yah...Erland masih penasaran dengan orang yang menolong semalam,dan menurut informasi Dia adalah salah satu anggota kepolisian yang di kirim untuk menyelamatkannya.
Sedangkan lukanya tidak terlalu serius hanya terkena goresan dari pecahan jet pribadi nya.
Erland masih tidak percaya akan penjelasan Jack yang baru tadi Dia temui,makanya Dia sengaja melihatkan foto Kalung bulan bintang dan berharap Mayra mau mengambil dan menemui nya.
Selain itu Dia berusaha mendesak Mayra untuk menyelesaikan laporan auditnya,dan Erland berpikir kalau emang Mayra yang semalam menolong Dia pasti sekarang Mayra tidak bisa menyelesaikan tugas nya.
Tapi tanpa Erland duga,Mayra begitu cepat mengirim tugas nya,bahkan hampir final,Erland jadi bingung kalau benar benar semalam yang menolong Mayra mana mungkin sekarang Dia bisa menyelesaikan laporannya.
Erland semakin kacau memikirkan masalah ini,tiba tiba tanpa sengaja Dia memencet ponsel dan terhubung di ponsel Mayra.
(Halo ...Assalamualaikum...)terdengar suara wanita di sebrang dengan suara serak dan seksi.
(Walaikum salam...ni Saya...)
(Saya siapa...ah ganggu aja orang lagi enak enakan tidur...siapa sih?)Jawab Mayra.
(Maaf mengganggu waktu istirahatnya?)
__ADS_1
(itu tahu...udah ah...ga ada yang penting kan?Aku mau lanjutin tidur)Jawab Mayra sambil menutup telponnya.
"Berisik banget sih ..lagi enak enakan tidur di ganggu"Gerutu Mayra sambil memejamkan matanya karena efek obat yang baru Ia minum.
Setelah di sambungan telpon di putus sepihak,Erland hanya terdiam.
Dia ga pernah berubah,hanya kamu Ra yang berani seperti itu .
Erland memandangi kalung yang ada di tangan nya dan menggabungkan bandul itu dan terlihat penyatuan bulan dan bintang serta terlihat jelas penyatuan huruf "E dan M" di mana simbol itu Dia pakai untuk perusahaan perhiasan di New york yang terlepas dari Erlangga group.
Tok...tok..
"Masuk..."Jawab Erland dengan suara malas nya.
Pintu terbuka dan masuk Ferdi bersama Johan.
"Gimana pekerjaan kalian?"Kata Erland.
Erland memberi tugas Ferdi untuk mencari tahu tentang Mayra dan Untuk Johan di beri tugas untuk menghubungi resepsionis yang telah membuat ide tentang penyambutan Erland dan konsep itu sesuai kepribadian Erland.
Erland cuma penasaran siapa resepsionis itu karena konsep itu hanya Mayra yang tahu tentang selera Erland.
"Tentang Mayra masih abu abu Tuan Muda,seperti penyelidikan kita enam tahun lalu,dan Saya rasa semua data Mayra memang sengaja di lindungi"Kata Ferdi sambil membeli dokumen ke Erland.
"Di jerman apa sudah kamu selidiki?"Tanya Erland.
"Di jerman hasil nya juga nol,lebih baik Tuan tanya langsung sama Tuan David,karena memang semua data tentang Mayra di lindungi "Kata Ferdi
"Apa tim IT kita memang sudah menurun kinerja nya?"Tanya Erland.
"Bukan menurun Tuan,tapi mungkin yang melindungi data Mayra adalah seorang IT terkenal,apa Tuan mau coba sendiri untuk membobol kunci keamanannya?"Tanya Ferdi
"Coba nanti Saya coba,terus bagaimana dengan kamu Johan?mana resepsionis yang kamu maksud?"
"Maaf Tuan untuk Rani hari ini tidak masuk katanya Dia mengalami kecelakaan waktu berangkat ke kantor,katanya besok baru bisa masuk kerja lagi,dan ini biodatanya..."Kata Johan sambil memberikan berkas ke Erland.
Erland membuka map itu,dan merasa tidak ada yang istimewa nya,tapi entahlah perasaan Dia mengatakan kalau Resepsionis ini ada kaitannya dengan Mayra.
Entahlah...mungkin hanya perasaan Erland aja dan kebetulan konsep dan desain di ruang CEO ini sesuai selera Dia.
__ADS_1