Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 16. Niat buruk Arya


__ADS_3

Dini melihat kearah salah satu karyawati yang berjalan mendekatinya, "saya bu lidernya. "


kini seoarang lider tersebut berdiri tepat di hadapannya.


"Anggota mu sedang mengerjakan bahan apa?" Selidik Dini dengan suara lembutnya namun tetap terdengar tegas.


"Bahan netril bu. " Jawabnya.


"Kamu sudah tanya bagian packing bahan apa yang mau loding?"


"Belum bu, tapi orang produksi tadi kirim bahan ini jadi saya pikir ini bahan yang akan loding." Tutur Wita yang merupakan lider di bagian QS tersebut.


"Lain kali tanya dulu! gimana kalau bahan yang mau loding bukan bahan netril?"


"Ia bu maaf, saya salah."


"Sekarang ayo ikut saya kebagian packing. " Terang Dini kemudian segera ia berjalan menuju biagian packing yang di ikuti oleh Wita di belakangnya.


Mereka berdua berjalan ke bagian packing menuju ruangan suferveser dan kini semua mata para pekerja disana tertuju kearah mereka, Bahkan ada yang berbisik-bisik diantara para pekerja itu.


"Kok dia ada disini lagi? " kata salah satu dari mereka. "ia ya di kerja lagi gitu? wah enak ya kalau punya jabatan bisa keluar masuk." kata salah satu karyawati yang ikut menimpali omongan yang lainnya lagi.


"Ya gitu kalau punya otak dipergunakan dengan baik, jadinya terserah dia dong mau gimana aja bebas. Hidup, hidup dia kok!" tambah yang lain lagi.


Tok tok tok..


"Permisi!"


"Ia, eh masuk Din! kamu kerja lagi? " tanya Erna yang merupakan penghuni ruangan tersebut.


"Ya gitu lah Er, oya bahan yang mau loding apa aja Er?"


"Sebentar ya biar aku lihat dulu di komputer aku, kalian duduk lah dulu." Suruh Erna.


"Ia makasih. " Ucap Dini sambil mendudukkan badannya di kursi begitu juga dengan Wita.


"Kami butuh bahan *** US untuk Eropa sebanyak 18.000 pis jadwal keberangkatannya pukul 5 sore nanti, trus bahan netril kami butuh 72.000 pis lagi jadwal keberangkatannya pukul 7 pagi besok." Jelas Erna.


"Ok makasih infonya Er"


"Ia sama-sama Din, kita kan harusnya memang bekerja sama kan biar aman terkendali ya kan?" terang Erna secara santai.


"Nah wit,, mulai besok sebelum anggota mu mengerjakan bahan, kamu harus tanya kesini dulu biar cara kerja kita cepat." Perintah Dini.


"Ia bu. " Wita.

__ADS_1


"Kalau gitu kami permisi dulu Er. " Pamit Dini.


"Oh ia Din silahkan, ntar istirahat jam makan siang ketemu dikantin ya."


"Sip!" kata Dini sambil mengankat jempolnya kemudian ia pun berlalu keluar dari ruangan itu.


Jam istrihat pun tiba, semua karyawan/i bergegas menuju kantin yang ada di dalam perusahaan tersebut.


Dini hari ini istrihat bersama Sani dan Fando mereka berjalan menuju kantin dan disela berjalan Dini teringat sesuatu.


"Astaga! aku lupa kupon makan ku belum aku bawa, kalian duluan aja ntar aku nyusul".


"Udah ini." Kata Sani sambil mengeluarkan kupon tersebut dari dalam kantongnya.


Dini pun tersenyum melihat temannya yang begitu peduli terhadapnya. Sesampai dikantin ternyata masih dipadati banyak karyawaan/i yang mengantri.


"Kita cari tempat duduk dulu aja yok!" terang Sani sambil melihat kanan kirinya sembari mencari tempat yang kosong.


Dari kejauhan ada Erna yang melambaikan tangannya, Sani yang melihat itu pun segera mengajak Dini dan Fando untuk duduk bersama dengan Erna.


"Kalian duduk lah dulu biar aku yang antri ambil makanan kalian. " Terang Fando.


"Baiklah, ini kupon nya." Tukas Sani memberikan kupon makan miliknya dan Dini.


Melihat Dini yang kembali bekerja membuat Arya berpikir. "Ternyata dia tidak bisa jauh dari ku. Bahkan kini Dini kembali bekerja disini pasti karna dia tidak bisa melupakan ku". Gumam Arya didalam hatinya.


Diam-diam Arya ingin mendekati Dini kembali karna ia pikir Dini masih mempunyai perasaan terhadapnya.


Setelah jam istirahat habis, Dini dan teman-temannya pun kembali lagi untuk bekerja.


Dan kini jam sudah menunjukkan pukul 3 sore yang artinya shif pagi telah berakhir dan dilanjutkan dengan Shif 2 dari pukul 3 sore sampai pukul 11 malam dan setelah itu akan berganti dengan shif 3 yaitu pukul 11 malam sampai pukul 07.00 pagi.


Dini bertanya kepada Wita. "Gimana? apa semua bahan yang dibutuhkan packing sudah tercukupi? "


"Belum bu! ada enam bin lagi yang belum di cek oleh QA." Jelas Wita.


"Kalau begitu kalian belum bisa pulang sampai bahan tersebut berada di bagian packing! begini saja hari ini kalian lembur sampai jam 7 malam dan Sani sekarang kamu tanya Erna bahan yang mereka perlukan untuk besok. Sementara Wita kamu hubungi personalia minta bus untuk anggota mu pulang dan jangan lupa hubungi juga yang menangani kupon untuk lembur kalian jangan sampai anggota mu kelaparan disini."


Tak lama Sani datang menemui Dini yang masih berdiri sedari tadi mengawasi semua anggotanya dibagian QS.


"Din, bahan untuk besok bahan latex non s**** 1.0." Jelas Sani.


"Fando, kamu dan Sani sekarang ke produksi minta stok yang kita butuhkan." Suruh Dini.


"Tapi stok kita masih ada!" pekik Fando.

__ADS_1


"Bagus lah kalau begitu sekarang kalian bongkar biar mereka bisa kerjakan sekarang juga." Perintah Dini.


Sani dan Fando memang bertugas sebagai penanggung jawab semua bahan yang masuk dan keluar serta bahan stok yang mereka punya dibagian tersebut.


Sani bertugas yang mencatat setiap bahan yang masuk dan keluar sementara Fando bertugas mengangkat bahan tersebut. Tapi mengangkat nya bukan dipundak ya melainkan ada alat troli pengangkutnya tentunya.


"Sani, aku mau menemui Ibu Nurita dulu sebentar ya kalian tetap kerjakan tugas kalian." Terang Dini.


"Ia baik bu bos!" canda Sani.


Dini hanya geleng-geleng menanggapi perkataan Sani tersebut.


Dini berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan melewati bagian produksi dan tanpa sengaja dia bertemu dengan Arya yang hendak pulang.


"Hai Din. " Sapa Arya.


Bukanya menjawab Dini malah berjalan melewatinya tanpa memperdulikan orang tersebut.


Arya yang melihat Dini yang mengabaikan nya pun merasa kesal, dan segera ia mengikuti Dini dari belakang.


"Din." Panggilnya lagi sambil menarik tangan Dini.


"Apa sih? aku buru-buru tau!"


"Kamu buru-buru apa mau menghindari aku ha?"


"Bukannya gitu Arya, tapi emang aku lagi ada urusan sama bu Nurita." Mencoba menjelaskan kepada Arya.


"Din, Din. Udah ya aku tau kamu kembali kerja itu gara-gara aku kan?" Seringai di bibir Arya.


"Apaan sih kamu tuh? gak ada begituan ya. "


"Udeh deh aku tau kok kamu belum bisa kan lupain aku? aku mau kok kalau kita kaya dulu lagi. "


"Jaga bicara kamu ya Arya! aku balik kerja lagi bukan karena kamu dan asal kamu tau aku gak ada perasaan lagi sama kamu!" Ucap Dini penuh penekanan.


Dini yang hendak pergi namun Arya tetap berusaha meraih tangan Dini sehingga langkah Dini pun kini terhenti kembali.


"Arya lepasin! teriak Dini. "


Namun Arya enggan mendengarkannya dan karna merasa kesal dengan sikap Arya, akhirnya Dini pun mengangkat tangan kanannya dan "plak".


Bersambung.


Ayo dong vote, like dan comentnya!!

__ADS_1


__ADS_2