
"Wulan! Heh ada apa dengan dirimu?" tanya Ana yang melihat Wulan malah melamun apa yang Wulan pikirkan.
"Dia, tidak mungkin!" pekik Wulan merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, tidak mungkin orang yang mencelakai Hikmal adalah Sonia, ini pasti dia salah lihat.
"Apa sih?" tanya Yuda yang ingin tahu apa yang Wulan lihat sampai dia bahkan tidak bisa berkata lagi.
"Tadi aku melihat Sonia," pekik Wulan dengan suara pelannya. Yuda yang tidak tau ya hanya biasa saja dan sedikit memperlihatkan wajah datarnya.
"Sonia? Siapa dia?" tanya Ana yang tidak tahu bagaimana dia bisa tahu kan memang dia tidak berhubungan dengan Fiani dan dia hanyalah tangan kanan dari Fiani saja.
"Dengarkan baik-baik Sonia adalah mantan tunangan dari Hikmal. Pernikahan keduanya gagal karena Hikmal mengalami kecelakaan. Hikmal tertabrak sebuah mobil yang melaju sangat cepat waktu itu." Ana mengangguk ah pantas tuh muka Wulan terlihat tidak percaya dan bahkan tidak santai.
"Terus," pekik Yuda dengan muka datar dia tidak memperdulikan akan hal itu.
"Jangan-jangan yang membuat Hikmal."
"Yang terpenting kita harus menyelamatkan nya, soal. Siapa itu Sonia nanti saja kita jangan gegabah Sonia pasti akan melakukan hal yang membuat kita sebagian penolong akan di rugikan." Ucap Ana yang membuat Wulan dan Yuda mengangguk saja.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ana tersenyum dia sudah merencanakan sesuatu untuk memancing Sonia keluar.
"Begini, aku akan mengaku sebagai kerabat dari Hikmal."
"Jangan! Jangan gegabah." pekik Yuda merasa khawatir. Bagaimana tidak orang yang dia sayangi malah akan melakukan hal bodoh demi orang lain ah bisa gila dia.
"Kamu itu selalu khawatir tanpa sebab. Pokoknya jika nanti ada sesuatu kamu tinggal menolongku saja, tidak perlu secemas itu."
"Ah aku tidak mencemaskan dirimu kok, ye siapa bilang. " bantah Yuda tidak ingin sampai Ana terlalu menyadari jika dia sangat mencemaskan Ana.
"Nah jika kalian tidak mencemaskan diriku ya sudah lah, kan aku jago bela diri."
"Dasar padahal aku sangat menghawatirkan dirinya, tapi dia seakan belaga seperti pahlawan di pagi hari memang dasar anak ini memang susah untuk di bilangin. Tapi aku kok jadi cemas, jika sesuatu terjadi padanya bagaimana? Aku harus melindunginya walau resikonya akan berbalik pada diriku sendiri." Yuda sangat mencemaskan Ana bagaimana tidak Ana adalah wanita yang paling dia sayangi. Jika sesuatu sampai mencelakainya dia adalah orang pertama yang akan menyalahkan dirinya sendiri.
"Dan aku tidak memerlukan bantuan dari mu Yud!" pekik Ana mencoba membuat Yuda tidak ikut campur masalah nya lagi.
"Oklah."
__ADS_1
Ana keluar dari tempat persembunyian nya. Dia tersenyum dan bersikap seperti tidak tahu apa-apa.
Beberapa pasang mata ingin menangkapnya tapi Sonia menghalanginya dia tidak pernah melihat wanita ini sebelumnya siapa dia?
"Dimana tante dan om, tadi aku mencarinya namun mereka tidak ku temukan di mana pun." Sonia terkekeh dan melirik wajah wanita yang cantik namun tidak dia kenali.
"Siapa kamu?" tanya Sonia yang ingin tahu.
"Ah aku adalah.... "
Tiba-tiba seorang perempuan datang, siapa jika tidak Mila.
"Kenapa dia bisa lepas? Siapa yang melepaskan nya?" tanya Sonia yang bertanya-tanya kenapa nih wanita sialan bisa meloloskan diri.
"Ana. Haduh kemana saja kamu ini tante sudah capek menunggumu tapi kamu malah pulang duluan siapa yang menjemputmu tadi?" tanya Mila yang berpura-pura kenal dengan wanita ini.
Ana hanya tersenyum hah siapa lagi nih wanita, tunggu pasti Nona dan Tuan yang sudah merencanakan nya.
__ADS_1