Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Rencana


__ADS_3

Ana pulang ke rumah, kali ini tidak ke rumah orang tuanya, dia pulang ke kontrakan nya dia memandang langit yang begitu tinggi.


Awan mendung seketika muncul entah lah sejak Ana melihat Yuda berdekatan dengan Wulan hatinya sangat sakit terlebih ternyata Yuda ternyata begitu mudah melupakannya.


Seharusnya dia tidak menangis!


Harusnya dia senang, jadi Yuda tidak mendekati dirinya tapi nyatanya Ana malah mengingat bahwa Yuda sangat perduli padanya.


"Harusnya aku tidak merasa kehilangan sosok Yuda namun nyatanya hatiku ini berbanding terbalik. Aku seperti tengah cemburu pada Yuda padahal seharusnya aku bahagia melihat Yuda bisa melupakan diriku!" Ana menggemaskan tubuhnya ke kasurnya.


"Entahlah Tuhan entah mengapa hatiku bisa terisak, apalagi saat Yuda sangat dekat dengan Wulan! Seharusnya aku merasa senang karena posisi ku di hati Yuda sudah tergantikan orang lain namun ternyata aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Ternyata aku salah, aku salah mengerti, hatiku masih menginginkan Yuda tapi tidak boleh! Aku tidak boleh membuat kedua orang tua ku menderita lagi." Ana mengembuskan napas berat ketika Ayah dari Yuda Hans memecat ayahnya dan ayahnya kini harus bekerja pada Faam untunglah Faam sangat pengertian pada keluarganya.


Yuda sudah sampai di rumahnya, dan Bima tampak memperhatikan wajah supir pribadinya sekaligus orang kepercayaan dari Yuda.

__ADS_1


"Bos! Kenapa bos nampak bahagia sekali?" tanya Bima yang ingin tahun karena sejak tadi Bos nya tidak henti-hentinya tersenyum ada apa kah gerangan.


Seperti tengah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, namun apa? Apa yang membuat Yuda kali ini nampak lain dari biasanya.


"Tidak, aku bahagia akhirnya aku bisa memiliki cara agar bisa mendapatkan kembali Ana tanpa harus bersusah payah." Bima menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Cara mendapatkan Ana? Nih bosnya apa tidak kasihan pada Ana, Ana tidak ingin keluarganya menjadi korban kekerasan orang tua dari Yuda tapi Yuda tidak mengerti akan hal itu.


"Apa yang bos katakan, sadar lah bos, jika bos terus menerus mendekati Ana, kasihan Ana, ayah bos akan membuat keluarga Ana menderita lagi, apa bos menginginkan hal itu?" tanya Bima mengingatkan.


"Hah, tidak mendekati Ana, kenapa Bos, apa bos tidak ingin memiliki nya? Tapi kasihan Ana juga jika harus di hadapkan dengan posisi sulit seperti ini.


"Itu urusan ku, yang terpenting aku tidak akan membuat hidup Ana menderita lagi, aku akan membuat Ana bahagia memiliki ku." Bima semakin bingung dengan Bos nya nih kenapa otaknya tidak bisa mencerna kata-kata yang di ucapkan bos nya.

__ADS_1


Biasanya dia akan cepat menangkap sinyal tapi nih kenapa kali ini otaknya lola sih!


"Memiliki bos, bagaimana caranya?" tanya Bima yang ingin tahu.


"Kali ini ayah tidak akan mungkin menentang hubungan ku dan Ana karena apa? Seharusnya kamu paling up date dong. Lihatlah di berita tidak ada jalan lain kan selain menerima keputusan ku." Bima membuatkan mata ketika memandang ponsel milik bos nya.


"Ini kan berita tentang calon tunangan nya bos kan, tidak mungkin dia membunuh orang! Dan tidak mungkin jika dia... Bos apakah berita ini sungguhan?" Yuda mengangguk dan membenarkan memang dari awal Yuda sudah tahu jika calon istrinya itu mempunyai pria lain jadi mana mungkin dia menikah dengan wanita seperti itu.


Sekarang giliran dia untuk muncul kembali ke rumah kedua orang tuanya untuk meminta restu.


Kali ini mungkin di tolak lagi dan setidaknya dia sudah mencoba nya kan.


"Apa yang bos rencanakan?" tanya Bima yang ingin tahu.

__ADS_1


Tapi Yuda malah tersenyum dan segera bangkit dan meninggalkan Bima yang masih kebingungan memangnya ala yang di rencanakan Yuda sih sampai membuat dirinya senang seperti itu?


__ADS_2