Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Keterlaluan


__ADS_3

Fifi sudah tahu jika suaminya akan seperti ini, bukannya dia tidak khawatir akan kesehatan suaminya bagaiman pun dia juga tahu jika Yusuf itu mempunyai istri tapi dia juga istrinya dia juga ingin di permalukan dengan baik oleh suaminya, bukannya di perlakukan dengan baik eh ini di lirik saja tidak tidur saja terpisah memang satu kamar tapi kehidupan yang di bayangkan Fifi sama sekali tidak pernah seburuk ini.


Yusuf tidak mendapati ayah dan ibunya dia hanya melihat Fifi dan Edo Dian segera duduk bersebelahan dengan suaminya.


Satu minggu lagi mereka harus pulang ke luar negeri, bagaimana mungkin Edo akan betah apalagi Diana istrinya akan betah jika mertuanya bertengkar terus.


"Sudah lah kak, jangan dengar kan ucapan ibu, lebih baik. kita makan saja." Fifi sudah selesai makan segera meninggalkan meja makan dia ingin menemui ibu mertuanya.


Yusuf masih kesal terlebih ibunya selalu membela Fifi padahal yang anaknya itu adalah dirinya, kenapa ibunya begitu sayang pada Fifi dan istrinya sampai sekarang tidak di ketahui keberadaan nya, bagaimana dengan keadaan nya apakah dia akan baik-baik saja?


"Kakak tidak memikirkan ucapan ibu, sama sekali tidak, kakak hanya memikirkan dimana keberadaan Cantika istri kakak, dimana kah dirinya? Padahal dia sedang hamil besar." Yusuf mengacak acak rambutnya seharusnya dia tidak meninggalkan istrinya sendiri di rumah demi melihat ibunya dan benar saja.


Ibunya ternyata sudah merencanakan hal gila ini, dia di tipu dan di nikah kan oleh seseorang yang dia tidak cintai dia berhasil kabur namun dia tidak mendapatkan istrinya, dimanakah istrinya kenapa dia menghilang?

__ADS_1


"Kakak sangat khawatir, aku sudah mencarinya ke rumah namun dia tidak ada kata tetangga dia di kejar-kejar orang yang tidak di kenal warga mencoba untuk menolong namun mereka membawa senjata. Kakak takut jika... Tidak mungkin kan ini ulah dari seseorang?" Dian juga tidak tahu tapi jika ini ulah ibunya juga sangat lah kejam ibunya jika sampai seperti itu.


"Kakak, itu kan hanya ucapan warga saja, bagaimana jika kita mencari tahu tentang ini semua, tapi mana mungkin aku bisa menolong kakak apa mungkin kamu bisa membantu sayang?" Edo yang sudah selesai makan pun mengangguk saja jika soal mencari seseorang siap lah.


"Tenang kak, Edo akan tolong, pasti ada seseorang yang memang berniat untuk mencelakai Cantika, kakak tenang saja urusan pencarian bisa lah di atur tapi.... " Edo melirik kanan dan kiri takut jika nanti ibu mertuanya atau istri dari kakaknya tahu bisa runyam urusannya.


"Tenang kak, tenang pokok nya kakak santai saja, adik kakak ini akan membantu menemukan istri kakak. "


Yusuf mengangguk saja, seperti nya istri nya sudah hilang layaknya sudah di telan bumi lalu bagaimana dengan anaknya?


"Ma, mama kenapa? Jangan terlalu di pikirkan ma, bagaimana jika kita nanti belanja saja?" Dara mengangguk memang kesukaan Dara dan menantunya adalah belanja dan perawatan.


"Harus jika belanja, nanti kita ke butik sebelah seperti biasa," jawab Dara tersenyum.

__ADS_1


Memang hanya dia yang mengerti akan dirinya tidak seperti anaknya yang selalu memikirkan tentang istri miskin dan tidak berguna itu cicilan juga Fifi sudah kaya baik dan pengertian lagi.


"Tolong maafkan Yusuf, pasti kamu sakit hati jika di bandingkan dengan wanita miskin itu, tapi kenapa tuh Yusuf sampai bela-belain wanita itu terus, mama bingung." sebal Dara membuat Fifi tersenyum saja.


"Tidak ma, kan aku selalu menunggu sampai cinta Mas Yusuf kembali padaku dan aku juga yang salah karena apa? Karena aku yang terlalu lama di luar negeri. Jadi mungkin karena jarang komunikasi membuat Mas Yusuf tergila-gila pada wanita miskin itu.


" Cantikan juga kamu kok sayang, sudah lah sayang lebih baik kita ganti baju dan bersiap." Suaminya hanya menggeleng apa dia tidak kasihan melihat Putra nya yang termenung seraya memikirkan istrinya yang tiba-tiba menghilang itu, apa istrinya tidak sadar jika perbuatan nya kali ini akan membuat Yusuf pergi untuk kesekian kalinya? Memang ibu macam mana yang tidak memikirkan anaknya dan sibuk ingin melihat putranya memberikan cucu laki-laki padanya.


"Istri ku? kamu mau kemana? Jangan berbelanja terus kali kali lebih baik kamu ke panti asuhan saja." Dara membuatkan mata mendengar ucapan dari suaminya tidak uangnya harus dia belanjakan barang-barang yang dia suka memang nya salah apa bagaimana uang juga uang dirinya buka uang suaminya apa salahnya coba?


"Ke panti? Jangan menasehati diriku, kamu tahu ini uang uang ku, bukan uang dari dirimu, kau lupa semua harta ini milik siapa?" Suami dari Dara sudah tidak tahu lagi kenapa istrinya semakin kesini semakin membuat dirinya merasa jika dia sudah tidak menghargai nya sebagai suami.


"Memang aku ini orang yang di jodoh kan dengan dirimu, tapi kamu sangat kelewatan, kamu memaksakan kehendak mu pada anak kita, kau tahu dia sangat tersiksa dengan ucapan mu. Terlebih lagi istrinya menghilang dan kamu tidak memikirkan perasaan anak kita. "

__ADS_1


Dara membuang muka jika berbicara dengan suaminya sampai kapan pun tidak akan menimbulkan penyelesaian lebih baik dia belanja.


"Dara... " teriak Suami dari Dara, Dara tidak perduli lagi dia berlalu tanpa menoleh lagi.


__ADS_2